Heparin

Heparin meningkatkan efek antitrombin III dan menginaktivasi trombin (demikian juga dengan faktor koagulan IX, X, XI, XII dan plasmin) dan mencegah konversi fibrinogen menjadi fibrin : heparin juga menstimulasi pembebasan lipase lipoprotein (lipase lipoprotein menghidrolisis trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak bebas). Bereaksi dengan thromboplastin dan membentuk persenyawaan komplek antithromboplastin yang menghalangi terbentuknya thrombin dari prothrombin.

Heparin
Nama Generik: Heparin
Golongan: Koagulasi, obat yang mempengaruhi

Indikasi Heparin:
Profilaksis dan terapi pada disorder tromboembolik.

Kontra Indikasi:
Hipersensitifitas terhadap heparin atau komponen lain dalam sediaan. Semua gangguan perdarahan atau risiko perdarahan: gangguan koagulasi, hemofilia, trombositopenia, penyakit hati berat, ulkus peptikum, perdarahan intrakranial, aneurisma serebral, karsinoma visceral, abortus, retinopati perdarahan hemoroid, tuberculosis aktif, endokarditis.

Dosis dan Cara Pemakaian:
  • Untuk terapi tromboembolism vena: dosis yang diberikan melalui i.v: 5000-10000 unit diikuti dengan infus i.v kontinyu, 1000-2000 unit/jam atau injeksi subkutan 15000 unit setiap 12 jam.
  • Untuk profilaksis tromboembolism vena post operasi: 5000 unit, diberikan secara sub kutan, 2 jam sebelum operasi, kemudian setiap 8-12 jam selama 7 hari sampai pasien keluar dari rumah sakit.
  • Dosis yang sama diberikan untuk mencegah tromboembolism pada wanita hamil pada wanita dengan riwayat trombosis vena atau embolism paru-paru, dosis mungkin ditingkatkan menjadi 10000 unit setiap 12 jam setelah trimester ke tiga.
  • Untuk penanganan angina tidak stabil atau embolism arterial periferm heparin diberikan melalui infus i.v kontinyu dengan dosis yang sama dengan dosis rekomendasi untuk terapi tromboembolism.
  • Dosis untuk pencegahan oklusi arteri koroner setelah terapi infark miokardiak adalah 5000 unit diberikan secara i.v diikuti 1000 unit/jam; dosis 12500 unit, sub kutan setiap 12 jam selama 10 hari untuk mencegah terjadinya trombosis.

Efek Samping Heparin:
Sakit dada, vasospasmus, syok hemoragi, demam, sakit kepala, kedinginan, urtikaria, alopesia, dysesthesia pedis, purpura, ekzema, nekrosis kutan, plak erithemathosus, hiperkalemia, hiperlipidemia, mual, muntah, konstipasi, hemorage, ditemukan darah pada urin, epistaksis, hemoragi adrenal, hemoragi retriperitonial, trombositopenia, peningkatan enzim SGOT, SGPT, ulserasi, nekrosis kutan yang disebabkan oleh injeksi sub kutan, neuropati perifer, osteoporosis, konjungtivitis,hemoptisis, hemoragi pulmonari, asma, artritis, rinitis, bronkospasma, reaksi alergi, reaksi anafilaktik.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Tempat suntikan: di dinding perut atau beberapa tempat daerah iliaka, gunakan jarum sangat halus, semprit tuberkulin dan lakukan penekanan selama 5 menit untuk mengurangi kemungkinan perdarahan.
  2. Hati-hati agar heparin jangan tertinggal pada tempat suntikan.
  3. Cara pemberian ini tidak menimbulkan perdarahan spontan, tidak diperlukan pemantauan (monitoring) efek antikoagulan.
  4. Harus hati-hati pada penderita dengan riwayat alergi, harus dilakukan tes pendahuluan dengan dosis tidak melebihi 100 Unit.
  5. Jangan suntik intramuskulus, berisiko iritasi, pendarahan lokal dan hematoma, sedang absorpsi tidak dapat diandalkan.
  6. Pemberian intravena hanya boleh dilakukan bila tersedia alat pemantau efek antikoagulan.
  7. Harus dilakukan pemeriksaan masa pembekuan darah dan jumlah trombosit.
  8. Ada resiko perdarahan spontan selama pengobatan pada usia lanjut, penderita insufisiensi ginjal, jantung.
  9. Hindarkan obat berisiko ulkus lambung, menurunkan perlekatan trombosit (adhesiveness).
  10. Hentikan heparin bila pada minggu kedua jumlah trombosit menurun diakibatkan peningkatan fibrinogenesis intravaskular.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Injeksi IV
  • Jelly (Sediaan Kombinasi untuk Pengobatan Topikal)

Penyimpanan dan Stabilitas:
Heparin harus disimpan dalam suhu kamar dan dihindari dari penyimpanan beku dan suhu > 40°C.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: