Mikonazol

loading...
Mikonazol nitrat memberikan aktivitas antifungi dan antibakteri melalui mekanisme merusak permeabilitas sel membran namun sasaran aksi pada sel membran belum diketahui. Namun gangguan ini menyebabkan membran sel tidak dapat berfungsi sebagai barier selektif, sehingga kalium dan konstituen sel lainnya dapat keluar dan hilang.
Mikonazol
Golongan Obat Antifungi

Indikasi:
infeksi jamur pada saluran pencernaan dan mulut.dermatophyta, candidiasis kutan dan candidiasis vulvovaginal.

Kontra Indikasi:
  1. Penderita gangguan hati.
  2. Penggunaan antikoagulan seperti warfarin.
  3. Pasien yang hipersensitivitas terhadap obat atau salah satu kandungan dalam sediaan.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Untuk pencegahan dan pengobatan Oral:
  • (Dewasa) 5-10 mL setelah makan 4 kali sehari; tempatkan didekat luka pada mulut sebelum ditelan.
  • (Anak) usia dibawah 2 tahun diberikan 2.5 mL 2 kali sehari; 2-6 tahun 5 mL 2 hari sekali; diatas 6 tahun 5 mL 4 kali sehari; pengobatan dilanjutkan selama 48 jam setelah luka sembuh.
  • Untuk luka terlokalisasi: usapkan pada area yang terinfeksi dengan menggunakan jari yang bersih 4 kali sehari selama 5-7 hari; pengobatan dilanjutkan hingga 48 jam setelah luka sembuh.
  • Untuk pengobatan tinea versicolor, tinea pedis, tinea cruris atau tinea corporis krim mikonazol dioleskan 1 kali sehari.
  • Sementara untuk candidiasis cutan dioleskan dua kali sehari.
  • Pengobatan dilakukan selama 2 minggu untuk candidiasis kutan, tinea cruris dan tinea corporis.
  • untuk tinea pedis pengobatan selama 1 bulan untuk mengurangi kemungkinan timbul kembali.
  • Untuk candidiasis vulvovaginal, 200 mg supositoria melalui vagina digunakan sekali sehari pada malam hari sebelum tidur selama 3 hari atau 100 mg supositoria melalui vagina sekali sehari sebelum tidur selama 7 hari.
  • Untuk mengobati rasa gatal dan iritasi dapat dioleskan krim mikonazol nitrat 2% pada daerah yang terinfeksi dua kali sehari di waktu pagi dan malam selama 7 hari atau sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Mikonazol nitrat digunakan topikal dalam bentuk serbuk, krim, atau serbuk aerosol, atau melalui vagina sebagai krim atau supositoria. Serbuk atau serbuk aerosol mikonazol tidak dianjurkan untuk digunakan pada kuku atau tengkorak kepala.


Efek Samping:
  • Pada penggunaan oral: mual, muntah, dan diare.
  • Dapat terjadi reaksi alergi, dan juga hepatitis.
  • Pada penggunaan topikal: iritasi lokal dan reaksi sensitivitas.
  • Mikonazol dinyatakan tidak aman bagi pasien dengan porphyria karena telah terbukti adanya porphyrinogenik dalam sistem in vitro.

Peringatan dan atau Perhatian:
  • Pada pengobatan mandiri, jika terjadi iritasi atau penyakit kulit pada pasien tidak ada perubahan setelah penggunaan selama 2 minggu untuk tinea cruris atau 4 minggu untuk tinea pedis atau corporis, maka pengobatan harus dihentikan dan pasien harus berkonsultasi dengan dokter.
  • Sementara untuk candidiasis vulvovaginal jika tidak ada perubahan dalam waktu 3 hari atau 7 hari (pada pengobatan mandiri), atau jika gejalanya timbul kembali dalam jangka waktu 2 bulan setelah pengobatan, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
  • Basis minyak sayur terhidrogenasi yang terkandung dalam supositoria vagina mikonazol nitrat dapat berinteraksi dengan produk lateks tertentu seperti alat kontrasepsi pada vagina, pada situasi ini sebaiknya penggunaan supositoria digantikan oleh krim vagina mikonazol
  • Pada pengobatan mandiri, penggunaan mikonazol sebaiknya dihentikan jika pasien mengalami gejala nyeri abdomen, demam, atau kondisi yang lebih parah dari vulvovagina candidiasis terjadi dan kemudian konsultasikan dengan dokter.
  • Begitu pula jika pada penggunaan pertama supositoria vagina atau krim vagina terjadi ketidaknyamanan atau pruritus pada vagina.
  • Hindari kontak sediaan mikonazol dengan mata.
  • Terhadap kehamilan: Dikarenakan mikonazol nitrat dapat terabsorpsi dari vagina sebaiknya tidak menggunakan mikonazol pada trimester pertama kehamilan kecuali penggunaan obat sangat penting demi keselamatan pasien.
  • Untuk pengobatan mandiri, sebaiknya tidak menggunakan mikonazol ketika sedang hamil kecuali atas anjuran dokter.
  • Faktor risiko C
  • Terhadap ibu menyusui: Belum diketahui apakah mikonazol nitrat terdistribusi pada ASI, namun mikonazol harus digunakan dengan hati-hati pada pasien ibu menyusui.
  • Terhadap anak-anak: Penggunaan sediaan topikal mikonazol nitrat pada pasien dibawah 2 tahun harus berada dibawah pengawasan dokter.
  • Penggunaan sediaan topikal pada anak-anak usia 2-11 tahun berada dalam pengawasan orang dewasa.
  • Untuk pengobatan mandiri, anak-anak dibawah 12 tahun sebaiknya tidak menggunakan supositoria vagina atau krim.


Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Krim 2% (5 gram), gel oral 2% (10 dan 20 gram), aerosol topikal 1% dan 2 %, serbuk aerosol 2%, losion 2%, serbuk 2%, supositoria 100 mg dan 200 mg.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Sediaan mikonazol harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat pada suhu 15-30°C.
  • Hindarkan dari cahaya langsung.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: