Natrium tiosulfat

Natrium tiosulfat Golongan obat Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan. Natrium tiosulfat merupakan senyawa anorganik yang biasanya tersedia sebagai pentahidrat, Na₂S₂O₃·5H₂O. Padatannya adalah zat kristal yang efloresen yang larut dengan baik dalam air. Natrium tiosulfat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial WHO, sebagai obat yang paling efektif dan aman diperlukan dalam sistem kesehatan
struktur kimia Natrium tiosulfat

Indikasi Natrium tiosulfat:
  1. Parenteral: digunakan sendirian atau bersama dengan natrium nitrit atau amil nitrit pada keracunan sianida, mengurangi risiko nefrotoksisitas terkait terapi cisplatin.
  2. Topikal: pengobatan tinea versicolor.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap natrium tiosulfat atau komponen lain dalam formula.

Efek Samping:
  1. kardiovaskuler: hipotensi.
  2. SPP: koma, depresi sistem saraf pusat akibat intoksikasi tiosianat, psikosis, bingung;
  3. Dermatologi: dermatitis kontak, iritasi lokal;
  4. Pendengaran: tinnitus.
  5. diare (setelah pemberian dosis besar per oral).

Peringatan dan Perhatian:
  1. Keamanan pada ibu hamil belum ditetapkan.
  2. hentikan penggunaan topikal bila iritasi atau terjasi sensitivitas.
  3. dapat meningkatkan risiko intoksikasi tiosianat.
  4. Dapat menimbulkan ekstravasasi.

Dosis dan Cara Pemakaian:
1. Antidot sianida dan nitroprusid IV:
  • Anak <25 kg: 50 mg/kg setelah menerima 4,5-10 mg/kg natrium nitrit
  • separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu.
  • Anak >25 kg dan dewasa: 12,5 g setelah 300 mg natrium nitrit
  • separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu.
2. Keracunan sianida:
  • injeksi IV selama 10 menit (sebagai injeksi natrium tiosulfat 500 mg/mL), 12,5 g
  • dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate (cobalt EDTA) tidak tersedia.
  • Anak: 400 mg/kg (maksimum 12,5 g)
  • dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate (cobalt EDTA) tidak tersedia.
  • Dewasa: 300 mg natrium nitrit (10 mL larutan 3%) diberikan secara IV selama 5-20 menit, dilanjutkan dengan pemberian 12,5 g natrium tiosulfat (50 mL larutan 25% atau 25 mL larutan 50%) secara IV selama sekitar 10 menit.
  • Anak: 4-10 mg/kg natrium nitrit, diberikan sebagai larutan 3% (0,13 sampai 0,33 mL/kg, atau 6-8 mL/m2) sampai dengan dosis maksimum 300 mg (10mL), dilanjutkan dengan sekitar 400 mg/kg natrium sulfat sebagai larutan 25% atau 50% (1,65mL/kg, atau 28mL/m2 larutan 25%) sampai dosis maksimum 12,5g (50 mL larutan 25%.
  • Konsentrasi methaemoglobin tidak boleh >30-40%.
3. Bila gejala toksisitas sianida kembali lagi, injeksi nitrit dan tiosulfate dapat diulang setelah 30 menit, diberikan separuh dari dosis awal.
  • Anak: 412,5mg/kgBB atau 7g/m2 pada laju 0,625-1,25g/menit IV.
  • IV: dosis harus didasarkan pada penentuan seperti dengan nitrit, pada laju 2,5-5 mL/menit sampai maksimum 50 mL.
4. Variasi dosis natrium nitrit dan natrium tiosulfat berdasarkan konsentrasi hemoglobin dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pencegahan keracunan cisplatin harus diberikan sebelum atau selama pemberian cisplatin: infus IV (dalam air steril): 12g/m2 selama 6 jam atau 9 g/m2 IV push diikuti oleh 1,2 g/m2 infus kontinu selama 6 jam.
  • Tinea versicolor: anak dan dewasa: topikal: larutan 20-25% dioleskan sehingga membentuk lapisan tipis pada daerah yang terkena sebanyak 2 kali sehari.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Injeksi natrium tiosulfat 50% (500 mg/mL) dalam aqua pro injeks.
2. Larutan injeksi (bebas pengawet): 10 mg/mL (10 mL); 250 mg/mL (50 mL).
3. Lotion: natrium tiosulfat 25% dan asam salisilat 1% (mengandung isopropil alkohol 10%)

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Natrium tiosulfat harus disimpan dalam wadah kedap udara.
  • Larutan natrium tiosulfat 50% yang disimpan di udara dapat menjadi berkabut atau mengendap setelah diautoklaf.
  • Penambahan natrium fosfat 0,5-1,2% memperbaiki stabilitas, tetapi larutan menjadi berkabut setelah 12 minggu atau membentuk endapat setelah 6 minggu kemudian, masing-masing pada suhu 25° C.
  • Tidak ada perbaikan stabilitas yang bermakna bila konsentrasi natrium tiosulfat diturunkan menjadi 30% atau 15% atau bila ada penutupan wadah injeksi dilakukan di bawah pengaruh nitrogen.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: