Tetes Telinga (Guttae Auriculares)

Beberapa Definisi Mengenai Obat Tetes Telinga (Guttae Auriculares):
  1. Tetes Telinga (Guttae Auriculares) adalah obat tetes yang digunakan untuk telinga dengan cara meneteskan obat ke dalam telinga. Kecuali dinyatakan lain, tetes telinga dibuat menggunakan cairan pembawa bukan air (FI III).
  2. Tetes Telinga (Guttae Auriculares) adalah bentuk larutan, suspensi atau salep yang digunakan pada telinga dengan cara diteteskan atau dimasukkan dalam jumlah kecil ke dalam saluran telinga untuk melepaskan kotoran telinga (lilin telinga) atau untuk mengobati infeksi, peradangan atau rasa sakit (Ansel)
  3. Tetes Telinga (Guttae Auriculares) adalah bahan obat yang dimasukkan ke dalam saluran telinga, yang dimaksudkan untuk efek lokal, dimana bahan-bahan obat tersebut dapat berupa anestetik lokal, peroksida, bahan-bahan antibakteri dan fungisida, yang berbentuk larutan, digunakan untuk membersihkan, menghangatkan, atau mengeringkan telinga bagian luar.
  4. Tetes Telinga (Guttae Auriculares) adalah bentuk dari obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi telinga, khususnya infeksi pada telinga bagian luar dan saluran telinga (otitis eksterna).


Komposisi Tetes Telinga (Guttae Auriculares):
Pada umumnya sediaan tetes telinga dalam bentuk larutan atau suspensi. Pembawa yang sering digunakan antara lain:
1. Gliserin
2. Propilen glikol
3. PEG dengan BM kecil seperti PEG 300

Pembawa yang kental ini memungkinkan kontak antara obat dengan jaringan telinga yang lebih lama. Selain itu karena sifat higroskopisnya, memungkinkan menarik kelembaban dari jaringan telinga sehingga mengurangi peradangan dan membuang lembab yang tersedia untuk proses kehidupan mikroorganisme yang ada.


Sifat Fisiko Kimia Yang Harus Diperhatikan Pada Sediaan Tetes Telinga (Guttae Auriculares):

1. Kelarutan
Kebanyakan senyawa obat larut dalam cairan pembawa yang umum digunakan pada sediaan tetes telinga, jika senyawa obat tidak larut dalam cairan pembawa maka bisa dibuat sediaan suspensi. Karena kebanyakan zat pembawa merupakan zat yang kental, maka pada pembuatan sediaan suspensi untuk tetes telingan tidak perlu ditambahkan zat pensuspensi.

2. Viskositas
Viskositas sediaan tetes telinga penting untuk diperhatikan karena dapat menjamin sediaan bisa lama berada di dalam saluran telinga.

3. Sifat surfaktan
Dengan adanya surfaktan akan membantu proses penyebaran sediaan dan melepaskan kotoran pada telinga.

4. Pengawet
Pada sediaan tetes telingan yang menggunakan gliserin, propilen glikol sebagai pembawa tidak perlu ditambahkan zat pengawet.

5. Sterilisasi
Sediaan tetes telingan tidak perlu dibuat secara steril, yang penting bersih.

6. pH optimum untuk larutan berair yang digunakan pada telinga utamanya adalah dalam pH asam. Fabricant dan Perlstein menemukan range pH antara 5-7, 8. keefektifan obat telinga sering bergantung pada pH-nya. Larutan alkali biasanya tidak diinginkan karena tidak fisiologis dan menyediakan media yang subur untuk penggandaan infeksi.

Ketika pH telinga berubah dari asam menjadi alkali, bakteri dan fungi akan tumbuh lebih cepat. Sering perbedaan dalam keefektifan antara dua obat yang sama itu adalah karena kenyataan bahwa yang satu asam sedangkan yang lainnya basa, Larutan untuk telinga biasanya memakai wadah botol drop dan harus jernih atau dalam bentuk suspensi yang seragam (Scoville’s: 257)

Evaluasi Sediaan Tetes Telinga (Guttae Auriculares):
1. Keseragam bobot dan volume.
2. pH.
3. Viskositas.
4. Bentuk, Penampilan dan bau.

Wadah Dan Penyimpanan Tetes Telinga (Guttae Auriculares):
Sediaan tetes telingan dikemas pada kemasan yang bisa meneteskan sediaan. Sediaan harus disimpan pada temperatur kamar atau dalam lemari es tapi bukan dalam freezer.

Konseling Pasien:
1. Cara pemakaian sediaan tetes telinga.
Baca Juga: Cara Pemakaian Obat Tetes Telinga
2. Penyimpanan.

Subscribe to receive free email updates: