Vaksin Dan Imunisasi

Sebagai tenaga kesehatan kita diharuskan mengetahui apa vaksin dan imunisasi, berikut merupakan penjelasan mengenai vaksin dan imunisasi. Vaksin adalah produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan yang berguna untuk merangsang timbulnya kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Semua vaksin merupakan produk biologis yang rentan, memiliki karakteristik tertentu sehingga memerlukan penanganan khusus.

Penyimpangan ketentuan yang ada dapat mengakibatkan kerusakan vaksin sehingga potensi vaksin akan berkurang atau bahkan hilang. Sekali potensi vaksin berkurang atau hilang tidak dapat diperbaiki.

Kualitas vaksin tidak hanya ditentukan dengan test laboratorium (uji potensi vaksin), namun juga sangat tergantung pada kualitas pengelolaannya. Semua vaksin akan rusak bila terpapar suhu panas, namun vaksin polio,campak dan BCG lebih cepat rusak pada paparan panas dibandingkan vaksin lainnya.

Untuk mempertahankan mutu, semua vaksin secara kontinu harus disimpan dalam suhu yang tepat sejak saat dibuat sampai digunakan.
Vaksin Dan Imunisasi
Kerusakan potensi vaksin dapat dicegah dengan melakukan transportasi, penyimpanan dan penanganan vaksin secara benar, sejak vaksin diproduksi di pabrik hingga dipergunakan di unit pelayanan.

Proses produksi di pabrik umumnya memiliki prosedur khusus sesuai dengan ketentuan GMP (Good Manufacturing Practices) dibawah pengawasan NRA (National Regulatory Authority) setempat. Oleh karena itu monitoring kualitas pengelolaan vaksin lebih ditujukan pada pengelolaan vaksin di gudang penyimpanan vaksin di tingkat primer sampai di unit pelayanan (puskemas, RB, BPS,dll).

Departemen Kesehatan di beberapa negara telah memiliki program jaminan mutu terhadap kualitas vaksin dengan menyiapkan tenaga-tenaga pengelola cold chain yang terlatih. Pemantauan suhu vaksin sangat penting dalam menetapkan secara cepat apakah vaksin masih layak digunakan atau tidak.

Tujuan imunisasi adalah memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit tertentu yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Keberhasilan program imunisasi antara lain ditandai dengan tingginya angka cakupan dan menurunnya angka kematian dan kesakitan akibat PD3I.

Penggolongan Vaksin
a. Penggolongan berdasarkan asal antigen (Immunization Essential)

Berdasarkan asal antigen, vaksin dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Live attenuated (bakteri atau virus hidup yang dilemahkan) 
  2. Inactivated (bakteri, virus atau komponennya, dibuat tidak aktif) 

1) Vaksin hidup attenuated.
Vaksin hidup dibuat dari virus atau bakteri liar penyebab penyakit. Virus atau bakteri liar ini dilemahkan di laboratorium, biasanya dengan cara pembiakan berulang-ulang. Vaksin hidup attenuated bersifat labil dan mudah mengalami kerusakan bila kena panas dan sinar, oleh karenanya vaksin golongan ini harus dilakukan pengelolaan dan penyimpanan dengan baik dan hati-hati.

Vaksin hidup attenuated yang tersedia:
  • Berasal dari virus hidup: vaksin campak, gondongan, rubella, polio, rotavirus, demam, kuning. 
  • Berasal dari bakteri: vaksin BCG dan demam tifoid oral. 

2) Vaksin Inactivated
Vaksin inactivated dihasilkan dengan cara membiakan bakteri atau virus dalam media pembiakan, kemudian dibuat tidak aktif dengan penambahan bahan kimia (biasanya formalin). Vaksin inactivated yang tersedia saat ini berasal dari:
  1. Seluruh sel virus yang inactivated, contoh influenza, polio, rabies, hepatitis A. 
  2. Seluruh bakteri yang inactivated, contoh pertusis, tifoid, kolera. 
  3. Toksoid, contoh difteria, tetanus. 
  4. Polisakarida murni, contoh pneomukokus, meningokokus. 
  5. Gabungan polisakarida. 

3) Rekombinan (rekayasa genetika)
Antigen vaksin dapat pula dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Produk ini sering disebut sebagai vaksin rekombinan. Contoh vaksin dari rekayasa genetik yang saat ini telah tersedia: vaksin Hepatitis B dan vaksin tifoid.

b. Penggolongan berdasarkan sensitivitas terhadap suhu

1). Vaksin yang peka terhadap suhu dingin dibawah 0◦C yaitu vaksin FS (Freeze Sensitive = Sensitif Beku). Vaksin yang tergolong FS adalah: Hepatitis B (dalam kemasan vial atau kemasan PID =Prefill Injection Device), DPT,DPT-HB,DT,TT.

2). Vaksin yang peka terhadap suhu panas berlebih (> 34 ◦C), yaitu vaksin HS (Heat Sensitive = Sensitif Panas), seperti: BCG,Polio, Campak.
Cara Melihat Penandaan Vial pada Vaksin
VVM adalah indikator paparan panas yang melekat pada setiap vial vaksin yang digunakan untuk memantau vaksin selama perjalanan maupun dalam penyimpanan. Semua vaksin program imunisasi kecuali BCG telah dilengkapi dengan VVM. VVM tidak mengukur potensi vaksin secara langsung, namun memberikan informasi tentang layak tidaknya pemakaian vaksin yang telah terkena paparan panas. VVM mempunyai karakteristik yang berbeda, spesifik untuk tiap jenis vaksin. VVM untuk vaksin polio tidak dapat digunakan untuk vaksin Hb, begitu juga sebaliknya.
Imunisasi
Lebih dari 70 bakteri, virus, parasit dan jamur merupakan kuman patogen terhadap manusia. Vaksinasi atau lazim disebut dengan istilah imunisasi mampu melawan beberapa agent penyakit tersebut, bahkan imunisasi yang dikembangkan saat ini mampu melawan hampir semua jenis bakteri dan virus serta separoh jumlah parasit yang ada.

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Dilihat dari cara timbulnya kekebalan, maka terdapat dua jenis kekebalan, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif.

Kekebalan pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh, bukan dibuat oleh individu. Contohnya adalah kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah pemberian suntikan imunoglobulin. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh.

Kekebalan aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi, atau terpajan secara alamiah. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lama karena adanya memori.

Tujuan dan manfaat Imunisasi
Tujuan imunisasi adalah mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar.

Imunisasi merupakan suatu teknologi yang sangat berhasil di dunia kedokteran sekaligus merupakan sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah dapat diberikan oleh ilmuwan di dunia ini. Imunisasi adalah upaya kesehatan yang paling efektif dan efisien dibandingkan dengan upaya kesehatan lainnya.

Berbagai keuntungan imunisasi, antara lain:
  1. Pertahanan tubuh yang terbentuk akan dibawa seumur hidup; 
  2. Bersifat cost effective karena murah dan efektif; 
  3. Imunisasi tidak berbahaya.
  4. Reaksi yang sangat serius sangat jarang terjadi, jauh lebih jarang dari komplikasi yang timbul apabila terserang penyakit tersebut secara alamiah.

Subscribe to receive free email updates: