Mengatasi batuk pada anak

loading...
Pada saat pergantian musim atau pancaroba, banyak orang yang mengalami batuk. Tidak hanya bagi orang dewasa, batuk pada anak juga dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Mengatasi batuk pada anak

Batuk merupakan suatu gejala yang bersifat melindungi bagi tubuh. Batuk merupakan upaya alami tubuh untuk mengeluarkan lendir atau benda asing dari paru-paru dan aliran udara yang tersumbat. Batuk sebagai respons alami tubuh untuk mengeluarkan lendir atau benda asing lain, harus disikapi dengan tepat. Lakukan perawatan di rumah untuk membantu melegakan pernapasan anak, obat batuk anak yang sesuai dengan jenis batuk dan usia juga dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala, apalagi obat batuk dengan variasi rasa yang disukai anak dapat mempermudah pemberian obat pada anak. Namun jika batuk tidak kunjung sembuh dan timbul gejala-gejala lain yang berbahaya, jangan segan untuk segera meminta pertolongan ahli medis.

Selama batuk pada anak tidak mengakibatkan gangguan makan, minum, pernapasan, serta tidak ada suara mengi yang mengiringi, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Meski sekilas tampak mengganggu, batuk sebenarnya bermanfaat membersihkan dahak atau lendir dari dalam dada maupun bagian belakang tenggorokan. Beberapa penyebab batuk pada anak-anak, antara lain:
  • Flu sering kali memicu reaksi batuk sebagai upaya alami tubuh dalam mengeluarkan lendir dari bagian belakang tenggorokan.
  • Infeksi bakteri atau virus juga dapat memicu batuk yang diiringi dengan sesak napas dan demam.
  • Gejala asma. Ditandai dengan batuk yang terjadi dalam jangka waktu lama, setelah anak berlari-lari atau batuk yang muncul/memburuk pada malam hari. Batuk jenis ini juga sering diiringi suara mengi atau sesak napas.
  • Faktor udara atau lingkungan. Asap rokok atau berada di sekitar hewan peliharaan bisa membuat anak batuk-batuk.
Rata-rata anak usia pra-sekolah dan anak sekolah dasar mengalami 3 sampai 8 kali batuk atau pilek per tahun. Penyakit batuk pilek pada anak ini bisanya sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membuat anak nyaman terkadang diperlukan obat pereda demam dan rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen. Obat batuk pilek anak memang banyak diiklankan dan dijual di apotek. Obat tersebut mengandung berbagai bahan atau kombinasi dari bahan-bahan seperti parasetamol, dekongestan, antihistamin dan obat batuk.

Waspada Jika Disertai Gejala Lain
Jika timbul gejala lain yang mengiringi batuk, segera konsultasikan kepada dokter atau bawa anak ke unit kesehatan terdekat untuk memperoleh pertolongan secepatnya. Misalnya jika terjadi gejala:
  • Kesulitan bernapas atau napas lebih cepat dari biasanya.
    Demam makin parah.
  • Pucat atau biru pada bibir, lidah, atau wajah.
  • Demam dan batuk terjadi pada bayi usia kurang dari tiga bulan.
  • Napas berbunyi setelah batuk.
  • Anak tampak lemas, rewel, dan tidak nyaman.
  • Dehidrasi yang ditandai dengan mulut kering, pusing, mengantuk, menangis tanpa air mata, mata cekung, dan lebih sedikit buang air kecil.
  • Batuk disertai darah.
  • Batuk yang berlangsung selama lebih dari 3-4 minggu.
loading...

Subscribe to receive free email updates: