Isosorbid Dinitrat (ISDN)

loading...
Isosorbid Dinitrat (ISDN) adalah suatu obat golongan nitrat yang digunakan secara farmakologis sebagai vasodilator (pelebar pembuluh darah), khususnya pada kondisi angina pektoris, juga pada CHF (congestive heart failure), yakni kondisi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Isosorbid Dinitrat (ISDN)

Nama Generik: Isosorbid Dinitrat (ISDN)
Golongan: Kardiovaskuler, Antiangina.

Indikasi:
Pencegahan dan pengobatan angina pektoris; untuk gagal jantung kongestif; untuk mengurangi rasa nyeri, disfagia dan spasme pada esofagus dengan reflak gastroesofagus

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitivitas terhadap isosorbid dinitrat atau komponen lain dalam formulasi
  2. hipersensitif terhadap nitrat organik
  3. penggunaan bersama penghambat phosphodiesterase-5 (PDE-5) (sildenafil, tadalafil, or vardenafil)
  4. glaukoma angle-closure (peningkatan tekanan intraocular)
  5. trauma kepala atau perdarahan serebral (peningkatan tekanan intrakranial)
  6. anemia berat

Dosis dan cara Pemakaian:
1. Angina:
  • Oral: 5-40 mg 4 kali/hari atau 40 mg setiap 8-12 jam dalam bentuk sediaan lepas lambat
  • Sublingual: 2,5-5 mg setiap 5-10 menit untuk maksimal 3 dosis dalam 15-30 menit, juga dapat digunakan 15 menit sebelum melakukan aktivitas untuk mencegah terjadinya serangan (profilaksis).
2. Gagal jantung kongestif:
  • Dosis awal: 20 mg 3-4 kali/hari
  • Dosis target: 120-160 mg/hari dalam dosis terbagi, digunakan dalam kombinasi dengan hydralazine
3. Gangguan kejang esofagus:
  • Oral: 5-10 mg sebelum makan,
  • sublingual 2,5 mg setelah makan
  • Dengan infus intravena, 2-10 mg/jam; dosis yang lebih tinggi sampai 20 mg/jam mungkin diperlukan
Catatan:
  • Pasien Lansia awalnya harus diberikan dosis dewasa terendah harian dan selanjutnya dititrasi.
  • Pemakaian oral, dosis pertama nitrat harus diberikan di tempat dokter untuk mengamati efek maksimal kardiovaskular dan efek samping (ortostatik tekanan darah drop, sakit kepala), ketika produk segera diresepkan dua kali sehari (merekomendasikan 07:00 dan siang), selama 3 kali/hari dosis (merekomendasikan 07:00, siang, dan 05:00), ketika produk berkelanjutan-release ditunjukkan, menunjukkan sekali sehari di pagi atau melalui dosis dua kali sehari pada 8:00 dan 2:00.
  • Jangan menghancurkan tablet sublingual.

Efek Samping Isosorbid Dinitrat:
  1. Kardiovaskuler: Hipotensi, hipotensi postural, pallor, kolaps kardiovaskuler, takikardi, syok, kemerahan, edema perifer.
  2. SSP: sakit kepala (paling sering), pusing (karena perubahan tekanan darah), tidak bisa tidur.
  3. Gastrointestinal: Mual, muntah, diare.
  4. Genitourinari: inkontinensia urin.
  5. Hematologi: Methemoglobinemia (jarang, bila overdosis).
  6. Neuromuskuler & skelet: Lemah/letih.
  7. Mata: Pandangan kabur.Insiden hipotensi dan efek yang tidak diharapkan akan meningkat bila digunakan bersama sildenafil (Viagra).
  8. Efek samping lain (1-10% paisne): bengkak, CHF, hipertensi, takikardi, aritmia, hypotensi, miocardial infark, demam, infeksi,sepsis, perubahan berat badan, asma, sindrom seperti flu, hipergikemi, hipoglikemi, pneumonia, depresi pernafasan

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Dapat terjadi hipotensi yang berat.
  2. Gunakan hati-hati pada hipovolemia, hipotensi, dan infark ventrikel kanan.
  3. Selain hipotensi, juga disertai bradikardi paradoksal dan angina pektoris.
  4. Dapat juga terjadi hipotensi postural.
  5. Dapat terjadi toleransi terhadap nitrat, diperlukan dosis yang tepat untuk meminimalkan efek ini.
  6. Keamanan dan efikasi tidak diketahui bila digunakan pada pasien anak-anak.
  7. Nitrat dapat memperparah angina yang disebabkan oleh kardiomiopati hipertropik.
  8. Hindari penggunaan bersama sildenafil.
  9. Pengaruh Terhadap Kehamilan: Isosorbid dinitrat diklasifikasikan dalam kategori C pada kehamilan.
  10. Pengaruh Terhadap Ibu Menyusui: Tidak diketahui apakah isosorbid dinitrat atau metabolitnya diekskresikan dalam ASI.
  11. Pengaruh Terhadap Anak-anak: Keamanan dan efektivitas isosorbid dinitrat pada anak-anak tidak diketahui

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Tablet: 5 mg, 10 mg, 20 mg
  • Tablet lepas lambat: 20 mg
  • Injeksi: 1 mg/ml 10ml, 10 mg/ml 10ml

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Tablet ISDN disimpan pada wadah yang rapat dan terlindungi cahaya pada suhu 25°C, tidak terlalu extrim dalam penyimpanannya, tetapi bila dicampur dengan hydralazine harus terkontrol sekitar 15-30°C
  • Hilangnya dinitrate mononitrate dari larutan selama infus ditemukan 30% dengan PVC infus intravena plastik
  • tapi diabaikan bila terbuat poliolefin atau gelas.
  • Studi lain melaporkan penurunan 23% di isosorbide dinitrate setelah 24 jam penyimpanan pada 21°C di Wadah PVC, sebagian besar kerugian terjadi pada 6 jam pertama.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: