Simetidin

Simetidin merupakan Antagonis histamin H2. Simetidin secara kompetitif menghambat histamin pada H2 reseptor dari sel parietal lambung sehingga sekresi asam lambung, volume lambung berkurang, dan kosentrasi ion hidrogen berkurang.
Simetidin
struktur kimia Simetidin

Indikasi:
Benign gastric, tukak lambung, tukak duodenal, refluks esofagitis, Zollinger-Ellison syndrome, GERD

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap Simetidine atau komponen lain dalam produk.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Pasien diabetes, immunocompromised, penyakit paru kronis berisiko terhadap berkembangnya community-acquired pneumonia.
  2. Pasien lansia (> 50 tahun) dan penderita liver atau ginjal merupakan faktor risiko untuk berkembangnya kondisi bingung (confusional) yang berulang/reversibel.
  3. Neonatus yang lahir dengan bobot sangat ringan (401-1500 g) meningkatkan risiko terjadinya necrotizing enterocolitis.
  4. Pemberian IV bolus (garam HCl) yang cepat dapat berisiko terhadap terjadinya aritmia dan hipotensi.

Efek Samping:
  1. Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:
  2. Lelah
  3. Nyeri otot
  4. Pusing
  5. Sakit kepala
  6. Diare

Dosis dan Cara Pemakaian:
Oral: minum obat saat makan sehingga puncak efek obat terjadi pada waktu yang tepat.
Dosis Dewasa :
  • Pengobatan Tukak duodenal: 800 mg per oral pada malam hari, 400 mg per oral sehari 2 kali, atau 300 mg per oral sehari 4 kali atau 300 mg IM/ IV setiap 6-8 jam.
  • Pemeliharaan tukak duodenal: 400 mg per oral atau IM/ IV pada malam hari.
  • Pengobatan Tukak peptik per oral: 800 mg pada malam hari atau 300 mg sehari 4 kali. Secara IV/IM: 300 mg diberikan setiap 6-8 jam hingga maksimum 2400 mg/hari. Pemeliharaan tukak peptik: 400 mg per oral pada malam hari.
  • Refluks esofageal: 1600 mg per oral sehari dalam 2 atau 4 dosis terbagi. Perdarahan gastrointestinal bagian atas, profilaksis: 50 mg/jam infus IV kontinyu sampai 7 hari.
  • Zollinger-Ellison syndrome: 300 mg per oral sehari 4 kali atau 300 mg IM/IV setiap 6-8 jam, dosis maksimum 2400 mg/hari.
Dosis anak-anak:
  • Pemeliharaan tukak peptik untuk anak usia 16 tahun: 400 mg per oral pada malam hari.
  • Untuk anak usia < 16 tahun, tidak dianjurkan kecuali dengan persetujuan dokter setelah mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
  • Dalam beberapa pengalaman telah digunakan dosis: 20-40 mg/kg/hari.
  • Penyesuaian dosis: Gangguan ginjal, CrCL kurang dari 30 ml/mnt, setengah dosis yang dianjurkan.
  • Gangguan ginjal parah, 300 mg tiap 12 jam, dapat ditingkatkan menjadi tiap 8 jam.
  • Penyakit liver berat: pengurangan 50% dosis.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet/Kaplet: 200 mg dan 400 mg,
2. Kapsul: 200 mg,
3. Ampul: 100 mg/ml, 200 mg/2 ml.

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Simetidine tablet, Simetidine HCl larutan oral dan injeksi disimpan pada suhu 15-30° C, dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
  • Sediaan injeksi Simetidine tidak boleh disimpan dalam lemari es.

Pustaka:
-ISO. INDONESIA.Volume 49
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: