Natrium tiosulfat

Natrium tiosulfat Golongan obat Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan.
struktur kimia Natrium tiosulfat

Indikasi:
  1. Parenteral: digunakan sendirian atau bersama dengan natrium nitrit atau amil nitrit pada keracunan sianida, mengurangi risiko nefrotoksisitas terkait terapi cisplatin.
  2. Topikal: pengobatan tinea versicolor.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap natrium tiosulfat atau komponen lain dalam formula.

Efek Samping:
  1. kardiovaskuler: hipotensi.
  2. SPP: koma, depresi sistem saraf pusat akibat intoksikasi tiosianat, psikosis, bingung;
  3. Dermatologi: dermatitis kontak, iritasi lokal;
  4. Pendengaran: tinnitus.
  5. diare (setelah pemberian dosis besar per oral).

Peringatan dan Perhatian:
  1. Keamanan pada ibu hamil belum ditetapkan.
  2. hentikan penggunaan topikal bila iritasi atau terjasi sensitivitas.
  3. dapat meningkatkan risiko intoksikasi tiosianat.
  4. Dapat menimbulkan ekstravasasi.

Dosis dan Cara Pemakaian:
1. Antidot sianida dan nitroprusid IV:
  • Anak <25 kg: 50 mg/kg setelah menerima 4,5-10 mg/kg natrium nitrit
  • separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu.
  • Anak >25 kg dan dewasa: 12,5 g setelah 300 mg natrium nitrit
  • separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu.
2. Keracunan sianida:
  • injeksi IV selama 10 menit (sebagai injeksi natrium tiosulfat 500 mg/mL), 12,5 g
  • dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate (cobalt EDTA) tidak tersedia.
  • Anak: 400 mg/kg (maksimum 12,5 g)
  • dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate (cobalt EDTA) tidak tersedia.
  • Dewasa: 300 mg natrium nitrit (10 mL larutan 3%) diberikan secara IV selama 5-20 menit, dilanjutkan dengan pemberian 12,5 g natrium tiosulfat (50 mL larutan 25% atau 25 mL larutan 50%) secara IV selama sekitar 10 menit.
  • Anak: 4-10 mg/kg natrium nitrit, diberikan sebagai larutan 3% (0,13 sampai 0,33 mL/kg, atau 6-8 mL/m2) sampai dengan dosis maksimum 300 mg (10mL), dilanjutkan dengan sekitar 400 mg/kg natrium sulfat sebagai larutan 25% atau 50% (1,65mL/kg, atau 28mL/m2 larutan 25%) sampai dosis maksimum 12,5g (50 mL larutan 25%.
  • Konsentrasi methaemoglobin tidak boleh >30-40%.
3. Bila gejala toksisitas sianida kembali lagi, injeksi nitrit dan tiosulfate dapat diulang setelah 30 menit, diberikan separuh dari dosis awal.
  • Anak: 412,5mg/kgBB atau 7g/m2 pada laju 0,625-1,25g/menit IV.
  • IV: dosis harus didasarkan pada penentuan seperti dengan nitrit, pada laju 2,5-5 mL/menit sampai maksimum 50 mL.
4. Variasi dosis natrium nitrit dan natrium tiosulfat berdasarkan konsentrasi hemoglobin dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pencegahan keracunan cisplatin harus diberikan sebelum atau selama pemberian cisplatin: infus IV (dalam air steril): 12g/m2 selama 6 jam atau 9 g/m2 IV push diikuti oleh 1,2 g/m2 infus kontinu selama 6 jam.
  • Tinea versicolor: anak dan dewasa: topikal: larutan 20-25% dioleskan sehingga membentuk lapisan tipis pada daerah yang terkena sebanyak 2 kali sehari.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Injeksi natrium tiosulfat 50% (500 mg/mL) dalam aqua pro injeks.
2. Larutan injeksi (bebas pengawet): 10 mg/mL (10 mL); 250 mg/mL (50 mL).
3. Lotion: natrium tiosulfat 25% dan asam salisilat 1% (mengandung isopropil alkohol 10%)

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Natrium tiosulfat harus disimpan dalam wadah kedap udara.
  • Larutan natrium tiosulfat 50% yang disimpan di udara dapat menjadi berkabut atau mengendap setelah diautoklaf.
  • Penambahan natrium fosfat 0,5-1,2% memperbaiki stabilitas, tetapi larutan menjadi berkabut setelah 12 minggu atau membentuk endapat setelah 6 minggu kemudian, masing-masing pada suhu 25° C.
  • Tidak ada perbaikan stabilitas yang bermakna bila konsentrasi natrium tiosulfat diturunkan menjadi 30% atau 15% atau bila ada penutupan wadah injeksi dilakukan di bawah pengaruh nitrogen.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: