Loperamid

Loperamid bekerja langsung pada otot usus, melalui reseptor opioid untuk menghambat peristaltik dan memperpanjang waktu transit di usus, mengurangi volume feces, meningkatkan viskositas dan mencegah hilangnya cairan dan elektrolit. Loperamide meningkatkan tekanan sfingter anal.
Loperamid

Golongan Obat:
Antidiare, Obat gastrointestinal.

Indikasi:
Diare akut, Diare kronik-Irritable Bowel Disease, Ileostomi output tinggi, Diare perjalanan.

Kontra Indikasi Loperamid:
  1. Sakit perut tanpa adanya diare, enterokolitis bakterial, disebabkan oleh organisme invasif termasuk Salmonella, Shigella, dan Campylobacter
  2. terapi primer disentri akut
  3. hipersensitivitas terhadap loperamide atau salah satu eksipien, bayi di bawah 24 bulan
  4. kolitis pseudomembran, terkait dengan penggunaan antibiotik spektrum luas
  5. kolitis ulseratif akut.


Efek Samping Loperamid:
  1. Endokrin metabolik: Hiperglikemia (sering)
  2. Saluran cerna: Nyeri Abdominal, Mual, Muntah (sering),
  3. Necrotizing enterocolitis pada janin atau bayi baru lahir (jarang), Xerostomia (serius)
  4. Neurologi: Pusing, mengantuk (sering)
  5. Lainnya: Kelelahan (sering).

Peringatan dan Perhatian Loperamid:
  1. Pasien AIDS, hentikan terapi pada tanda-tanda awal distensi abdomen
  2. ada laporan megakolon toksik dengan kolitis menular dari virus dan bakteri patogen.
  3. Anafilaksis atau dehidrasi pada anak-anak dengan diare akut
  4. hentikan pemakaian jika tidak terjadi perbaikan klinis dalam waktu 48 jam.
  5. Depletasi cairan dan elektrolit.
  6. Kerusakan hati
  7. mengurangi metabolisme lintas pertama.
  8. Ketika penghambatan peristaltik harus dihindari (ketika timbul gejala sembelit, perut kembung atau ileus, kemungkinan resiko ileus, megakolon dan megakolon toksik), terapi harus dihentikan segera.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis Dewasa
  • Diare akut: 4 mg secara oral diikuti oleh 2 mg setelah Buang Air Besar (BAB) sampai mereda maksimal 16 mg/hari
  • Diare kronis-Irritable bowel syndrome: awal; 4 mg per oral diikuti oleh 2 mg setelah BAB sampai mereda maksimal 16 mg/hari
  • Diare kronis-Irritable bowel syndrome: pemeliharaan; titrasi dengan kebutuhan individu, rata-rata dosis harian 4 mg sampai 8 mg secara oral sampai maksimum 16 mg/hari, dapat digunakan sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi
  • Output tinggi ileostomy: dosis yang digunakan dalam beberapa uji coba: 4 mg dua kali sehari selama 4 hari, kemudian dapat ditingkatkan sampai 12 mg sehari selama 3 hari selanjutnya (total durasi terapi: 7 hari)
  • Diare: 4 mg secara oral diikuti oleh 2 mg setelah setiap BAB sampai mereda maksimal 8 mg/hari (Info Prod Imodium (R) AD 2000).

Dosis Anak
  • Diare akut: dosis hari pertama (2 sampai 5 th, 13 sampai 20 kg) 1 mg secara oral 3 kali sehari
  • Diare akut: dosis hari pertama (6 sampai 8 th, 20 sampai 30 kg) 2 mg secara oral dua kali sehari
  • Diare akut: dosis hari pertama (8 sampai 12 th, lebih dari 30 kg) 2 mg secara oral 3 kali sehari
  • Diare akut: dosis harian berikutnya (2 sampai 12 th) 1mg/10kg berat badan secara oral hanya setelah BAB, dosis harian total tidak boleh melebihi dosis untuk hari pertama
  • Diare , kronis-Irritable bowel syndrome: dosis terapi pada anak-anak belum ditetapkan; 0,08-0,24 miligram/kilogram/hari dalam 2 sampai 3 dosis terbagi telah digunakan
  • Diare: (2-5 th , 12-23 kg) 1 mg oral diikuti dengan 1 mg setelah setiap BAB hingga maksimal 3 mg/hari (Info Prod Imodium (R) AD 2000)
  • Diare: (6-8 th, 24-29 kg) 2 mg secara oral diikuti dengan 1 mg setelah setiap BAB hingga maksimal 4 mg/hari (Info Prod Imodium (R) AD 2000) diare: (9-11 th , 30-47 kg) 2 mg secara oral diikuti dengan 1 mg setelah setiap BAB hingga maksimal 6 mg/hari (Info Prod Imodium (R) AD 2000)
  • Diare: (12 tahun atau lebih) 4 mg per oral diikuti oleh 2 mg setelah setiap BAB untuk maksimal 8 mg/hari (Info Prod Imodium (R) AD 2000).

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet; 2 mg

Stabilitas dan Penyimpanan:
  • Terlindung dari cahaya.
  • Suhu penyimpanan 20-25 °C.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: