Ramipril

Ramipril merupakan ACE inhibitor, seperti ACEI yang lain bekerja dengan blok pada konversi angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 yang merupakan vasokonstriktor poten. dimana dengan blok pada angiotensin 2 dapat berdampak pada penurunan sekresi aldosteron, penurunan tahanan perifer serta efek vasodilatasi dan penurunan tekanan darah. Ramipril merupakan prodrug yang memiliki metabolit aktif ramiprilat.
Ramipril
struktur kimia Ramipril

Indikasi:
Hipertensi, Gagal jantung kongesti-Infark miokard, Mengurangi risiko kardiovakular pada pasien dengan risiko tinggi kardiovakular.

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitifitas pada ramipril/ramiprilat/komponen lain dalam sediaan, mempunyai sejarah angioedema terhadap ACEI lain.
  2. penggunaan bersama aliskiren pada pasien dengan diabetes atau gangguan ginjal (GFR < 60 mL/menit/1,73 m2).

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis Oral Dewasa:
Hipertensi (belum menerima diuretik)
  • Dosis awal: 2,5 mg 1x/hari; dosis pemeliharaan 2,5-20 mg 1x/hari ata dalam 2 dosis terbagi.
  • Dosis awal: 1,25 mg dapat diberikan apabila diuretik juga digunakan.
Penurunan risiko kardiovaskular pada pasien dengan risiko tinggi kardiovaskular
  • Dosis awal: 2,5 mg 1x/hari selama 1 minggu lalu diikuti dosis 5 mg 1x/hari selama 3 minggu
  • dosis pemeliharaan 10 mg (apabila ditoleransi) 1x/hari atau dalam 2 dosis terbagi.
Gagal jantung kongesti infark miokard
  • Dosis awal: 1,25-2,5 mg 2x/hari selama 1 minggu; dosis pemeliharaan 5 mg (apabila ditoleransi) 2x/hari dan titrasi dosis tiap interval 3 minggu
Infark miokard
  • Dosis awal: 2,5 mg 2x/hari
  • titrasi dosis hingga 5 mg 2x/hari.
  • Sebelum menggunakan ramipril sebaiknya menghentikan penggunaan diuretik 2-3 hari sebelumnya.
  • Apabila penggunaan diuretik, maka dapat digunakan dosis awal 2,5 mg 1x/hari dan diuretik dapat ditambahkan apabila penggunaan ramipril tunggal tidak dapat kontrol tekanan darah.

Dosis pada anak-anak
data efektivitas dan keamanan pada anak-anak belum ada.
Gangguan Ginjal
  • GFR (mL/menit): 20-50 tak perlu penyesuaian dosis;
  • GFR (mL/menit): 10-20 dan < 10 dosis awal 1,25 mg/hari dan ditingkatkan sesuai respon.
  • dosis maksimal 5 mg/hari.

Efek Samping:
  1. Kardiovaskular: hipotensi
  2. Neurologi: asthenia, pusing, sakit kepala
  3. Respiratori: batuk
  4. Lain: lemas/fatigue.
  5. kulit: Stevens-Johnson syndrome
  6. Gastrointestinal: angioedema intestinal,
  7. Pankreatitis
  8. Hati: nekrosis hepatik, hepatotoksisitas
  9. Sistem imun: reaksi anafilaktoid.

Peringatan dan atau Perhatian:
Perhatian
  1. Penggunaan pada trimester 2 dan 3 dapat menyebabkan morbiditas dan kematian pada janin dan neonatal sehingga disarankan penggunaan pada kehamilan
  2. Agranulositosis dan neutropenia dapat terjadi khususnya pada pasien dengan gangguan ginjal dan adanya penyakit vascular yang melibatkan kolagen sehingga perlu dimonitor
  3. Angioedema pada wajah, ekstrimitas, bibir, lidah, laring, usus, dan glottis.
  4. Apabila terjadi maka disarankan penghentian penggunaan ACEi
  5. Memiliki riwayat angioedema walaupun tidak terkait ACEi karena dapat meningkatkan risiko terjadinya angioedema
  6. Risiko anafilaksis yang mengancam jiwa pada penggunaan bersama terapi hymenoptera venom desentization
  7. hemodialisis dengan membran high influx
  8. Penggunaan bersama dengan telmisartan tidak direkomendasikan
  9. Risiko hipotensi yang terkait dengan oliguria, azotemia dan gagal ginjal akut atau kematian pada penggunaan ramipril pada pasien dengan gagal jantung kongesti berat dengan atau tanpa gangguan ginjal
  10. Risiko hipotensi simptomatik pada pasien gagal jantung, pasca infark miokard sehingga dipertimbangkan penurunan dosis
  11. Risiko toksisitas obat pada pasien dengan gangguan fungsi hati
  12. Terdapat risiko sindrom hepatik yang ditandai dengan jaundice kolestatik dan perkembangan ke arah nekrosis hepatik fulminan dan juga dapat mengakibatkan kematian sehingga pertimbangan untuk penghentian obat apabila terjadi jaundice atau peningkatan enzim hati.
  13. Penggunaan bersama dengan suplemen kalium, riwayat diabetes, gangguan fungsi ginjal dapat meningkatkan risiko hiperkalemia
  14. Stenosis arteri ginjal unilateral atau bilateral
  15. peningkan BUN dan serum kreatinin dapat terjadi sehingga perlu dimonitor
  16. Gangguan fungsi ginjal akibat peningkatan serum kreatinin atau BUN sehingga perlu monitoring dan pertimbangan untuk penurunan dosis dan atau penghentian terapi.
  17. Risiko hipotensi pada operasi atau anastesi; pasien dengan deplesi cairan dan atau garam.
  18. Kehamilan kategori C dimana terdapat risiko pada trimester 2 dan 3, demikian juga pada trimester pertama masih belum dapat dipastikan keamanannya karena juga ada data terjadinya kecatatan kongenital pada trimester 1.
  19. Menyusui menurut the american academy of pediatrics ramipril kompatibel untuk digunakan pada ibu menyusui.
  20. Anak-anak tidak ada data efektifitas dan keamanan pada anak-anak.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Kapsul 1,25 mg, 2,5 mg, 5 mg, 10 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas:
simpan pada kemasan kedap udara dan terlindung dari cahaya.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: