Makanan Enak yang Bisa Tingkatkan Resiko Kanker

Siapa yang akan menolak makanan lezat dan enak? Makanan ini tentu akan membangkitkan selera dan dapat memberikan kepuasannya sendiri. Sayangnya, para ahli kesehatan mengatakan makanan yang baik belum tentu baik untuk kesehatan. Bahkan, ada cukup banyak makanan lezat yang dapat meningkatkan resiko kanker jika terlalu sering dikonsumsi. Apa saja makanan ini?


Makanan Enak yang Bisa Tingkatkan Resiko Kanker

Beberapa makanan yang dapat memicu kanker

Sebenarnya, kanker tidak selalu disebabkan oleh makanan. Ini sering terkait dengan gaya hidup yang buruk. Hanya saja, jika kita benar-benar suka makan makanan atau minuman tertentu, resiko mengembangkan penyakit ini dapat meningkat secara signifikan.

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dapat meningkatkan resiko kanker.

Minuman beralkohol

Sudah menjadi rahasia umum bahwa minuman beralkohol memang dapat meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit. Faktanya, menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO) fakta bahwa hobi mengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko 7 jenis kanker, yaitu kanker mulut, kanker oropgaringeal, kanker kerongkongan, kanker laring, hati, hati, kanker laring, kanker laring, hati laring, hati laring, hati laring, hati laring, hati Kanker, kanker usus, dan kanker payudara.

Faktanya, para ahli kesehatan mengatakan minum satu segelas minuman beralkohol setiap hari mampu meningkatkan resiko kanker payudara sebesar 5 persen dan kanker kerongkongan sebesar 30 persen

Makanan olahan

Makanan olahan seperti keripik yang dikemas, mie instan, untuk daging olahan seperti nugget dan sosis lezat untuk dikonsumsi kapan saja, apakah mereka digunakan sebagai lauk atau digunakan sebagai makanan ringan. Masalahnya adalah bahwa makanan olahan ini cenderung tinggi gula, natrium, lemak buruk, dan berbagai bahan kimia lain yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular, obesitas, diabetes, dan berbagai jenis kanker.

Dana Penelitian Kanker Dunia (WCRF) melakukan penelitian yang melibatkan 3.700 orang di Inggris selama 1 tahun. Hasilnya adalah, mereka yang secara teratur mengonsumsi daging olahan hingga lebih dari 70 gram dalam seminggu memiliki resiko lebih banyak kanker usus.

Kentang Goreng

Kentang goreng masih merupakan salah satu camilan paling populer oleh siapa pun, terutama jika kondisinya masih hangat dan renyah. Masalahnya adalah para ahli kesehatan menyebut kentang goreng sebagai salah satu makanan dengan kandungan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Isi sifat karsinogenik ini adalah akrilamida.

Selain kanker, kandungan akrilamida yang muncul ketika makanan dengan tepung diproses dengan suhu tinggi juga dapat meningkatkan resiko mengembangkan gangguan saraf dan kesuburan. Kentang goreng dengan kandungan karsinogen tertinggi sedikit terbakar atau kehitaman.

Daging Merah

Daging Merah seperti daging kambing, daging sapi, domba, dan sejenisnya memang dapat diproses menjadi berbagai hidangan lezat. Sayangnya, mengonsumsi secara teratur dapat meningkatkan resiko kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker lambung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Leeds yang melibatkan 32 ribu peserta wanita selama 17 tahun, diproduksi bahwa secara teratur mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan resiko kanker yang lebih besar karena peningkatan kadar senyawa NOC (n-nitroso) dalam tubuh. Senyawa ini dikatakan dapat memicu kanker.

Makanan kaleng

Makanan kaleng seperti sarden, daging kornet, sayuran atau buah kalengan praktis untuk diproses dan memiliki selera lezat untuk dikonsumsi kapan saja. Sayangnya, para ahli kesehatan menyebut makanan kaleng ini biasanya mengandung Bisphenol A.

Konten ini berasal dari lapisan dalam kaleng yang dimaksudkan untuk mencegah penampilan karat dan mempertahankan daya tahan makanan. Konten ini dikatakan dapat meningkatkan resiko kanker.
loading...