Lorazepam

loading...
Lorazepam tergolong dalam jenis benzodiazepine, yaitu obat yang akan memengaruhi kinerja senyawa tertentu pada sel-sel otak. Fungsi ini akan memberikan efek penenang. Karena itu, ansiolitik ini juga sering digunakan sebagai sedatif sebelum pasien menjalani operasi ringan, misalnya operasi gigi, serta mengatasi kejang-kejang akibat epilepsi.
Lorazepam



Indikasi:
  1. Penangan jangka pendek pada gangguan kecemasan.
  2. sebagai hipnotik untuk menangani insomnia.
  3. sebagai antikonvulsan untuk menangani pasien status epilepsi.
  4. Lorazepam juga digunakan untuk mengontrol mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi kanker.

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitivitas terhadap benzodiazepin atau bahan yang digunakan ketika formulasi (benzil alkohol, polietilen glikol, atau propilen glikol).
  2. Pasien glaukoma akut sudut tertutup, kontraindikasi injeksi lorazepam pada pasien apnea.

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Oral: 2 hingga 6 mg/hari diberikan dalam dosis terbagi, dosis terbesar diberikan sebelum tidur.
  • Gangguan kecemasan: dosis awal 2-3 mg/hari.
  • insomnia disebabkan kecemasan atau kondisi stres: 2-3 mg/hari diberikan 2 atau 3 kali/hari, pasien lanjut usia: dosis awal 1-2 mg/hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping Lorazepam:
  1. Dengan terapi oral yaitu mengantuk, pusing, lemah.
  2. Dengan terapi parenteral untuk menangani status epilepsi: hipotensi, gangguan pernafasan,
  3. terapi parenteral praoperasi: tidur terlalu lama, mengantuk

Peringatan dan atau Perhatian Lorazepam:
  1. Pemberian oral Lorazepam pada ibu menyusui dilakukan apabila berpotensi lebih menguntungkan pada ibu dibandingkan potensi resiko terhadap bayi.
  2. jangan berikan lorazepam injeksi pada ibu menyusui.
  3. Merangsang pasien mengalami gemetar, agitasi, euforia, halusinasi visual pada pasien dengan usia kurang dari 8 tahun.
  4. Pemberian pada pasien lansia dapat menyebabkan sedasi berlebihan selama 6-8 jam setelah operasi, merangsang terjadinya kecemasan, pasien marah, insomnia, halusinasi.
  5. Injeksi lorazepam tidak direkomendasikan pada pasien gangguan ginjal dan pasien gangguan hati.


Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Tablet oral: 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Simpan tablet oral di kotak tertutup rapat pada suhu 20-25 °C
  • larutan terkonsentrasi oral dan larutan injeksi disimpan pasa suhu 2-8 °C
  • hindarkan dari cahaya matahari langsung.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: