Glibenclamid - Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Glibenclamid merupakan derifat sulfonilurea dengan mekanisme kerja merangsang sekresi insulin di pankreas dan menghambat penghancuran insulin oleh hati. Glibenclamid menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak insulin. Insulin adalah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Hormon inilah yang membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah agar tidak terlalu tinggi. Kondisi pada saat tubuh tidak bisa cukup menghasilkan insulin atau tidak mampu menggunakan insulin dengan baik disebut diabetes.

Glibenclamid

Struktur kimia Glibenclamid
Glibenklamid

Indikasi Glibenclamid

Glibenclamid diindikasikan sebagai obat Diabetes mellitus pada orang dewasa.

Kontraindikasi

Diabetes mellitus tipe 1, gangguan ginjal parah, diabetes penguraian metabolik, koma diabetik, kehamilan dan menyusui.

Dosis dan Cara Pemakaian

Dosis terpeutik Glibenclamid 5-20 mg, 1-2 kali sehari (lebih dari 10 mg, dalam 2 dosis.) setiap 12 jam pagi dan malam.

Efek Samping

Efek gastrointestinal reaksi hipoglikemia, reaksi alergi kulit.

Peringatan dan Perhatian

Tidak boleh diberikan sebagai obat tunggal pada penderita diabetes yuvenil, penderita yang kebutuhan insulinnya tidak stabil, diabetes mellitus berat, kehamilan dan keadaaan gawat. Hati-hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, insufisiensi endokrin, keadaan gizi yang buruk dan pada penderita yang mendapat obat tertentu. juga harus diberikan dengan hati-hati pada alkoholisme akut serta penderita yang mendapat diuretik tiazid.

Interaksi Dengan Obat Lain

Obat yang dapat meningkatkan resiko hipoglikemia sewaktu pemberian sulfonilurea ialah insulin, alkohol, fenformin, sulfonamid, salisilat dosis besar, fenilbutazon, oksifenbutazon, probenesid, dikumarol, kloramfenikol, penghambat MAO, guanetidin, anabolik steroid, fenfluramin dan klofibrat

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet 5 mg dan tablet 2,5 mg.

Penyimpanan

Simpan dalam wadah tertutup rapat.

loading...