Vasopresin

Vasopresin Suatu hormon polipetida yang bersifat menyebabkan kontraksi otot polos vaskular, kontraksi otot polos lainnya, dan antidiuresis. Vasopresin meningkatkan cAMP yang meningkatkan permeabilitas air pada tubulus ginjal sehingga mengurangi volume urin dan meningkatkan osmolalitas; menyebabkan peristalsis dengan merangsang otot polos saluran cerna secara langsung; vasokonstriktor langsung tanpa efek kronotropik atau inotropik.
Struktur kimia Vasopresin

Indikasi:
Pencegahan dan pengobatan distensi abdomen post-operasi, diabetes insipidus sentral, roentgenography abdomen (fotografi abdomen menggunakan sinar X) untuk menghilangkan bayangan gas yang mengganggu.

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap vasopresin atau komponen apapun dalam formulasi.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Pencegahan dan pengobatan distensi abdomen post-operasi:
  • dewasa: dosis awal 5 unit (0,25 mL) IM post-operasi.
  • Bila perlu, injeksi berikutnya dapat diberikan dengan interval 3-4 jam dengan dosis dinaikkan menjadi 10 unit (0,5 mL).
Diabetes insipidus sentral:
dosis sangat bervariasi, dititrasi berdasarkan osmolalitas dan kadar sodium urin dan serum, keseimbangan cairan dan output urin.
Penggunaan vasopresin tidak praktis untuk terapi kronis.
  • Dewasa: 5-10 unit (0,25 sampai 0,5 mL) subkutan atau IM diulang 2 sampai 4 kali sehari sesuai kebutuhan. Rentang dosis: 5-60 unit sehari.
  • Anak-anak: 2,5-10 unit 2-4 kali/hari subkutan atau IM sesuai kebutuhan.
Infus IV kontinu (rute unlabeed):
  • laju infus optimum belum ditetapkan, ada banyak protokol.
  • Anak-anak: dosis awal: 0,0005 unit/kg/jam, naikkan dosis sebesar 0,0005 unit/kg/jam tiap 5-10 menit sesuai kebutuhan untuk mencapai penurunan output urin yang memadai (dosis maksimum: 0,01 unit/kg/jam).
  • Catatan: meskipun titrasi dosis menurut uji klinis adalah tiap 5-10 menit, lebih jarangnya frekuensi titrasi (tiap 30 menit) mungkin lebih tepat dilakukan karena sesuai dengan waktu paruh vasopresin.
  • Radiografi diagnostik abdomen: Dewasa 2 injeksi subkutan atau IM 10 unit (0,5 mL) tiap kali, satu dosis diberikan 2 jam dan kemudian 0,5 jam sebelum paparan film.

Efek Samping:
  1. Frekuensi tidak diketahui. Kardiovaskular: aritmia, asistol (>0,04 unit/menit), tekanan darah naik, curah jantung berkurang (>0,04 unit/menit), nyeri dada, infark miokard, vasokonstriksi (pada dosis yang lebih tinggi), trombosis vena.
  2. Sistem saraf pusat: kepala berdenyut, demam, vertigo.
  3. Dermatologis: lesi kulit iskemik, pallor circumoral, urtikaria.
  4. Gastrointestinal: kram abdomen, kembung, iskemia mesenterik, nausea, vomiting.
  5. Genitourinari: kontraksi urin.
  6. Neuromuskular dan skeletal: tremor.
  7. Respiratori: konstriksi bronkial.
  8. Lain-lain: diaforesis.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan kejang, migrain, asma, penyakit vaskular, penyakit ginjal, penyakit jantung; nefritis kronis dengan retensi nitrogen, goiter dengan komplikasi jantung, atau arteriosklerosis.
  2. Infiltrasi intravena dapat menyebabkan vasokonstriksi berat dan nekrosis jaringan lokal, gangren di ekstremitas, lidah, dan kolitis iskemik.
  3. Dapat menyebabkan intoksikasi air
  4. tanda-tanda awal: mengantuk, kurang energi/gairah, dan sakit kepala; hal ini harus dikenali untuk mencegah koma dan kejang.
  5. Terhadap kehamilan dan menyusui: tingkat risiko C.
  6. Penelitian reproduksi pada hewan belum pernah dilakukan.
  7. Vasopresin sudah digunakan dengan aman selama kehamilan berdasarkan laporan kasus.
  8. Vasopresin diekskresikan ke dalam air susu sehingga gunakan dengan hati-hati pada ibu menyusui.
  9. Terhadap anak-anak: keamanan dan efikasi vasopresin sebagai terapi vasopresor untuk menyelamatkan jiwa anak (advanced life support) belum ditetapkan.
  10. Beberapa ahli mengatakan belum cukup bukti untuk membuat rekomendasi terkait penggunaan rutin vasopresin pada kasus henti jantung pada pasien anak.
  11. Terhadap gangguan hati: beberapa pasien sirosis berespon pada dosis vasopresin yang sangat rendah.
  12. Terhadap lansia: untuk menghindari kejadian intoksikasi air dan hiponatremia, pasien lansia seharusnya berhati-hati agar tidak menambah asupan cairan melebihi jumlah yang cukup untuk mengatasi rasa haus; dalam penelitian, lansia telah menunjukkan respon yang berkurang terhadap vasopresin dengan melihat efeknya pada homeostasis air.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Sediaan yang beredar di luar negeri: Injeksi 20 unit/mL.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Injeksi vasopresin tidak boleh dibekukan dan seharusnya disimpan pada suhu 15-30 °C.
  • Lindungi dari panas.
  • Hanya gunakan larutan yang jernih.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: