Gejala dan Penyebab Sembelit

loading...
Sembelit adalah kelambatan atau kesulitan dalam buang air besar atau defekasi, hal ini cukup membuat pasien menderita, atau dapat juga diartikan sebagai kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu, misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.

Gejala dan Penyebab Sembelit

Sembelit sendiri tingkat keseriusan berbeda-beda pada tiap penderita, ada orang yang mengalami sembelit untuk waktu singkat, tapi ada juga yang bisa mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. sembelit jangka panjang biasanya menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan yang bisa mempengaruhi rutinitas sehari-hari.

Penyebab sembelit

Sembelit lebih banyak dialami wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan, sembelit juga lebih sering terjadi pada manula. penyebab sembelit antara lain kelainan saluran pencernaan, gangguan metabolisme, gangguan endokrin. Penyebab sembelit pada seseorang bisa lebih dari satu. Ada beberapa faktor pemicu yang bisa memengaruhinya, misalnya kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar.

Sembelit juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu dan kondisi mental seperti kecemasan dan depresi, sedangkan pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab sembelit.

Gejala terjadinya sembelit

Pasien mengeluh tentang rasa tidak nyaman dan kembung pada perut, pergerakan usus yang hilang timbul, fases dengan ukuran kecil (perasaan penuh), atau kesulitan dan sakit pada saat mengeluarkan fases. implikasi dari sembelit dapat bervariasi mulai dari rasa tidak nyaman sampai gejala kanker usus besar atau penyakit serius lainya.

Pengobatan sembelit

Perubahan pola makan dan gaya hidup dianjurkan sebagai penanganan pertama untuk mengobati sembelit. Langkah penanganan ini meliputi meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap, banyak minum air putih, lebih sering berolahraga.

Jika langkah penanganan awal kurang efektif, dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan obat pencahar. Harap diingat bahwa selama menggunakan obat pencahar, anda atau anak anda dianjurkan untuk banyak minum air putih. Obat ini akan melancarkan proses buang air besar.

Obat ini memiliki beberapa jenis yaitu:
  1. Obat pencahar osmotik, pencahar ini akan meningkatkan jumlah cairan dalam usus sehingga merangsang tubuh untuk melunakkan dan mendorong tinja. Contoh: laktulosa 
  2. Obat pencahar pembentuk tinja, obat ini akan membuat tinja anda menyerap cairan dan menjadi lunak sehingga dapat dikeluarkan dengan mudah. oleh karena itu, penderita sebaiknya banyak minum air ketika menggunakan obat pencahar jenis ini. contoh obat ini methil selulosa
  3. Obat pencahar stimulan, obat ini akan merangsang dan membantu otot yang melapisi saluran pencernaan untuk mendorong tinja dalam usus besar menuju anus. Pencahar stimulan diberikan jika tinja tetap sulit keluar, meski sudah lunak. Contoh: senna, bisacodyl dan sodium picosulfat. 
Durasi penggunaan obat pencahar tergantung kepada tingkat keparahan konstipasi yang Anda alami.
loading...

Subscribe to receive free email updates: