Ethyl Chloride - Kegunaan, Dosis, Efek Samping

loading...
Ethyl chloride adalah anastesi topikal untuk mengontrol nyeri, merupakan pendingin kulit untuk meredakan rasa sakit akibat cedera ringan dan merupakan counter irritant untuk nyeri myofascial, keterbatasan gerak dan kaku otot.

Ethyl Chloride


Struktur kimia
Ethyl chloride

Indikasi:
Ethyl chloride digunakan untuk Anastesi lokal dan nyeri otot wajah (myofascial)

Kontraindikasi:
Hipersensitivitas ethyl chloride

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Anastesi lokal digunakan secara topikal 3-7 detik, dari jarak 3-9 inchi hingga kulit mulai berubah menjadi putih. 
  • Nyeri otot wajah digunakan teknik spray dan stretch dari jarak 12-18 inchi, secara topikal pada kulit dengan sudut lancip untuk mengurangi efek shock; langsung semprot secara paralel 1,5-2 cm dengan kecepatan 4 inchi per detik, berlanjut hingga seluruh otot tertutup. 

Efek Samping:
1. Efek Samping Sering
  • Dermatologi: gangguan pigmentasi kulit 
  • Gastrointestinal: muntah 
2. Efek Samping Serius
  • Kardiovaskuler: Hipertensi transien 
  • Neurologi: Koma, Narcosis 

Peringatan dan Perhatian:
  1. Mengandung bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kanker 
  2. bersifat toksik pada ginjal dan liver, hindari penggunaan jangka panjang 
  3. hindari inhalasi 
  4. mudah terbakar, jangan gunakan dekat dengan api bebas atau alat-alat listrik 
  5. saat digunakan untuk membekukan jaringan, lindungi kulit dengan petrolatum.

Penyimpanan:
  • Mudah terbakar, dan campuran gas 5-15% udara mudah meledak. 
  • Disimpan pada wadah kedap udara. 

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: