Prednison

loading...
Prednisone adalah obat kortikosteroid sintetis yang sangat efektif sebagai obat imunosupresan. Prednison digunakan untuk mengobati penyakit tertentu inflamasi, beberapa penyakit autoimun, dan beberapa jenis kanker, tetapi memiliki efek samping yang signifikan.
Prednison
struktur kimia Prednison

Indikasi:
Gangguan endokrin: Insufisiensi adrenokortikal primer atau sekunder (hidrokortison atau kortison merupakan pilihan pertama, namun analog sintetisnya juga dapat digunakan)

Kontra Indikasi:
Infeksi jamur sistemik dan hipersensitivitas terhadap prednison atau komponen-komponen obat lainnya.

Dosis dan cara Pemakaian:
  • Prednison adalah kortikosteroid sintetik yang umum diberikan per oral, tetapi dapat juga diberikan melalui injeksi intra muskular (im, iv), per nasal, atau melalui rektal.
  • Dosis awal sangat bervariasi, dapat antara 5-80 mg per hari, bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit serta respon pasien terhadap terapi.
  • Tetapi umumnya dosis awal diberikan berkisar antara 20-80 mg per hari.

Efek Samping:
Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit:
  • Retensi cairan tubuh
  • Retensi natrium
  • Gangguan Muskuloskeletal:
  • Lemah otot
  • Miopati steroid
  • Hilangnya masa otot
  • Osteoporosis
Gangguan Pencernaan:
  • Borok lambung (peptic ulcer) kemungkinan disertai perforasi dan perdarahan
  • Peningkatan SGPT (glutamate piruvat transaminase serum)
  • SGOT (glutamate oksaloasetat transaminase serum), dan enzim fosfatase alkalin serum.
  • Umumnya tidak tinggi dan bersifat reversibel, akan turun kembali jika terapi dihentikan.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Pasien yang sedang dalam terapi imunosupresan sangat rentan terhadap infeksi, antara lain infeksi oleh virus, bakteri, jamur, protozoa, dan lain-lain.
  2. Oleh sebab itu harus benar-benar dijaga agar terhindar dari sumber infeksi.
  3. Kortikosteroid dapat menutupi gejala-gejala infeksi atau penyakit lain, dan infeksi baru dapat saja terjadi dalam periode penggunaannya.
  4. Terapi kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan katarak subkapsular posterior, glaucoma, yang juga dapat merusak syaraf penglihatan, dan dapat memperkuat infeksi mata sekunder yang disebabkan oleh virus ataupun jamur.
  5. Pemberian vaksin hidup ataupun vaksin hidup yang dilemahkan, merupakan kontraindikasi untuk pasien yang sedang mendapat terapi kortikosteroid dosis imunosupresan.
  6. Vaksin yang dibunuh atau diinaktifkan dapat saja diberikan, tetapi responnya biasanya tidak memuaskan.
  7. Pemberian kortikosteroid pada pasien hipotiroidism ataupun sirosis biasanya menunjukkan efek kortikosteroid yang lebih kuat.
  8. Kortikosteroid harus diberikan secara sangat berhati-hati pada pasien dengan herpes simpleks okular karena risiko terjadinya perforasi kornea.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet: 5 mg

Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15-30 °C

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: