Gliseril Guaiakolat

loading...
Gliseril guaiakolat merupakan obat batuk ekspektoran, mekanisme kerja gliseril guaiakolat dengan cara meningkatkan volume dan menurunkan viskositas dahak di trakhea dan bronki, kemudian merangsang pengeluaran dahak menuju faring.
Gliseril Guaiakolat


Struktur kimia
Gliseril Guaiakolat

Indikasi:
Gliseril guaiakolat meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan sputum yang kuat dan digunakan sebagai ekspektoran untuk batuk produktif.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap gliseril guaiakolat  atau komponen lain yang ada di formulasi.

Dosis dan cara Pemakaian:
  • Diberikan secara dosis oral 200 - 400 mg tiap 4 jam dan maksimum 2.4 gr/hari. Preparat pelepasan modifikasi, diberikan tiap 12 jam.
  • Gliseril guaiakola dapat diberikan pada anak dan secara umum dihindari pada anak dibawah umur 2 tahun.
  • Dosis oral dapat diberikan tiap 4 jam:
  • 6 bulan-2 tahun, 25-50 mg tiap 4 jam dan tidak lebih dari 300 mg/hari.
  • 2 tahun-6 tahun, 50-100 mg tiap 4 jam dan tidak lebih dari 600 mg/hari.
  • 6 tahun-11 tahun, 100-200 mg tiap 4 jam dan tidak lebih dari 1.2 gram/hari.

Efek Samping:
  1. Pening, mengantuk, sakit kepala, kulit kemerahan, level asam urat menurun, mual, muntah, nyeri perut.
  2. Penyalahgunaan obat menyebabkan urinary calcii.
  3. Guaifenesin tidak aman pada pasien dengan porphyria karena menunjukkan porphyrinogenik pada hewan.

Peringatan dan Perhatian:
  1. Tidak gunakan OTC pada anak kurang 2 tahun.
  2. Penggunaan obat pada anak dibawah 12 tahun perlu diperhatikan dosisnya.
  3. Faktor resiko Ibu Hamil faktor C.
  4. Jangan digunakan pada persisten batuk kronik.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Gliseril guaiakolat 100 mg/5mL syr, 50 mg/5mL syr, 33.33 mg/5mL syr, 150 mg per tablet, 75 mg/5 mL syr, 37.5/5mL syr, 25 mg/5mL syr.

Penyimpanan:
Disimpan dalam wadah kedap udara.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: