Penyebab dan gejala Kolera

Kolera adalah suatu infeksi usus kecil karena bakteri vibrio cholerae, kolera menyebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi.

Penyebab Dan Cara Mengobati Kolera

Penyebab Kolera

Bakteri kolera menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral, karena bakteri sensitif terhadap asam lambung, maka penderita kekurangan asam lambung cenderung menderita penyakit ini.

Gejala yang timbul

Gejala dimulai dalam 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri, bervariasi mulai dari diare ringan tanpa komplikasi sampai diare berat yang bisa berakibat fatal, beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. kolera biasanya dimulai dengan diare akut encer seperti air cucian beras yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit disertai mual muntah.

Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam, kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi disertai rasa haus yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih. Banyaknya cairan yang hilang dari jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jari-jari tangan menjadi keriput, jika tidak diobati, ketidak seimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan koma.

Gejala biasanya menghilang dalam 3 sampai 6 hari, kebanyakan penderita akan terbebas dari organisme ini dalam waktu 2 minggu, tetapi beberapa diantara penderita menjadi pembawa dari bakteri ini.

Diagnosis Kolera

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan terhadap apusan rektum (rektal swab) atau contoh tinja segar. 

Pengobatan Kolera

Yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan garam dan mineral dari tubuh dengan menilai derajat dehidrasi dapat diberikan oralit. Untuk penderita yang mengalami dehidrasi berat, cairan rehidrasi diberikan melalui infus (cairan Ringer Lactat atau bila tidak tersedia bisa menggunakan cairan NaCl 0,9%). 

Bila dehidrasi sudah diatasi tujuan pengobatan selanjutnya adalah menggantikan jumlah cairan yang hilang karena diare dan muntah, makanan padat bisa diberikan setelah muntah-muntah berhenti dan nafsu makan sudah kembali. 
Pengobatan awal dengan tetrasiklin atau antibiotik lainnya bisa membunuh bakteri dan biasanya akan menghentikan diare dalam 48 jam.

Pencegahan Kolera

Penjernihan cadangan air dan pembuangan tinja yang memenuhi standar sangat penting dalam mencegah terjadinya kolera, usaha lainnya adalah meminum air yang sudah terlebih dahulu dimasak dan menghindari sayuran mentah atau ikan dan kerang yang dimasak tidak sampai matang.

- Dipiro et all, 2006: Pharmacotherapy
- ISFI, 2009: Iso farmakoterapi indoneisia
- Depkes, 2007: Pedoman Pengobatan Dasar di PUSKESMAS

loading...

Subscribe to receive free email updates: