Oralit

Oralit adalah larutan untuk merawat diare, Oralit sering disebut rehidrasi oral. Larutan ini mempunyai komposisi campuran Natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat dan natrium bikarbonat. Natrium klorida dan kalium klorida diabsorpsi dengan baik di saluran pencernaan, mengganti kehilangan elektrolit, mengoreksi gangguan keseimbangan elektrolit. Kelebihan natrium sebagian besar diekskresi melalui ginjal, dan sejumlah kecil melalui feses dan keringat.
Oralit
Oralit mengandung alkalinising agent untuk mengantisipasi asidosis: sedikit hypo-osmolar (kira-kira 250 mmol/liter) untuk mencegah kemungkinan induksi diare osmotik. Komposisi larutan rehidrasi oral (oralit) yang rasional adalah bahwa absorpsi glukosa tergabung pada transport aktif elektrolit, absorpsi tersebut secara teori meningkatkan efisiensi ketika rasio karbohidrat: natrium mendekati

Indikasi:
Mencegah dan mengobati dehidrasi (kehilangan cairan dan elektrolit) akibat diare, muntah berak (kolera) dan travellers gastroenteritis.

Kontra Indikasi:
  1. Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus.
  2. Pasien dengan hipersensitivitas, depresi pernapasan yang parah.
  3. Injeksi intratekal dan epidural tidak boleh digunakan pada kasus pemberian yang kontraindikasi dengan rute ini, seperti infeksi pada tempat penyuntikan, perdarahan diatesis yang tidak terkontrol, penggunaan antikoagulan atau penggunaan kortikosteroid injeksi dalam 2 minggu.

Efek Samping:
Efek samping yang sering terjadi:
  1. Gangguan keseimbangan elektrolit: gangguan keseimbangan elektrolit akibat kelebihan natrium. Hal ini dapat juga diakibatkan oleh efek anion yang spesifik.
  2. Retensi natrium berlebih di dalam tubuh biasanya terjadi ketika ekskresi natrium melalui ginjal terganggu. Hal ini memicu terakumulasinya cairan ekstraseluler untuk mempertahankan osmolalitas plasma normal yang dapat menimbulkan edema paru dan perifer berikut konsekuensinya.
  3. Hipernatraemia (peningkatan osmolalitas plasma) biasanya dihubungkan dengan kurangnya asupan (intake) cairan, atau terjadi kehilangan banyak cairan.
  4. Jarang terjadi jika digunakan pada dosis terapi, tetapi dapat terjadi pada penggunaan larutan natrium klorida (saline) hipertonik untuk merangsang muntah atau untuk bilas lambung dan setelah terjadi kesalahan formulasi makanan bayi.
  5. Hipernatraemia juga dapat terjadi pada penggunaan salin hipertonik yang tidak tepat secara intravena.
  6. Efek paling serius dari hipernatremia adalah dehidrasi otak yang dapat menyebabkan somnolence dan kebingungan yang dapat berkembang menjadi konvulsi, koma, gagal nafas dan kematian.
  7. Gejala lainnya meliputi rasa haus, berkurangnya produksi saliva (ludah) dan air mata, demam, berkeringat, takikardi, hipertensi atau hipotensi, sakit kepala, pusing, gelisah, cepat marah, lemah, kejang otot dan kekakuan.
  8. Efek pada gastrointestinal dikaitkan dengan tertelannya larutan hipertonik atau sejumlah besar natrium klorida meliputi mual, muntah, diare dan kram perut.
  9. Penggunaan garam klorida secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya bikarbonat dengan efek pengasaman.
  10. Larutan yang terlalu pekat dapat menimbulkan hiperkalemia. Kalau terlalu banyak diminum dapat menimbulkan edema pada kelopak mata.
  11. Efek paling serius dari hipernatremia adalah dehidrasi otak yang dapat menyebabkan somnolence dan kebingungan yang dapat berkembang menjadi konvulsi, koma, gagal nafas dan kematian.
  12. Gejala lainnya meliputi rasa haus, berkurangnya produksi saliva (ludah) dan air mata, demam, berkeringat, takikardi, hipertensi atau hipotensi, sakit kepala, pusing, gelisah, cepat marah, lemah, kejang otot dan kekakuan.

Peringatan dan Perhatian:
  1. Buat larutan sesuai petunjuk pada kemasan/pembungkus.
  2. Rehidrasi harus diberikan dengan cepat dalam 3-4 jam (kecuali pada dehidrasi hipernatraemia, rehidrasi harus dilakukan dengan lebih lambat, dalam 12 jam).
  3. Pasien harus diamati ulang (reassessed) setelah rehidrasi awal dan jika masih terjadi dehidrasi pemberian cairan (rehidrasi) cepat harus dilanjutkan.
  4. Larutan Natrium klorida tidak boleh diberikan untuk merangsang muntah (emesis)
  5. tindakan ini berbahaya, kematian akibat hipernatraemia pernah dilaporkan.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Pada dasarnya diberikan secara oral ad libitum sebagai larutan. Ada juga yang menyatakan tergantung pada kehilangan cairan.
  • Untuk dewasa: 3 jam pertama 12 gelas, selanjutnya setiap kali diare 3 gelas.
  • Anak-anak 5-12 tahun: 3 jam pertama 6 gelas larutan (200 ml), selanjutnya setiap kali diare 2 gelas.
  • Anak 1-5 tahun: 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya setiap kali diare 1 gelas.
  • Bayi s/d 1 tahun: 3 jam pertama 1/2 gelas, selanjutnya setiap kali diare 1/2 gelas.
  • 2 atau 1-1½ kali volume minum biasanya.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Serbuk oral

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Larutan dari beberapa garam natrium, termasuk Natrium klorida, dapat menyebabkan lepasnya partikel padat dari wadah gelas, dan larutan yang ada partikelnya tidak boleh digunakan.
  • Simpan ditempat kering.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: