Vitamin E

loading...
Vitamin E mencegah oksidasi vitamin A dan vitamin C dan mencegah oksidasi asam lemak tak jenuh dalam membran, mencegah hemolisis sel darah merah.
Vitamin E
struktur kimia Vitamin E

Indikasi:
Suplemen makanan untuk mencegah defisiensi vitamin E.

Kontra Indikasi:
  • Hipersensitivitas terhadap vitamin E atau komponen lain dalam formulanya.
  • Penggunaan secara intravena pada bayi.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis vitamin E dinyatakan sebagai kesetaraan dengan alfa tokoferol (ATE = alpha tocopherol equivalents), yang merujuk pada kandungan stereoisomer (R) yang aktif secara biologis.
Kebutuhan harian vitamin E belum didefinisikan dengan jelas, mungkin sekitar 3-12 mg d-alpha tocopherol atau senyawa vitamin E lainnya yang ekivalen (setara); atau sekitar 3-15 mg per hari. , 4-6 bulan: 4 mg, 7-12 bulan: 6 mg
Oral: dosis harian yang diizinkan/recommended daily allowances (RDA):
Bayi (asupan yang cukup, RDA tidak ditetapkan):
  • 6 bulan: 4 mg,
  • 7-12 bulan: 6 mg.
Dosis Anak:
  • 1-3 tahun: 6 mg; batas atas asupan tidak boleh >200 mg/hari.
  • 4-8 tahun: 7 mg; batas atas asupan tidak boleh >300 mg/hari.
  • 9-13 tahun: 11 mg; batas atas asupan tidak boleh >600 mg/hari.
  • 14-18 tahun: 15 mg; batas atas asupan tidak boleh >800 mg/hari.
Dosis Dewasa: 15 mg,
Wanita hamil:
  • 18 tahun: 15 mg: batas atas asupan tidak boleh >800 mg/hari,
  • 19-50 tahun: 15 mg: batas atas asupan tidak boleh > 1000 mg/hari.
Ibu menyusui:
  • 18 tahun: 19 mg: batas atas asupan tidak boleh > 800 mg/hari
  • 19-50 tahun: 19 mg: batas atas asupan tidak boleh lebih > 1000 mg/hari.
Defisiensi vitamin E:
  • Anak-anak (dengan sindrom malabsorbsi): 1 unit/kg/hari
  • Dewasa: 60-75 unit/hari.
Dosis Anak:
  • Eyistic fibrosis: 100-400 unit/hari
  • Beta-thalasemia: 250 unit/hari.
Dosis Dewasa:
  • Sickle cell: 450 unit/hari
  • Vitamin E digunakan untuk pengobatan pasien dengan defisiensi vitamin E dan untuk kondisi kesehatan yang lain.
  • Jangan digunakan apabila memiliki reaksi alergi terhadap vitamin E.

Cara penggunaan:
  1. gunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.
  2. Dapat diminum bersama makanan, seperti sereal atau jus buah.
  3. Jangan mengunyah atau menghancurkan kapsul atau tablet.
  4. Minumlah obat ini dengan 1 gelas air penuh.
  5. Kunyahlah tablet kunyah, lalu telan dengan 1 gelas air penuh.
  6. Usahakan jangan sampai lupa minum obat, namun karena vitamin E hanya suplemen makanan, maka tidak perlu khawatir jika lupa minum 1 atau 2 kali.
  7. Penyimpanan: simpan dalam wadah aslinya, pada suhu kamar, hindarkan dari panas, paparan langsung cahaya, dan kelembaban.
  8. Sediaan berbentuk cair jangan dibekukan.
  9. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  10. Tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai obat atau makanan yang harus dihindari.
  11. Beritahukan pada dokter jika sedang mengkonsumsi antikoagulan.
  12. Beritahukan pada dokter jika sedang hamil, menyusui, atau menderita penyakit lain.
  13. Jangan menggunakan vitamin E dalam jumlah berlebihan atau lebih dari yang dianjurkan oleh dokter karena konsumsi berlebihan dapat membahayakan.

Efek Samping:
  1. Efek pada sistem saraf pusat: lelah, lemah, sakit kepala, pandangan kabur, rasa malas, lelah.
  2. Efek pada kulit: eritema, pruritus, eksim, dan dermatitis (eritema multiforme, mengelupas karena bahan kimia, dermabrasion) pada penggunaan preparat topikal.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Cenderung menimbulkan trombosis.
  2. Dapat menginduksi defisiensi vitamin K.
  3. Meningkatkan risiko necrotizing enterocolitis pada pemberian dosis besar sediaan vitamin E hiperosmolar (>200 unit per hari) pada bayi dengan berat badan lahir rendah (<1,5 kg).
  4. Terhadap kehamilan: Faktor risiko kehamilan: A atau C (bila dosis melebihi RDA).
  5. Hindari dosis tinggi pada trimester pertama.
  6. Vitamin E menembus plasenta.
  7. Terhadap ibu menyusui: Terdistribusi ke dalam ASI
  8. hati-hati bila menggunakan dosis besar.
  9. Terhadap anak-anak: Pada bayi dengan berat badan <1,5 kg: kejadian necrotising enterocolitis meningkat.
  10. Pada bayi baru lahir prematur: pemberian injeksi intravena vitamin E (mengandung polysorbates) dapat menyebabkan toksisitas hati dan ginjal.
  11. Terhadap hasil laboratorium: Pantau protrombin time dalam 1-2 minggu pertama pemberian vitamin E bersama-sama dengan antikoagulan oral (warfarin, dicoumarol).

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Kapsul lunak: 100IU, 200IU, 400IU, 500 IU, 200 mg, 300 mg, 400 mg;
  • Kapsul: 100 IU, 200IU, 400IU, 100 mg, 200 mg, 400 mg;
  • Tablet: 100mg; Tablet kunyah: 200 IU, 100 mg;
  • Dragee: 50 mg, 100 mg;
  • Kaplet: 100 IU, 100 mg, 200mg;
  • Kaplet salut gula: 100 mg;
  • Kaplet kunyah: 100 mg, 200 mg, 400 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Simpan dalam wadah aslinya, pada suhu kamar,
  • hindarkan dari panas, paparan langsung cahaya, dan kelembaban,
  • Sediaan berbentuk cair jangan dibekukan.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: