Penyebab Dan Cara Pengobatan Gonorhoe

loading...
Gonorhoe adalah infeksi bakteri di alat kelamin, dubur atau tenggorokan. Gonorhoe adalah penyakit menular seksual yang paling sering terjdi dan paling mudah terjadi. Penyakit gonore ini dapat mneyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya terutama pada kulit dan persendian. Bila penyakit gonore ini menyerang wanita, maka wanita tersebut bisa merasakan nyeri panggul serta gangguan reproduksi.


Penyakit gonore ini tidak hanya menyerang pria dan wanita dewasa. Namun bayi yang baru lahir sekalipun bisa terinfeksi gonore dari ibunya bila selama proses kelahiran terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan mengeluarkan nanah. Bila tidak segera ditangani dan diobati, bisa menyebabkan kebutaan pada bayinya.

Penyebab Gonorhoe:
  1. Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae (gonococcus), yang merupakan diplococcus gram negatif. Kuman ini terutama menginfeksi selaput lendir manusia, yaitu alat kelamin, liang dubur, selaput lendir mata, dan tenggorokan.
  2. Gonorhoe dapat menular kalau seseorang melakukan hubungan seks vaginal, dubur atau mulut dengan seseorang yang sudah mengalami infeksi tersebut tanpa memakai kondom.
  3. Untuk laki-laki yang mengalami infeksi saluran kencing, gejala-gejalanya biasanya muncul dalam waktu 2-10 hari setelah terinfeksi, namun terkadang gejalanya hanya muncul setelah beberapa bulan.

Gambaran klinik Gonorhoe:
  1. Biasanya penyakit ini menunjukan gejala setelah 2 sampai 10 hari berkontak ke yang menderita penyakit ini. Pada laki-laki umumnya penyakit ini ditandai dengan radang saluran keluar air seni dengan gejala nyeri sewaktu berkemih dan mengeluarkan cairan putih dari saluran kemihnya. Namum pengeluaran cairan putih, ataupun yang kuning, yang kental ataupun yang encer bisa disebabkan oleh kuman lain, sehingga sifat cairan ini tidak memastikan penyakit ini.
  2. Sedangkan pada wanita bisa menunjukan gejala nyeri pada perut bagian bawah, keputihan dan kadang-kadang pendarahan yang tidak normal dari rahim serta rasa tak nyaman pada liang dubur. Namun semua gejala itu pun tidak khas bagi gonorhoe, hal ini bisa juga disebabkan oleh penyakit lain sehingga perlu di periksa dengan teliti.
  3. Pada wanita infeksi gonorhoe bisa berlanjut menjadi peradangan alat dalam panggul yang menjalar dari bibir rahim, ke dalam rahim, ke saluran telur dan ke seluruh alat dalam panggul, biasanya terjadi selama haid. Gejala penyakit ini meliputi demam dan nyeri perut bagian bawah. Mungkin juga terdapat pengeluaran cairan kekuningan dari dalam bibir rahim dan nyeri tekan pada rahim pada waktu pemeriksaan dalam atas alat-alat panggul. Radang alat-alat panggul ini bisa menyebabkan strerilitas, kehamilan di luar kandungan dan nyeri panggul yang menahun.
Komplikasi setempat pada laki-laki dan wanita, bisa juga terjadi komplikasi di tempat lain, akibat penyebarannya kuman gonorhoe melalui darah, dan kira-kira 2/3 pasiennya wanita. Bisa terjadi radang sendi dan kulit yang di tandai demam, nyeri sendi dan bengkak sendi, menggigil serta kelainan kulit berbentuk nanah dan gelembung. Radang sendi melibatkan beberapa sendi, sering melibatkan sendi pergelangan tangan, jari-jari, sendi lutut dan sendi pergelangan kaki. Manifestasi lazim lainnya meliputi radang selaput pembukus jantung (perikarditis), dan radang hati (hepatitis). Kadang-kadang terjadi radang lapisan dalam jantung dan selaput otak.

Diagnosis Gonorhoe:
Gonorhoe dan klamidia dapat diketahui dengan sampel yang diseka dari saluran kemih, dubur atau tenggorokan. Penting agar pasien tidak buang air kecil selama paling tidaknya tiga jam sebelum menjalani tesnya.

Penatalaksanaan/Pengobatan Gonorhoe:
  1. Kerentanan Neisseria gonorrhoeae terhadap antibiotik sangat bervariasi di dunia. Resistensi terhadap kuinolon semakin meningkat, terutama di Asia Tenggara dimana sampai 20% strain  telah resisten.
  2. Infeksi akut tanpa komplikasi
  3. Infeksi dengan komplikasi: Siprofloksasin 500 mg dua kali sehari selama 5-7 hari per oral.
Obat pilihan lain:
  • Penisilin prokain 2,4 juta IU, diberikan I.M, sedang dosis untuk wanita 4,8 juta IU.
  • Ampisilin dosis tunggal 3,5 gram + 1 gram probenesid
  • Amoksisilin 3 gram + 1 gram probenesid
  • Tiamfenikol oral dosis tunggal 2,5-3,5 gram, tetapi tidak dianjurkan pada wanita hamil
  • Bila kuman penyebab diduga resisten terhadap penisilin (penicillinase producing. N. gonorrhoeae = PPNG), maka obat terpilih adalah tiamfenikol atau kuinolon baru.

Daftar Pustaka:
-Dipiro et all, 2006: Pharmacotherapy
-ISFI, 2009: Iso farmakoterapi indoneisia
-Depkes, 2007: Pedoman Pengobatan Dasar di PUSKESMAS
loading...

Subscribe to receive free email updates: