Flufenasin

Flufenasin adalah obat antipsikotik. Flufenasin digunakan dalam pengobatan psikosis kronis seperti skizofrenia, dan tampaknya hampir sama dalam efektivitas untuk antipsikotik-potensi rendah.
Flufenasin

Indikasi Flufenasin:
Mengendalikan gangguan psikotik dan skizofrenia.

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitif terhadap flufenazin atau komponen formulasi lainnya. 
  2. Mungkin terjadi reaktivitas silang antara fenotiazin. 
  3. Depresi SSP berat, koma, kerusakan otak subkortikal, diskrasia darah, penyakit hati. 

Dosis dan cara Pemakaian:
1. Dosis Anak: Oral: 0,04 mg/kg/hari.
2. Dosis Dewasa (psikosis):
  • Oral: 0,5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam, beberapa pasien mungkin membutuhkan peningkatan dosis sampai 40 mg/hari. 
  • i.m: 2,5-10 mg/hari dibagi dalam beberapa dosis dengan interval 6-8 jam (dosis parenteral 1/3-1/2 dosis oral); im. 
  • Dekanoat: 12,5 mg setiap 2 minggu. 12,5 mg dekanoat setiap 3 minggu= 10 mg HCl/hari.

Efek Samping Flufenasin:
  1. Kardiovaskular: takikardia, tekanan darah berfluktuasi, hiper/hipotensi, aritmia, udem. 
  2. SSP: parkinsonisme, akathisia, distonia, diskinesia tardif, pusing, hiper refleksia, sakit kepala, udem serebral, mengantuk, lelah, gelisah, mimpi aneh, perubahan EEG, depresi, kejang, perubahan pengaturan pusat temperatur tubuh. 
  3. Kulit: dermatitis, eksim, eritema, fotosensitifitas, rash, seborea, pigmentasi, urtikaria. 
  4. Metabolik dan endokrin: perubahan siklus menstruasi, nyeri payudara, amenorea, galaktoria, ginekomastia, perubahan libido, peningkatan prolaktin. 
  5. Saluran cerna: berat badan bertambah, kehilangan selera makan, salivasi, xerostomia, konstipasi, ileus paralitik, udem laring. 
  6. Genitourinari: gangguan ejakulasi, impotensi, poliuria, paralisis kandung urin, enurisis. 
  7. Darah: agranulositosis, leukopenia, trombositopenia, nontrombositopenik purpura, eosinofilia, pansitopenia. 
  8. Hati: cholestatic jaundice, hepatotoksik. 
  9. Otot-saraf: tangan gemetar, sindroma lupus eritamatosus, spasme muka sebelah. 
  10. Mata: retinopati pigmen, perubahan kornea dan lensa, penglihatan kabur, glaukoma. 
  11. Pernafasan: kongesti hidung, asma 

Peringatan dan atau Perhatian Flufenasin:
  1. Hati-hati digunakan pada gangguan yang menunjukkan depresi SSP karena menimbulkan sedasi. 
  2. Hati-hati penggunaan pada pasien: penyakit Parkinson, hemodinamik tidak stabil, penekanan sumsum tulang, predisposisi kejang, ginjal, pernafasan. 
  3. Hati-hati pada penderita yang berisiko menderita pneumonia (misalnya penyakit Alzheimer) karena kemungkinan terjadi dismotil esofagus dan aspirasi. 
  4. Hati-hati pada penderita kanker payudara atau tumor yang dependen terhadap prolaktin karena mungkin meningkatkan kadar prolaktin. 
  5. Mungkin mengubah pengaturan temperatur tubuh, atau menutupi efek toksik obat lain karena efek anti emetik. 
  6. Mungkin mengubah hantaran di jantung; aritmia yang mengancam jiwa. 
  7. Hipotensi dapat terjadi terutama pemberian secara im. 
  8. Hati-hati pada pasien dengan penyakit: serebrovaskuler, kardiovaskuler, atau obat yang menimbulkan penyakit-penyakit tersebut karena dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. 
  9. Pemberian injeksi depo dapat memperpanjang reaksi yang tidak dikehendaki. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
  1. Inhibi CYP2D6: chlorpromazin, delavirdin, fluoksetin, mikonazol, paroksetin, pergolid, kuinidin, kuinin, ritonavir, ropinirol meningkatkan efek flufenasin.
  2. Flufenasin memperkuat efek penekanan terhadap SSP dari analgesik narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotik-sedatif.
  3. Flufenasin dapat meningkatkan efek/toksisitas antikolinergik, antihipertensif, litium, trazodon, asam valproat.
  4. Penggunaan bersama antidepresan trisklik dapat mengubah respons dan meningkatkan toksisitas.
  5. Kombinasi flufenasin dengan epinefrin akan dapat menimbulkan hipotensi.
  6. Kombinasi dengan antiaritmia, cisaprid, pimosid, sparfloksacin dan obat-obat yang memperpanjang interval QT akan dapat meningkatkan resiko aritmia.
  7. Kombinasi denagn metoklopramid akan dapt meningkatkan resiko gejala ekstrapiramidal.
  8. Fenotiasin akan menghambat aktivitas guanetidin, levodopa dan brokriptin. Barbiturat, merokok dapat meningkatkan metabolisme flufenasin di hati.
  9. flufenasin dan antipsikotik potensi rendah lainnya dapat menghambat efek presor epinefrin.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Injeksi Sebagai Dekanoat: 25 mg/ml. 
  • Tablet Sebagai HCl: 1 mg, 2,5 mg, 5 mg, 10 mg. 

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Hindari pembekuan, hindari sinar, dispensing dalam botol/vial amber atau buram. 
  • Larutan dapat diberikan bersama jus buah atau cairan tetapi harus diberikan segera. 

Pustaka:
- MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
- ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: