Penyebab dan Gejala Hipertensi

Tekanan darah tinggi umumnya dikenal hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Penyebab dan Gejala Hipertensi

Penyebab hipertensi

Beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah, penyakit ginjal, kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB), feokromositoma yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), alkohol atau garam dalam makanan, stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu maka tekanan darah biasanya akan kembali normal. 

Gejala hipertensi

Tekanan darah dan jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak dua kali pada 2 hari, berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi, hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi, tetapi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi.

Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa. 
hipertensi

Diagnosis Hipertensi
Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring 5 menit, apabila pertama kali diukur tinggi (140/90 mmHg) maka pengukuran diulang 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi.

Pengobatan hipertensi

1. Mengubah pola hidup
Menurunkan berat badan sampai batas ideal, mengubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol, mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol, olah raga aerobik yang tidak terlalu berat. Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali, berhenti merokok.

2. Terapi obat pada hipertensi dimulai dengan salah satu obat berikut ini: Hidroklorotiazid, Reserpin, Propanolol, captopril, dan nifedipin.

loading...

Subscribe to receive free email updates: