Neomisin

Neomisin merupakan Golongan Obat Antibakteri antibiotik aminoglikosida. Neomisin Menginaktifkan membran sel bakteri dengan cara mengganggu sintesis protein melalui ikatan dengan subunit ribosom 30S DAN 50S.
Neomisin
struktur kimia Neomisin

Indikasi:
Infeksi kulit, luka terpotong ringan/kecil, luka parut, luka bakar. Infeksi okuler

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap neomisin, komponen-komponen lain dalam formulasi atau aminoglikosida lainnya.

Efek Samping:
  1. Oral: saluran cerna: mual, diare, muntah, iritasi atu luka pada mulut ata rektal.
  2. dispnea, eosinofilia, nefrotoksik, neurotoksik, ototoksik, pada pendengaran dan keseimbangan.
  3. Topikal: dermatologis: dermatitis kontak.

Peringatan dan Perhatian:
  1. Digunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi pendengaran, gangguan neuromuskuler.
  2. Neomisin lebih toksik daripada aminoglikosida lainnya bila diberikan secara parenteral
  3. jangan diberikan melalui rute parenteral.
  4. Neomisin topikal adalah suatu pemicu sensitisasi kontak dengan sensitivitas terjadi pada 5%-15% pasien yang diobati dengan obat ini
  5. gejala-gejala termasuk gatal, kemerahan, edema, dan kegagalan penyembuhan
  6. jangan digunakan sebagai peritoneal lavage karena adsorpsi obat yang bermakna secara sistemik.
  7. Faktor risiko D pada kehamilan.
  8. Ekskresi dalam ASI tidak diketahui.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Anak-anak dan dewasa: sejumlah kecil obat dioleskan secara topikal pada daerah yang terkena tidak lebih dari 2-3 kali sehari, dapat ditutup dengan perban steril

Interaksi Dengan Obat Lain:
  • Neomisin oral dapat memperkuat efek antikoagulan oral (efek potensiasi)
  • Efek samping neomisin dapat meningkat bila diberikan bersama obat-obat nefrotoksik, ototoksik atau neurotoksik
  • mengurangi absorpsi gastrointestinal digoxin dan metotreksat

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Larutan untuk oral sebagai sulfat 125 mg/5 ml (60 Ml0.
2. Krim 5 g, 10 g, 15 g.
3. Tetes Mata: 5 ml, 3 mg/ml,
4. Salep Mata: 2,5 g, 3,5 g

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Obat disimpan dalam wadah tertutup pada suhu kamar
  • terhindar dari panas, kelembaban dan cahaya langsung.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: