Klaritromisin

Klaritromisin merupakan antibiotik yang termasuk dalam golongan macrolide. Klaritromisin biasanya dikonsumsi untuk menangani infeksi bakteri pada beberapa bagian tubuh.
Klaritromisin
Indikasi Klaritromisin:
Anak-anak:
  1. Radang telinga tengah akut (H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae), Pneumonia komunitas karena kuman Mycoplasma pneumoniae, S. pneumoniae, atau Chlamydia pneumoniae, Faringitis/tonsillitis, sinusitis maksiler akut, infeksi kulit dan jaringan, serta infeksi mikobakterial.
Dewasa:
  1. Faringitis/tonsilitis karena kuman S pyogenes, sinusitis maksiler akut dan eksaserbasi akut pada bronkitis kronis karena curiga kuman H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae.
  2. Pneumonia komunitas karena kuman H. influenzae, H. parainfluenzae, Mycoplasma pneumoniae, S. pneumoniae, atau Chlamydia pneumoniae.
  3. Infeksi kulit dan jaringan karena curiga kuman S. aureus, S. pyogenes. Infeksi mikobakteri karena M. avium atau M. intracellulare
  4. Pencegahan penyebaran infeksi mikobakteri karena M. avium complex (MAC) misalnya pada pasien yang terinfeksi HIV.
  5. Penyakit ulkus Duodeum karena H. pylori, bersama dengan pemberian obat lain seperti amoxicillin dan lansoprazole atau omeprazole, ranitidine bismuth citrate, bismuth subsalicylate, tetracycline, dan/atau suatu obat golongan antagonis H2.

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap klaritromisin atau beberapa antibiotik makrolida, penggunaan bersama dengan derivat ergot, pimozide, cisapride.

Efek Samping Klaritromisin:
  1. Susunan saraf pusat: Sakit kepala (dewasa dan anak).
  2. Dermatologik: Rash.
  3. Gastrointestinal: Gangguan pengecap, diare, muntah, mual, nyeri perut, dispepsia.
  4. Hepatik: peningkatan waktu Prothrombin.
  5. Renal: Peningkatan ureum, peningkatan alkaline phosphatase, anafilaksis, tidak nafsu makan, kecemasan, perubahan perilaku, peningkatan bilirubin, bingung, disorientasi, peningkatan GGT, glositis,
  6. halusinasi, gangguan pendengaran (reversible), disfungsi hepatik, gagal hepar, hepatitis, hipoglikemia, insomnia, nefritis interstitial, jaundice, leukopenia, neutropenia, pankreatitis, psikosis
  7. perpanjangan QT, kejang, peningkatan serum kreatinin, sindroma Stevens-Johnson, stomatitis, telinga berdenging, lidah lebih gelap, pewarnaan gigi, torsade de pointes, nekrolisis epidermal toksik, peningkatan transaminases, tremor, urticaria, takikardi ventrikuler, aritmia ventrikuler, vertigo.

Peringatan dan Perhatian:
  1. Karena potensial terjadi interaksi, amati adanya aritmia bila obat diberikan bersama cisapride.
  2. Clarithromycin juga dapat meningkatkan kadar theophylline, beberapa golongan statin, digoxin, warfarin, dan cyclosporine.
  3. Clarithromycin dapat diberikan pada pasien yang alergi terhadap penisilin untuk mencegah endocarditis.

Dosis dan Cara Pemakaian:
1. Untuk pengobatan eksaserbasi akut bronkitis kronis karena kuman Moraxella catarrhalis atau S. pneumoniae:
  • Dosis oral (regular, suspensi):
  • Dewasa: 250 mg PO tiap 12 jam selama 7-14 hari.
  • Anak-anak dan bayi usia 6 bulan atau lebih: 7.5 mg/kg PO tiap 12 jam.
  • Dosis maksimal 500 mg/hari.
2. Untuk pengobatan eksaserbasi akut bronkitis kronis karena kuman Haemophilus influenzae atau H. parainfluenzae:
Dosis oral (regular, suspensi);
  • Dewasa: 500 mg PO tiap 12 jam selama 7 hari untuk H. parainfluenzae atau 7-14 hari untuk H. influenzae.
  • Anak-anak dan bayi usia 6 bulan atau lebih: 7.5 mg/kg PO tiap 12 jam.
  • Dosis maksimal 500 mg/hari.
3. Untuk pengobatan Pneumonia komunitas karena kuman Chlamydia pneumoniae, Haemophilus influenzae, Mycoplasma pneumoniae, atau Streptococcus pneumoniae:
  • Dosis oral (regular, suspensi):
  • Dewasa: 250 mg PO tiap 12 jam selama 7-14 hari.
  • Anak-anak dan bayi usia 6 bulan atau lebih: Dosis oral (regular, suspensi): 7.5 mg/kg PO tiap 12 jam selama 10 hari.
  • Dosis maksimal 1 g/hari.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet: 250 mg, 500 mg.

Stabilitas dan Penyimpanan Klaritromisin:
  • Simpan tablet dan granul untuk suspensi pada suhu ruang.
  • Setelah dilarutkan, suspensi jangan disimpan dalam refrigerator karena akan berbentuk gel.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: