Morfin

Morfin merupakan obat yang masuk ke dalam golongan analgesik opium atau narkotik. Morfin merupakan hasil olahan dari opium atau candu mentah dan merupaka alkaloida yang terdapat dalam opium berupa serbuk putih. Karena morfin tergolong dalam jenis depresan, maka ia bekerja dengan cara menekan susunan syaraf pusat, menyebabkan turunnya aktifitas neuron, pusing, perubahan perasaan dan kesadaran berkalut.
Morfin


Golongan Obat Analgesik Narkotik

Indikasi Morfin:
  1. Nyeri akut yg berat, nyeri kronis sedang sampai berat
  2. sebagai suplemen anestesi sebelum operasi
  3. sebagai obat pilihan untuk nyeri pada infark miokard
  4. untuk menghilangkan ansietas pada pasien dgn dispnea karena kegagalan ventrikel kiri akut dan edema paru.

Kontra Indikasi Morfin:
  1. Hipersensitif terhadap morfin sulfat atau komponennya
  2. depresi pernafasan parah (tanpa peralatan resusitasi)
  3. asma akut atau berat
  4. diketahui atau dicurigai ileus paralitik.
  5. Injeksi intratekal dan epidural tidak boleh digunakan pada kasus pemberian yang kontraindikasi dengan rute ini, seperti infeksi pada tempat penyuntikan, perdarahan diatesis yg tidak terkontrol, penggunaan antikoagulan atau penggunaan kortikosteroid injeksi dalam 2 minggu.

Dosis dan Cara Pemakaian Morfin:
Morfin harus diberikan dalam dosis efektif terkecil dan frekuensi minimal untuk mengurangi timbulnya toleran dan ketergantungan fisik. Dosis harus diturunkan pada pasien beresiko, gangguan hati, pasien yang menggunakan antidepresan saraf, gangguan ginjal, pasien sangat muda atau sangat tua.

Pada pasien dengan nyeri yang parah dan kronis, dosis harus disesuaikan dengan tingkat keparahan nyeri, respon dan toleransi pasien.
  • Dewasa: Dosis lazim SK/IM 10 mg setiap 4 jam jika perlu, (520 mg setiap 4 jam jika perlu tergantung kebutuhan dan respon pasien); IV 2.515 mg dilarutkan dlm 4-5 mL air steril, disuntik perlahan selama 4-5 menit.
  • Epidural: Dosis awal 5 mg berselang.
  • Intratekal: Kira-kira 1/10 dosis epidural.
  • Oral: Tablet/larutan 1030 mg setiap 4 jam, jika perlu.
  • Rektal:10-20 mg setiap 4 jam, jika perlu.
  • Anak-anak: SK/IM 0.1-0.2 mg/kg setiap 4 jam jika perlu (dosis tunggal maksimum 15 mg); IV :0.05-0.1 mg/kg disuntikkan perlahan.

Efek Samping Morfin:
  1. Depresi pernapasanSistem saraf: sakit kepala, gangguan penglihatan, vertigo, depresi, rasa mengantuk, koma, eforia, disforia, lemah, agitasi, ketegangan, kejang.
  2. Pencernaan: mual, muntah, konstipasi.
  3. Kardiovaskular: aritmia, hipotensi postural.
  4. Reproduksi, ekskresi dan endokrin: retensi urin, oliguria.
  5. Efek kolinergik: bradikardia, mulut kering, palpitasi, takikardia, tremor otot, pergerakan yang tidak terkoordinasi, delirium atau disorientasi, halusinasi.
  6. Lain-lain: Berkeringat, muka merah, pruritus, urtikaria, ruam kulit.

Peringatan dan atau Perhatian Morfin:
  1. Hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati dan ginjal krn akan memperlama kerja dan efek kumulasi opiod, pasien usia lanjut, hati-hati pada psikosis toksik, infark miokard, alergi thd sulfit, depresi sistem saraf pusat yg parah, anoksia, hiperkapnia, depresi
  2. Pengaruh terhadap kehamilan kategori C
  3. Dapat digunakan jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko terhadap janin
  4. Hati-hati pemakaiannya pada ibu menyusui.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
1. Tablet: 10mg, 15mg, 30mg.
2. Injeksi: ampul 10mg/ml.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  1. Sediaan injeksi simpan pada 20-25°C,
  2. terlindung cahaya, tidak boleh dibekukan.
  3. Sediaan oral simpan dalam wadah tertutup, terlindung cahaya, terkontrol pada suhu 25°C,
  4. jangan dibekukan.
  5. Larutan morfin sulfat untuk infus intravena tampaknya relatif stabil.
  6. Larutan yang mengandung 40 mikrogram/mL dan 400 mikrogram/mL bertahan lebih dari 90% dari 7 hari terlindung dari cahaya.
  7. Sediaan injeksi atau dari bubuk, dalam natrium klorida 0,9% atau 5% glukosa, dan disimpan dalam kantong PVC atau botol kaca tidak berbeda stabilitasnya.
  8. Larutan 10 mg/mL atau 5 mg/mL dalam glukosa atau natrium klorida dan disimpan dalam portabel infus kaset pompa bertahan lebih dari 95% dari konsentrasi awal mereka ketika disimpan pada 23°C selama 30 hari .
  9. Larutan 0,9% natrium klorida yang mengandung morfin sulfat 2 mg/mL stabil selama 6 minggu bila disimpan dalam jarum suntik polypropylene pada suhu kamar dalam terang atau gelap tapi solusi yang sama yang juga berisi 0,1% natrium metabisulfit kehilangan 15% dari potensinya selama periode sama.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: