Natrium Tiroksin

Natrium Tiroksin golongan obat tiroid dan antitiroid. natrium tiroksin memiliki nama lain levothyroxine yang merupakan golongan obat terapi pengganti hormon. natrium tiroksin bekerja dengan cara menyediakan hormon tiroid ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi secara normal.
struktur kimia Natrium Tiroksin

Indikasi Natrium Tiroksin:
Hipotiroid, hashimoto tiroiditis, hipertiroid, dan karsinoma tiroid.

Kontra Indikasi:
Hipertiroid yang tidak diobati.

Efek Samping penggunaan Natrium Tiroksin:
  1. Hipertiroid, takikardia, palpitasi, aritmia, tekanan darah tinggi, sakit kepala, insomnia, demam, tremor, lemah otot, mual, dan diare.
  2. Keracunan kronik, konvulsi, kardia aritmia, gagal jantung, koma, kematian.
  3. Karsinogenik: kanker payudara, hipersensitif (demam, eosinophilia, dan disfungsi liver).
  4. Overdosis: thyrotoksikosis telah dilaporkan demam, aritmia, takikardia, tekanan darah, kebingungan, agitasi, komplikasi neurolgi, dan koma.

Peringatan dan Perhatian saat anda mengkonsumsi Natrium Tiroksin:
  1. Dosis dikurangi dengan 50% pada penyakit jantung, dan meningkatkan lebih lambat.
  2. Indeks terapi sempit harus selalu dilakukan monitoring pada pasien menderita jantung dan hipertensi.

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Untuk hipotiroid, pada orang dewasa: perorall dosis 50-100 mikrogram perhari, dapat ditingkatkan dengan penambahan 25-50 mikrogram dengan interval 4 minggu setelah defisiensi tiroid. Dosis pemeliharaan 100-200 mikrogram.
  • Gangguan kardiovaskuler: 12,5-50 mikrogram perhari, dapat ditingkatkan dengan pertambahan 12,5-25 mikrogram dengan interval sekitar 4 minggu.
  • Neonatus: 10-15 mikrogram/kg sekali sehari pada awalnya, disesuaikan dengan tahapan 5 mikrogram/kg setiap 2 minggu atau sesuai kebutuhan, dengan dosis biasa 20-50 mikrogram setiap hari
  • Anak usia 1 bulan-2 tahun: 5-10 mikrogram/kg sekali sehari pada awalnya, disesuaikan dengan tahapan 25 mikrogram setiap hari setiap 2 sampai 4 minggu sampai metabolisme normal, dengan dosis biasa 25 sampai 100 mikrogram setiap hari
  • Anak usia 2-12 tahun: 5 mikrogram/kg sekali sehari pada awalnya, disesuaikan dalam langkah 25 mikrogram setiap hari setiap 2-4 minggu sampai metabolisme normal, dengan dosis biasa 75 sampai 100 mikrogram setiap hari
  • Anak usia 12-18 tahun: 50-100 mikrogram sehari sekali awalnya, disesuaikan dengan tahapan 25-50 mikrogram sehari setiap 3-4 minggu sampai metabolisme normal, dengan dosis biasa 100-200 mikrogram setiap hari.
  • Dosis dikurangi dengan 50% pada penyakit jantung, dan meningkatkan lebih lambat.
  • Natrium levotiroksin dapat diberikan melalui suntikan intravena. Ini juga telah diberikan intramuskuler.
  • Dalam miksoedema (hipotiroid) koma dosis 200-500 mikrogram melalui suntikan intravena dapat diberikan pada awalnya.
  • Dosis lebih dari 100-300 mikrogram diberikan pada hari kedua jika tidak ada perbaikan jelas, dan diikuti dengan suplemen harian sekitar 100-200 mikrogram sampai pasien eutiroid dan dapat mentolerir dosis oral.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Clenbuterol: tablet 20 mg.

Stabilitas dan Penyimpanan:
Simpan dalam wadah kedap udara dan terlindung dari cahaya.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: