Manfaat Temu Kunci bagi kesehatan

Manfaat Temu Kunci bagi kesehatan-Tanaman obat merupakan salah satu unsur penting dalam upaya pelaksanaan pengendalian kesehatan. Tanaman obat sudah dikenal sejak dahulu dalam pengobatan tradisional. salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat untuk kesehatan adalah temu kunci. Temu Kunci Adalah rimpang dari salah satu Jenis tanaman obat yang tergolong dalam kelompok temu-temuan seperti temu ireng, temulawak, jahe dan lengkuas.


Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional.
Baca juga: Obat Tradisional dan Golongan Pembagianya
Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik dari segi harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Temu Kunci (Boesenbergia rotunda L) di Indonesia banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan merupakan obat tradisional yang mengandung minyak atsiri. selain di Indonesia, ternyata negara lain juga banyak yang memanfaatkan temu kunci. Di Thailand, rimpang temu kunci biasa digunakan sebagai bumbu masak. Selain itu, tanaman ini juga telah digunakan sebagai obat aprodisiac, disentri, antiinflamasi, kolik, serta untuk menjaga kesehatan tubuh. Di Malaysia, rimpang temu kunci digunakan sebagai sebagai obat sakit perut dan dekoksi pada wanita pasca melahirkan.

Dari hasil penelitian, temu kunci diketahui mengandung banyak minyak atsiri antara lain: boesenbergin, cardamonin, pinostrobin, 5,7-dimetoksiflavon, 1,8-sineol, dan panduratin, kamfer, d-borneol, d-pinen seskuiterpene, zingiberen, kurkumin, zedoarin. Selain sebagai bumbu masak, temu kunci juga dikenal memiliki khasiat untuk mengobati penyakit. selain itu diketahui bahwa minyak atsiri dari rimpang temu kunci sangat efektif sebagai antimikroba, dan memiliki efek sebagai antioksidan dan antikanker.

Temu kunci memiliki khasiat/manfaat untuk mengobati penyakit, diantaraya sebagai:
  1. Peluruh dahak atau untuk menanggulangi batuk
  2. Peluruh kentut,
  3. Penambah nafsu makan,
  4. Menyembuhkan sariawan,
  5. Pemacu keluarnya Air Susu Ibu (ASI). 
  6. Analgesik (penghilang rasa sakit)
  7. Antipiretik (menurunkan panas)
  8. peluruh batu ginjal

Minyak atsiri rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) juga memiliki manfaat untuk mencegah pertumbuhan Entamoeba coli, Staphyllococus aureus dan Candida albicans. Selain memiliki kegunaan diatas temu kunci juga dapat menyebabkan abortivum. Ekstrak rimpang yang larut dalam etanol dan aseton berefek sebagai antioksidan pada percobaan dengan minyak ikan sehingga mampu menghambat proses ketengikan. Dari penelitian lain diperoleh informasi bahwa ekstrak rimpang temu kunci dapat menghambat bakteri isolat penyakit Orf (Ektima kontagiosa).

Manfaat Dan Cara penggunaan temu kunci secara tradisional:
1. Sebagai peluruh kentut
dibuat sediaan “juize” yang terdiri dari 3 jari rimpang; diminum untuk dosis tunggal dibuat “tapal” dari sejumlah rimpang dan ditempelkan pada perut dibuat infusa yang terdiri dari 25 gram serbuk rimpang kering dengan 100 ml air mendidih, didiamkan sampai keadaan hangat; setelah disaring, diminum sebagai dosis tunggal

2. Sebagai penambah nafsu makan
Temu kunci dibuat infusa yang terdiri dari 3 buah rimpang dan 110 ml air, kemduain diminum 1 kali sehari 100 ml, diulang selama 14 hari untuk mendapatkan dampak positif penggunaan temu kunci.

3. Sebagai pemacu keluarnya air susu ibu (ASI)
Untuk memaacu keluarnya ASI diambil beberapa rimpang temu kunci, kemudian dipotong kecil-kecil dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Kemudian ditambah 1/4 sendok teh garam dapur, setelah dingin disaring dan diminum sekaligus.

4. Mengobati masuk angin
jika anda sedang masuk angin ambil beberapa rimpang temu kunci dan ditambahkan 1 sendok teh adas, dan 2 jari pulasari, dihaluskan lalu digosokkan pada bagian perut, lakukan 1 sampai 2 kali sehari. hal ini juga dapat digunakan untuk mengatasi perut kembung.

5. Mengatasi keputihan
Bagi wanita manfaat temu kunci juga bisa untuk mengatasi keputihan, caranya dengan mengambil satu ruas jari temu kunci, kunyit, temulawak dan 10 helai daun sambiloto kering, kemudian direbus dengan 1 Liter (1.000 cc) air hingga tersisa kurang dari setengah air pada awal untuk merebus. Lalu saring hasil rebusan dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari dipagi hari dan sebelum tidur.

6. Sebagai obat panas dalam
untuk mengatasi panas dalam ambil 10 gram temu kunci jika ada yang sudah dirajang kecil, 25 gram daun kumis kucing segar, dan 20 gram daun sosor bebek segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari.

7. Penambah stamina
bagi anda yang ingin menambah vitalitas atau stamina tubuh dapat menggunakan ramuan tradisional ini yaitu Campurkan empat rimpang temu kunci seukuran jari dengan 500 gram temu lawak. Setelah ditumbuk, dicampur air, kemudian diperas, dan diminum segelas sehari. untuk megatasi rasa yang kurang sedap anda dapat menambahnya dengan sedikit madu.

Daftar Pustaka:
  • Sohn, J.H., Han, K.L., Lee, S.H., and Hwang, J.K., 2005, Protective Effects of Panduratin Against Oxidative Damage of tert-Butylhydroperoxide in Human HepG2 Cells, Biological and Pharmaceutical Bulletin, 28(6):1083-1086.
  • Trankoontivakorn, G., Nakahara, K., Shinmoto, H., Takenaka, M., Kameyama, M.O., Ono, H., Yoshida, H.M., Nagata, T., and Tsushida, T., 2001. Structural Analysis of a Novel Antimutagenic Activity of Flavonoids in Thai Spice, Fingerroot (Boesenbergia pandurata Schult.) Against Mutagenic Heterocyclic Amines, J. Agric. Food. Chem, 49(6):3046-3050.
  • Yun, J.M., Kweon, M.H., Kwon, H.J., Hwang, J.K., and Mukhtar, H., 2006, Induction of Apoptosis and Cell Cycle Arrest by a Chalcone Panduratin A Isolated from Kaempferia pandurata in Androgen-Independent Human Prostate Cancer Cells PC3 and DU145, Carcinogenesis Advance Access, 27(7):1454-1464.
  • Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3 (Drs. H.Arief Hariana)

Subscribe to receive free email updates: