Amoxicillin - Kegunaan, Dosis, Efek Samping

loading...
Amoxicillin adalah obat golongan antibiotik yang termasuk ke dalam kelompok penisilin yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis bakteri. amoxicillin merupakan antibiotika semi sintetis turunan penisilin yang tahan terhadap asam lambung, bekerja terhadap gram positif dan gram negatif dengan mekanisme kerja menghambat dinding sel mikroorganisme.

Amoxicillin

Struktur kimia amoxicillin

Amoxicillin


Indikasi:

Amoxicillin digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kencing, otitis media, sinusitis, infeksi oral, bronkitis, rendah atau sedang-parah komunitas pneumonia, invasif salmonellosis, meningitis listerial, profilaksis endokarditis, eradikasi Helicobacter pylori.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap amoxicillin, penisilin, atau komponen lain dalam formulasi

Dosis dan cara Pemakaian:
  • Dosis oral: 250 mg tiap 8 jam, dosis digandakan pada infeksi berat, Anak hingga 10 tahun 125 - 250 mg tiap 8 jam, dosis digandakan pada infeksi berat.
  • Otitis media, 1 g setiap 8 jam.
  • Anak 40 mg/kg bb sehari dalam 3 dosis terbagi (maks 3 g sehari).
  • Pneumonia, 0,5-1 g setiap 8 jam.
  • Antrax (terapi & profilaksis setelah paparan), 500 mg setiap 8 jam
  • Anak berat badan kurang dari 20 kg, 80 mg/kg bb sehari dala 3 dosis terbagi, berat badan lebih dari 20 kg.
  • Terapi oral jangka pendek pada Abses gigi 3 g, diulangi setelah 8 jam.
  • Infeksi saluran kemih: 3 g, diulangi setelah 10-12 jam.
  • Injeksi intramuskular : 500 mg tiap 8 jam, dapat dinaikkan sampai 1 g tiap 6 jam pada infeksi berat.
  • Anak: 50-100 mg/kg bb sehari dalam dosis terbagi.
  • Injeksi intravena/infus: 500 mg tiap 8 jam, dapat dinaikkan sampai 1 g tiap 6 jam pada infeksi berat.
  • Anak: 50-100 mg/hari dalam dosis terbagi. Listerial meningitis (dalam kombinasi dengan antibiotik lain), infus intravena, 2 g setiap 4 jam untuk 10-14 jam.
  • Endokarditis (dalam kombinasi dengan antibiotik lain jika diperlukan), infus intravena, 2 g setiap 6 jam, ditingkatkan hingga 2 g setiap 4 jam, seperti dalam endokarditis enterokokus jika amoxicillin digunakan tunggal

Efek Samping:
Mual, muntah, diare, ruam (menghentikan pengobatan), kolitis terkait antibiotik.

Peringatan dan Perhatian:
Riwayat alergi, ruam eritematous pada glandular fever, peningkatan risiko ruam eritematous pada infeksi cytomegalovirus, dan limfositik akut atau kronis leukemia, mempertahankan hidrasi yang tepat pada pemberian dosis tinggi (terutama selama terapi parenteral).

Penyimpanan dan Stabilitas:
Simpan dalam wadah kedap udara. Suspensi oral tetap stabil selama 14 hari pada suhu kamar atau jika didinginkan (pendinginan lebih disarankan). Unit-dose antibiotik oral syringes stabil selama 48 jam.

loading...

Subscribe to receive free email updates: