Pirazinamid

loading...
Pirazinamid adalah obat yang dipakai untuk mengobati tuberkulosis. Pirazinamid sebagian besar bakteriostatik, tetapi dapat bakterisida secara aktif mereplikasi bakteri tuberkulosis. Bakteriostatik atau bakterisid tergantung pada konsentrasi obat pada tempat infeksi
struktur kimia Pirazinamid

Indikasi:
Tuberkulosis, dalam kombinasi dengan obat lain.

Kontra Indikasi:
Hypersensitif terhadap pyrazinamid atau komponen dalam formulasinya, gout akut, kerusakan hati yang berat.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Oral: Pengobatan tuberkolosis
Catatan: Digunakan sebagai bagian dari multidrug regimen.
Regimen pengobatan meliputi fase pengobatan awal 2 bulan, diikuti dengan fase lanjutan 4 hingga 7 bulan; frekuensi dan dosis berbeda tergantung dari fase terapi
  • Anak-anak: Terapi harian 15-30 mg/kg/hari (maksimum: 2 g/hari)
  • Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy): 50 mg/kg/dosis (maksimal 4 g/dosis)
  • Dewasa: Terapi harian 15-30 mg/kg/hari 40-55 kg: 1000 mg 56-75 kg: 1500 mg76-90 kg: 2000 mg
  • Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy): 50 mg/kg 40-55 kg: 2000 mg 56-75 kg: 3000 mg76-90 kg: 4000 mg
  • Tiga kali seminggu DOT (directly observed therapy): 25-30 mg/kg (maksimal 2,5 g) 40-55 kg: 1500 mg; 56-75 kg: 2500 mg; 76-90 kg: 3000 mg
  • Pasien usia lanjut: mulai dari dosis harian yang lebih rendah (15 mg/kg) dan ditingkatkan sampai dosis yang masih dapat ditoleransi
  • Penyesuaian dosis pada kerusakan ginjal: Cl cr < 50 mL/menit: Hindari penggunaan obat atau turunkan dosis hingga 12-20 mg/kg/hari
Hindari penggunaan pada hemodialysis atau peritoneal dialysis, juga pada continous arterivenous atau venous hemofiltration.
Penyesuaian dosis kerusakan hati: pengurangan dosis.

Efek Samping:
Hepatotoksisitas termasuk demam, anoreksia, hepatomegali, splenomegali, jaundice, gagal hati; mual, muntah,kemerahan, disuria, atralgia, anemia sideroblastik, ruam dan kadang-kadang fotosensitivitas.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Kehamilan, kerusakan hati (monitor fungsi hati)
  2. diabetes
  3. gout (dihindari pada serangan akut), porfiria.
  4. Penggunaan obat pada pasien dengan penyakit hati: pasien atau keluarganya harus diberitahu tanda-tanda gangguan fungsi hati, dan menyarankan untuk tidak meneruskan pengobatan dan segera memeriksakan diri jika timbul gejala seperti: mual, muntah, malaise dan jaundice.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 250 mg, 500 mg

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Pirazinamid tablet harus disimpan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15-30°C.
  • Tablet yang mengandung kombinasi tetap rifampisin, isoniazid dan pirazinamid harus dilindungi dari kelembaban yang berlebihan, dan disimpan pada 15-30°C

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: