Sefuroksim

loading...
Sefuroksim merupakan obat Antibakteri. Sefuroksim asetil diabasorbsi dalam saluran GI dan secara cepat terhidrolisis dalam mukosa intestinal dan darah menjadi sefuroksim.
Sefuroksim
struktur kimia Sefuroksim

Indikasi:
Infeksi yang disebabkan oleh staphylococci, streptococci grup B, H.influenzae (tipe A dan B), E.coli, Enterobacter, Salmonella dan Klebsiella. Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, media otitis, infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, tulang dan sendi, sendi, gonorrhoe tanpa komplikasi, lyme disease, profilaksis sebelum operasi.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap sefuroksim atau sefalosporin lainnya.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis lazim:
  • Anak usia 3 bulan-12 tahun: Oral: 20-30 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi, IM/IV: 75-150 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam (dosis maksimum 6 g/hari),
  • anak 13 tahun dan dewasa, Oral: 250-500 mg dua kali sehari, IM,IV: 750 mg-1,5 g setiap 6-8 jam atau 100-150 mg/kg hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam (dosis maksimum 6 g/hari).
Dosis sesuai indikasi
  • Anak usia 3 bulan-12 tahun: Sinusitis maxilari akut, media otitis akut dan impetigo; oral: suspensi 30 mg/kg hari dalam 2 dosis terbagi selama 10 hari (dosis maksimum 1g (hari), tablet: 250 mg dua kali sehari selama 10 hari, IM/IV: 75-150 mg/kg/hari setiap 8 jam.
  • Dosis maksimum: 6g/hari. Epiglotis: oral: 150 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 7-10 hari.
  • Faringitis/tonsilitis: oral: suspensi: 20 mg/kg/hari (maksimum 500mg/hari) dalam 2 dosis terbagi selama 10 hari; tablet: 125 mg setiap 12 jam selama 10 hari; IM/IV: 75-150 mg/kg setiap 8 jam (dosis maksimum: 6 g/hari).
  • Anak 13 tahun dan dewasa Bronchitis (akut dan bronkhitis kronik yang parah): Oral: 250-500mg setiap 12 jam selama 10 hari, IV: 500-750 mg setiap 8 jam (dilengkapi dengan pemberian dosis oral).
  • Gonorrhea: Menyebar: IM,IV 750 mg setiap 8 jam, Tanpa komplikasi: Oral: 1g sebagai dosis tunggal, IM: 1,5 g sebagai dosis tunggal (diberikan pada 2 tempat dengan probenecid).
  • Lyme disease (tahap awal), oral: 500mg dua kali sehari selama 10 hari.
  • Pneumonia (tanpa komplikasi: IV: 750 mg setiap 8 jam.
  • Infeksi parah atau komplikasi: IM atau IV: 1,5 g setiap 8 jam (lebih dari 1,5 g setiap 6 jam untuk infeksi yang mengancam jiwa).
  • Infeksi kulit/ jaringan (tanpa komplikasi), Profilaksis bedah IV: 1,5 g 30 menit-1 jam sebelum prosedur (jika prosedur diperpanjang, dosis bisa ditingkatkan 750 mg setiap 8 jam IM).
  • Infeksi saluran urin (tanpa komplikasi) Oral: 125-250 mg setiap 12 jam selama 7-10 hari, IM, IV: 750 mg setiap 8 jam.
Efek Samping:
  1. Reaksi dermatologi dan sensitivitas: gatal-gatal, demam, pruritus, eritema, urtikaria, sindrom Steven Johnson, multiforme eritema, nekrolisis epidermal toksik, angiodema, anafilaksis.
  2. Efek Lokal: Reaksi lokal pada tempat injeksi, tromboflebitis.
  3. Efek GI: nausea, muntah, diare, epigastric burning, perdarahan GI, nyeri pada perut, flatulensi, lidah bengkak, indigesti, ptialisme, anoreksia, kehausan, keram perut.
  4. Efek hematologi: menurunnya konsentrasi hemoglobin dan hematokrit, neutropenia, trombositopenia, leukopenia, trombositosis, limfositosis, anemia hemolitik, meningkatnya waktu protrombin.
  5. Efek CNS: sakit kepala, pusing, kantuk, hipereaktivitas, seizura, reaksi psikotik seperti kegelisahan.
  6. Agitasi, tidak sadar, kelelahan terjadi pada pasien geriatri yang menerima sefuroksim sodium IV.
  7. Efek Hepatik: peningkatan serum SGOT (AST), SGPT (ALT), alkalin fosfatase, LDH, dan konsentrasi bilirubin.
  8. Efek pada Renal dan GI: gagal ginjal akut dan nefritis interstisial, infeksi urinari, sakit pada ginjal dan uretra, disuria, vaginitis, candidiasis vaginal, vulvovaginal pruritus.
  9. Efek lain: kehilangan pendengaran, reaksi Jarisch Herxheimer, spasmus otot pada leher, keram otot, sakit dada, nafas pendek, takikardia, infeksi saluran pernapasan atas, sinusitis, demam, batuk, pembengkakan sendi, artralgia.
Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Gunakan hati-hati pada pasien yang memiliki sejarah hipersensitivitas terhadap penisilin.
  2. Penggunaan harus dihindari pada pasien yang memilki reaksi hipersensitivitas tipe segera.
  3. Gunakan hati-hati pada pasien dengan sejarah penyakit GI, khususnya kolitis.
Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 250 mg, 500 mg.
2. Suspensi: 125 mg/5 ml jika direkonstitusi dengan air.
3. Injeksi (serbuk untuk direkonstitusi): vial 750 mg, 1g.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Sefuroksim asetil: Tablet sefuroksim asetil harus disimpan pada tempat yang tertutup rapat pada 15-30°C.
  • Obat harus terlindung dari kelembaban berlebihan.
  • Apabila tablet sefuroksim asetil diperbolehkan untuk didisintegrasikan ke dalam jus apel, obat akan stabil selama 24 jam dalam suhu ruangan.
  • Serbuk sefuroksim asetil untuk suspensi oral harus disimpan pada suhu 20-30°C.
  • Sefuroksim natrium: Serbuk steril sefuroksim natrium cenderung menjadi gelap tergantung kondisi penyimpanan, sehingga harus disimpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari cahaya.
  • Stabilitas dari injeksi sefuroksim natrium beku yang tersedia secara komersial stabil selama 90 hari dari tanggal yang tertera ketika disimpan pada suhu 30°C.
  • Disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: