Natrium diklofenak

loading...
Natrium diklofenak adalah obat antinflamasi non-steroid (OAINS/NSAID) yang digunakan untuk mengobati peradangan dan rasa sakit atau nyeri, terutama sakit yang berhubungan dengan nyeri sendi atau arthritis.
Natrium diklofenak
struktur kimia Natrium diklofenak

Indikasi:
Rasa sakit dan peradangan pada penyakit rematik (termasuk juvenile idiopathic arthritis) dan lainnya gangguan muskuloskeletal, gout akut, pasca operasi sakit.

Kontra Indikasi:
Pasien dengan hipersensitivitas, asma, urtikaria, rinitis parah, angioudema, tukak lambung aktif

Efek Samping:
  1. Pencernaan: gangguan pada saluran cerna bagian atas tukak lambung, perdarahan saluran cerna.
  2. Saraf: sakit kepala, depresi, insomnia, cemas.
  3. Ginjal: terganggu fungsi ginjal (azotemia, proteinuria, nefrotik sindrom dll).
  4. Kardiovaskular: retensi cairan, hipertensi.
  5. Pernapasan: asma.
  6. Darah: lekopenia, trombositopenia, hemolitik anemia.
  7. Hati: hepatitis, sakit kuning (jarang), peningkatan SGOT terjadi pada pasien,
  8. Lain-lain: ruam, pruritus, tinnitus, reaksi sensitivitas.

Peringatan dan Perhatian:
  1. Hati-hati pada pasien usia lanjut, gangguan ginjal, gangguan jantung atau gangguan hati, penyakit gangguan pencernaan, penggunaan bersamaan kortikosteroid, kondisi yg berhubungan dgn retensi cairan (hipertensi, gagal jantung)
  2. Pengaruh Terhadap Kehamilan: dapat digunakan pada masa kehamilan awal jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko terhadap janin.
  3. Tidak direkomendasikan pada masa kehamilan akhir karena dapat menghambat sintesis prostaglandin yang menyebabkan efek samping terhadap sistem kardiovaskular janin.
  4. Pengaruh Terhadap Ibu Menyusui: Terdistribusi dalam air susu ibu, tidak direkomendasikan bagi ibu menyusui
  5. Pengaruh Terhadap Anak-anak: Pengunaan pada anak-anak masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Oral: 75-150 mg sehari dalam 2-3 dosis terbagi (maksimum dosis: 150 mg per hari)
  • Dengan rektum dalam supositoria: 75-1500 mg sehari dalam dosis terbagi
  • Juvenile idiopathic arthritis: anak 6 bulan-18 tahun, melalui mulut: 1,5-2,5 mg /kg (maks.75 mg) dua kali sehari, total dosis harian mungkin alternatif diberikan dalam 3 dosis terbagi.
  • Nyeri pasca operasi: anak 6-12 tahun, per rectal: 1-2 mg/kg (maks. 150 mg) sehari dalam dosis terbagi (12,5 mg dan 25 mg supositoria saja) untuk maks. 4 hari Untuk tetes mata: 1-2 tetes, 4 kali sehari.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 25 mg, 50 mg, 75 mg, 100mg
2. Topical emulgel 1 %: 10 g, 20 g
3. Tetes mata: 1 mg/ml
4. Injeksi: ampul 25 mg/ml; 75 mg/3ml
5. Suppossitoria: 50 mg/supp, 100 mg/supp

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Larutan mata: 15-25°C
  • Tablet: Dibawah 30°C
  • Topical: 20-25°C

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: