Rifampisin

loading...
Rifampisin adalah obat golongan antibiotik spektrum luas. Rifampisin banyak dipakai untuk menanggulangi infeksi Mycobacterium tuberculosis. Rifampisin juga efektif menghadapi infeksi Staphylococcus dan Neisseria meningitidis.
Rifampisin
struktur kimia Rifampisin

Indikasi:
  1. Tuberkulosis, dalam kombinasi dengan obat lain.
  2. Leprae
  3. Profilaksis meningitis meningococcal dan infeksi haemophilus influenzae.
  4. Brucellosis, penyakit legionnaires, endocarditis dan infeksi staphylococcus yang berat dalam kombinasi dengan obat lain.

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitivitas terhadap rifampisin atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan
  2. Penggunaan bersama amprenavir, saquinafir/rotonavir (kemungkinan dengan proease inhibitor), jaundice (penyakit kuning)

Dosis dan Cara Pemakaian:
Oral (Dosis IV infusi sama dengan pemberian peroral)
Terapi Tuberkulosis
Catatan: Regimen empat obat (isoniazid, rifampisin, pirazinamid dan etambutol) lebih disukai untuk pengobatan awal, empirik TB
Dosis Bayi dan anak-anak < 12 tahun
  • Terapi harian: 10-20 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari)
  • Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy): 10-20 mg/kg (maksimal 600 mg/hari)
Dosis Dewasa
  • Terapi harian: 10 mg/kg/hari biasanya sebagai dosis tunggal (maksimal 600 mg/hari)
  • Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy): 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari)
  • 3 kali/minggu: 10 mg/kg (maksimal 600 mg/hari)
Infeksi tuberkulosis latent (yang belum nampak): sebagai alternatif untuk isoniazid:
  • Anak-anak: 10-20 mg/kg/perhari (maksimal: 600 mg/hari) selama 6 bulan
  • Dewasa: 10 mg/kg/hari (maksimal: 600 mg/hari) selama 4 bulan
Profilaksis H. Influenzae (unlabeled use)
  • Bayi dan anak-anak: 20 mg/kg/hari tiap 24 jam selama 4 hari, tidak lebih dari 600 mg/dosis
  • Dewasa: 600 mg setiap 24 jam selama 4 hari
  • dewasa: Multibacillary: 600 mg sekali sebulan selama 24 bulan dalam kombinasi dengan ofloksasin dan minosiklin
  • Paucibacillary: 600 mg sekali sebulan selama 6 bulan dalam kombinasi dengan dapson
  • Lesi tunggal: 600 mg sebagai dosis tunggal dalam kombinasi dengan ofloksasin 400 mg dan minosiklin 100 mg
Profilaksis meningitis meningococcal.
  • Bayi, 1 bulan: 10 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari
  • Bayi = 1 bulan dan anak-anak: 20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama 2 hari (maksimal 600 mg/dosis)
  • Dewasa: 600 mg tiap 12 jam selama 2 hari Staphylococcus aureus pada nasal carrier (unlabeled use):
  • Anak-anak: 15 mg/kg/hari dibagi tiap 12 jam selama 5-10 hari dalam kobinasi dengan antibiotik lain
  • Dewasa: 600 mg/hari selama 5-10 hari dalam kombinasi dengan antibiotik lain
Penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan hepar: penurunan dosis diperlukan untuk meurunkan hepatotoksisitas

Hemodialysis atau peritoneal dialysis: konsentreasi plasma rifampisin tidak signifikan dipengaruhi oleh hemodialisis atau dialisis peritoneal.

Efek Samping:
  1. Gangguan saluran cerna seperti anoreksia, mual, muntah, diare (dilaporkan terjadi kolitis karena penggunaan antibiotika)
  2. sakit kepala,
  3. drowsiness
  4. gejala berikut terjadi terutama pada terapi intermitten termasuk gelala mirip influenza (dengan chills, demam, dizziness, nyeri tulang), gejala pada respirasi (termasuk sesak nafas), kolaps dan shock, anemia hemolitik, gagal ginjal akut, dan trombositopenia purpura; gangguan fungsi liver, jaundice(penyakit kuning); flushing, urtikaria dan rash;
  5. efek samping lain dilaporkan: edema, muscular weakness dan myopathy, dermatitis exfoliative, toxic epidermal necrolysis, reaksi pemphigoid, leucopenia, eosinophilia, gangguan menstruasi
  6. urin, saliva dan sekresitubuh yang lain berwarna orange-merah
  7. tromboflebitis dilaporkan pada penggunaan secara infus pada periode yang lama.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Kerusakan hati (periksa tes fungsi hati dan pemeriksaan darah pada gangguan hati, ketergantungan alkohol, dan pada terapi dalam jangka waktu yang lama)
  2. kerusakan ginjal (jika digunakan dosis di atas 600 mg sehari)
  3. kehamilan dan menyusui
  4. porfiria
  5. Penting: pasien yang menggunakan hormon kontrasepsi disarankan untuk menggantinya dengan alternatif kontrasepsi lain seperti IUD, karena efek obat kontrasepsi menjadi tidak efektif akibat adanya interaksi obat.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Kapsul: 150 mg, 300 mg, 450 mg, 600 mg
2. Sirup: 20 mg/ml, 100 mg/120 ml

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Serbuk rifampisin berwarna merah kecoklatan.
  • Vial yang utuh harus disimpan pada suhu kamar dan dihindarkan dari cahaya dan panas yg berlebihan.
  • Rekonstitusi serbuk untuk injeksi dengan SWFI
  • untuk injeksi larutkan dalam sejumlah volume yg tepat dengan cairan yang kompatibel (contoh: 100 ml D5W).
  • Vial yang telah direkontitusi stabil selama 24 jam pada suhu kamar.
  • Stabilitas parenteral admixture pada penyimpanan suhu kamar (25°C) adalah 4 jam untuk pelarut D5W dan 24 jam untuk pelarut NS

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: