Co-amoxiclav - Kegunaan, Dosis, Efek Samping

loading...
Co-Amoxiclav merupakan antibakteri kombinasi oral yang terdiri antibiotika amoksisilin dan penghambat beta-laktamase, kalium klavulanat (garam kalium dari asam klavulanat).

Co-amoxiclav

Struktur Kimia


Co amoxiclav

Amoksisilina adalah antibiotik semisintetik dengan spektrum aktivitas antibakteri luas yang mempunyai efek bakterisida terhadap berbagai macam bakteri gram-positif dan gram negatif. Asam klavulanat adalah suatu beta-laktam, yang struktur kimianya mirip dengan golongan pinisilin, mempunyai kemampuan menghambat aktivitas berbagai enzim betalaktamase yang sering ditemukan pada berbagai mikroorganisme yang resisten terhadap golongan pinisilin dan sefalosporin.

Indikasi:
Co-amoxiclav digunakan untuk pengobatan otitis media, sinusitis, dan infeksi yang disebabkan oleh kuman lain yang dapat menginfeksi saluran napas bawah, kulit dan jaringan serta saluran kemih dengan spektrum sama dengan amoxilin. Efek yang lebih luas dari kombinasi ini menjadi sangat berguna bila terjadi resistensi amoksisilin dan pasien tidak dapat menerima terapi alternatif lainnya.

Kontraindikasi: 
Pasien yang diketahui alergi terhadap antibiotika golongan penisilin.

Dosis dan cara pemakaian:
Dosis umum untuk dewasa penggunaan tablet yang mengandung 250 mg setiap 8 jam atau untuk penggunaan tablet yang mengandung 500 mg setiap 12 jam.
Untuk infeksi yang lebih parah dan infeksi saluran pernafasan dosis umum untuk dewasa adalah tablet 500 mg setiap 8 jam atau tablet 875 mg setiap 12 jam.

Untuk dewasa yang mengalami kesulitan menelan dapat diberikan suspensi oral yang mengandung 125 atau 250 mg amoxicillin. Dosis umum untuk sediaan aksi diperpanjang untuk pengobatan sinusitis untuk pasien 16 tahun atau lebih adalah 2 tablet yang mengandung 1 gram amoxicillin setiap 12 jam selama 10 hari.

Efek samping:
  • Gastrointestinal: perut terasa tidak nyaman, buang air besar lembek, mual, muntah.
  • Genitourinari: vaginitis
  • Vaginal mycosis: cholestatic jaundice, flatulensi, sakit kepala, disfungsi hepatik, peningkatan waktu prothrombin, thrombocytosis.
  • Efek samping lain seperti pada antibiotika ampicillin: agitasi, agranulositosis, peningkatan alkaline phosphatase, anafilaksis, Anemia, angioedema, ansietas, perubahan perilaku, peningkatan bilirubin, lidah kehitaman, bingung, kejang-kejang, kristaluria, pusing, enterocolitis, eosinofilia, eritema multiforme, Exanthematous pustulosis, exfoliative dermatitis, gastritis, glossitis, hematuria, hemolytic anemia, hemorrhagic colitis, insomnia, hiperactif, interstitial nephritis, leukopenia, mucocutaneous candidiasis, pruritus, pseudomembranous colitis, serum sickness-like reaction, sindroma Stevens-johnson, stomatitis, peningkatan serum transaminase, thrombocytopenia, thrombocytopenic purpura, pewarnaan gigi, nekrolisis epidermal toksik.

Bentuk dan kekuatan sediaan:
  • Tablet: 375 mg (amoksisilin 250 mg + asam clavulanat 125 mg), 625 mg (amoksisilin 500 mg + asam clavulanat 125 mg), 1 g (amoksisilin 875 mg + asam clavulanat 125 mg)
  • Suspensi, tiap 5 ml: amoksisilin 125 mg + asam clavulanat 31,25 mg, amoksisilin 250 mg + asam clavulanat 62,5 mg

Penyimpanan dan stabilitas sediaan:
Obat dalam bentuk suspensi harus dikocok dahulu sebelum digunakan. Suspensi harus disimpan dalam kulkas dan bisa tahan hingga 10 hari. Lebih dari 10 hari, obat sebaiknya tidak digunakan lagi/dibuang. 

loading...

Subscribe to receive free email updates: