Pirantel Pamoat

Pirantel Pamoat Berikatan dengan reseptor asetilkolin tipe nikotinik sehingga terjadi penghambatan depolarisasi otot polos cacing menjadikan cacing akan paralisis dalam keadaan kaku. Seliain itu pirantel juga menghambat kolinesterase.
Pirantel Pamoat
struktur kimia Pirantel Pamoat

Indikasi:
Pengobatan cacing: Enterobius vermicularis, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Ancilostoma duodenale.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap Pirantel Pamoat.

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Dosis: untuk anak dan dewasa: Ascaris lumbricoides, Enterobius vermicularis, atau Trichostrongyliasis: 11 mg/kg BB dosis tunggal maksimum 1 gr, dan pemberian untuk seluruh keluarga yang berkontak dengan pasien. Enterobius vermicularis pengobatan diulangi setelah 2 minggu.
  • Cara pemberian: oral bersama jus dan susu.
  • Lama penggunaan: sesuai petunjuk pada dosis.

Efek Samping:
  1. Susunan syaraf pusat: Demam, sakit kepala, pusing
  2. Kulit: Rash
  3. Saluran cerna: Kram abdomen, diare, mual dan muntah, anoreksia dan tenesmus.
  4. Hepatik: Gangguan enzim hepar
  5. Neuromuskuler: Letih dan lesu.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati, anemia, malnutrisi, ibu hamil.
  2. Faktor risiko C pada kehamilan.
  3. Tidak boleh diberikan pada usia <2 tahun.

Interaksi Dengan Obat Lain:
Menurunkan efek Piperazin

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Suspensi Dalam Bentuk Garam Pamoat Dalam Botol 30 ml, 60 ml dan 240 ml.
2. Tablet sebagai Garam Pamoat 180 mg/Tablet.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Stabilitas: dipengaruhi oleh sinar matahari langsung
  • Penyimpanan: lindungi dari cahaya matahari langsung

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: