Dakarbasin

Dakarbazin bekerja dengan menimbulkan metilasi pada sel dan dapat membunuh sel tumor pada semua fase dari siklus sel.
Dakarbasin



Indikasi Dakarbasin:
Melanoma maligna dengan metastasis, penyakit Hodgkin tahap lanjut, sarkoma jaringan lunak pada pasien dewasa tahap lanjut (kecuali mesotelioma, sarkoma Kaposi)

Kontra Indikasi:
  1. Hamil, 
  2. laktasi. 
  3. Leukopenia dan/atau trombositopenia 

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Melanoma metastatik dewasa: 200-250 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari secara injeksi IV selama 5 hari, ulangi tiap 3 minggu atau 850 mg/m2 luas permukaan tubuh secara infus, ulangi tiap 3 minggu. 
  • Penyakit Hodgkin dewasa: 375 mg/m2 luas permukaan tubuh tiap 15 hari dalam kombinasi dengan obat lain (rejimen ABVD). 
  • Sarkoma jaringan lunak dewasa: 250 mg/m2 luas permukaan tubuh/hari selama 5 hari, ulangi tiap 3 minggu. 
  • Biasanya diberikan bersama doksorubisin (rejiimen ADIC). 

Efek Samping Dakarbasin:
  1. Anoreksia, 
  2. Mual, 
  3. Muntah, 
  4. Anemia, 
  5. Leukopenia, 
  6. Trombositopenia, 
  7. Sakit kepala, 
  8. Gangguan daya penglihatan, 
  9. Kebingungan mental, 
  10. Kejang 

Peringatan dan atau Perhatian: ( - )

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Vial 200 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas: ( - )

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: