Kodein

Kodein turunan fenantrena adalah opioid analgesik yang diperoleh dari opium atau dibuat olehmetilase morfin. Kodein lebih kuat sebagai analgesik dari morfin dan memiliki efek penenang relatif ringan Kodein atau garamnya, terutama fosfat, diberikan oral dalam bentuk linctuses untuk menghilangkan batuk, dan sebagai tablet untuk menghilangkan nyeri ringan sampai sedang, sering dikombinasi dengan analgesik non-opioid seperti aspirin, ibuprofen atau parasetamol
Kodein

Indikasi:
Terapi nyeri ringan sampai sedang, antitusif pada dosis yang rendah.

Kontra Indikasi:
Pada pasien yang hipersensitif terhadap kodein, penyakit hati, gangguan ventilatori, wanita hamil.

Efek Samping:
  1. Efek pada sistem saraf: mengantuk 
  2. efek gastrointestinal: konstipasi. 
  3. efek pada kardiovaskular: takikardi/bradikardi
  4. hipotensi: efek pada sistem saraf pusat: pusing, sakit kepala, berkunang-kunang, kebingungan 
  5. efek dermatologik: kemerahan, urtikari 
  6. efek gastrointestinal: mulut kering, anoreksia, mual, muntah 
  7. efek neuromuskular dan skelet: kelelahan, halusinasi, insomnia, depresi mental. 

Peringatan dan Perhatian:
  1. Pada pasien asma, emfisema, COPD, gangguan hati dan ginjal, depresi SSP, trauma kepala, disfungsi tiroid, reaksi alergi terhadap sulfit, hipotensi, gunakan dengan perhatian pada pasien dengan hipovalemia, gangguan jantung (infark akut), atau obat-obat yang dapat memperparah efek hipotensi.
  2. Pengaruh terhadap kehamilan: Kategori C atau D. 
  3. Obat digunakan selama kehamilan bila benar-benar diperlukan, potensial membahayakan fetus 
  4. Kodein masuk ASI, hati-hati untuk ibu menyusui. 
  5. Tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai antitusif pada anak <2 tahun. 

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Antitusif (oral: untuk batuk non produktif) 
  • Anak-anak: 1-1,5 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 4-6 jam.
  • 2-6 tahun: 2,5-5 mg tiap 4-6 jam, maksimal: 30 mg/hari.
  • 6-12 tahun: 5-10 mg tiap 4-6 jam, maks: 60 mg/hari. 
  • Dewasa:10-20 mg/dosis tiap 4-6 jam, maksimal: 120 mg/hari3 
  • Analgesik (oral): 
  • Dewasa:15-60 mg oral tiap 4-6 jam 
  • Anak: 0,5-1 mg/kg tiap 4-6 jam: maksimal: 60 mg/dosis terbagi 4-6 jam. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
  1. Bupivacain: menimbulkan depresi respirasi.
  2. Alkohol: meningkatkan risiko toksisitas produk morfin dan oksimorfin.
  3. Rifampisin: menurunkan respon kodein.Kodein inkompatibel dgn barbiturat.
  4. Jika digunakan bersamaan dengan depresan SSP, fenotiazin, antidepresan trisiklik, analgesik opiat, guabenz, inhibitor monoamin dapat meningkatkan toksisitas SSP. 
  5. Inhibitor CYP2D6 seperti klorpromazin, delavirdin, fluoxetin, mikonazol, paroksetin, pergolida, kuinidin, kuinin, ritonavir dan ropinirol dapat menurunkan efek kodein

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet: 10mg, 15mg, 20mg, 30mg.

Stabilitas dan Penyimpanan:
Disimpan antara 15-30 °C

Pustaka:
- MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
- ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: