Kloramfenikol

Kloramfenikol menghambat sintesis protein,berikatan secara reversibel dengan subunit ribosom 50S organisme yang peka , mencegah perpindahan asama amino pada pemanjangan rantai peptida.
Kloramfenikol

Nama Generik: Kloramfenikol.
Golongan: Antiinfeksi, Antibakteri.

Indikasi Kloramfenikol:
  1. Terapi infeksi serius yang resisten terhadapa antimikroba yang kurang toksik atau bila penetrasi ke daerah infeksi lebih baik dibanding dengan antibiotik lain yang sensitif.
  2. Kloramfenikol seyogyanya dicadangkan untuk infeksi berat yang diakibatkan oleh bacteriodes, H.influenzae, Neisseria, meningiditis, Salmonella, dan Rickettsia.
  3. Aktif terhadap enterococci resisten terhadap vankomisin.
  4. Karena toksisitasnya, Kloramfenikol tidak cocok untuk penggunaan sistemik, kecuali untuk penggunaan diatas.

Kontra Indikasi Kloramfenikol:
Hipersensitif terhadap kloramfenikol atau terhadap komponen lain dalam obat.

Efek Samping:
Tiga efek samping terbesar yang diakibatkan oleh kloramfenikol antara lain:
  1. Anemia aplastik; sebuah reaksi idiosikratik yang dapat terjadi dari manapun rute pemberian obat; biasanya terjadi 3 minggu sampai 12 bulan setelah pemberian obat.
  2. Bone marrow suppresion, ini terjadi jika kadar serum darah >25 mcg/mL dan bersifat reversible ketika kloramfenikol dihentikan.
  3. Anemia dan neutropenia kemungkinan akan terjadi pada minggu pertama penggunaan obat.
  4. Gray sindrome ini ditandai dengan collapse, sianosis, asidosis, depresi myokardial, koma dan kematian.
  5. Ini dapat terjadi jika kadar konsentrasi darah > 50 mcg/mL.
  6. kemungkinan diakibatkan oleh akumulasi obat dalam darah akibat adanya kerusakan pada hati dan ginjal pasien.
Efek samping lainya:
  1. SSP: Bingung, mata gelap (delirium), depresi, fever, sakit kepala.
  2. Dermatologi: Angioderma, ruam, urtikaria.
  3. Gastrointestinal: diare, enterokolitis, glossitis, mual, stomatitis, muntah.
  4. Ocular: optic neuritis.
  5. Lain-lain: Anaphilaksis, reaksi hipersensitifitas.
Peringatan dan Perhatian Kloramfenikol:
  1. Hati hati jika digunakan pada pasien yang menderita gangguan hepar dan gagal ginjal.
  2. Kurangi dosis Kloramfenikol jika digunakan pada pasien penyakit hati.
  3. Hati hati jika digunakan pada pasien defisiensi glucosa 6-phosfat dehidrogenase.
  4. Diskrasia darah yang serius hingga fatal akibat penggunaan jangka pendek maupun panjang termasuk juga melalui penggunaan topikal.
  5. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan suprainfeksi bak bakteri maupun jamur, termasuk CDAD dalam waktu <2 bulan terapi dan pseudomembran colitis
  6. Penggunaan pada bayi dapat mengakibatkan gray baby syndrome: kolaps sirkulasi, sianosis, asidosis, distensi abdomen, depresi miokard, koma dan kematian yang.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Dosis Anak:
  • Meningitis: IV. Infant: >30 hari dan anak: 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.
  • Infeksi lain: IV. Infant: >30 hari dan anak: 50-75 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam.
  • Dosis maksimal: 4 g/hari.
Dosis Dewasa:
  • 50-100 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam. Makimum dosis harian 4 g/hari.
  • Penyesuaian dosis: jika diketahui menderita kerusakan hepar, maka sebaiknya tidak menggunakan obat, karena akan meningkatkan toksisitas obat.
Cara pemberian Kloramfenikol:
Jangan diberikan I.M; dapat diberikan IV kurang dari 1 menit dengan konsentrasi 100 mg/mL atau IV intermittent infuse lebih dari 15-30 menit dengan konsentrasi akhir <20 mcg/mL.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Injeksi.
  • Kapsul.
  • Serbuk Suspensi Oral.

Stabilitas dan Penyimpanan Kloramfenikol:
  • Simpan obat pada suhu kamar
  • hasil pencampuran obat dapat bertahan selama 30 hari
  • gunakan hanya jika cairan masih jernih 
  • cairan obat yang dibekukan kemungkinan akan dapat bertahan selama 6 bulan.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: