Fero Sulfat

loading...
Fero Sulfat memperbaiki abnormalitas eritropoietik yang disebabkan oleh defisiensi besi. Fero Sulfat juga mengatasi manifestasi lain akibat defisiensi besi seperti bengkak pada lidah, disfagia, distrofi pada kulit dan kuku.
Fero Sulfat

Indikasi Fero Sulfat:
Pencegahan dan pengobatan anemia akibat defisiensi besi.

Kontra Indikasi:
Tukak peptik, enteritis regional, atau ulseratif kolitis; hemochromatosis primer.

Dosis dan Cara Pemakaian Fero Sulfat:
Dewasa (dosis yang tertera diukur dalam bentuk fero sulfat):
  • Defisiensi besi: 300 mg diberikan 2 kali sehari hingga 300 mg diberikam 4 kali sehari; atau 250 mg (dalam bentuk tablet pelepasan terkendali) diberikan 1-2 kali sehari. 
  • Profilaksis: 300 mg/hari.
Anak-anak (dosis yang tertera diukur dalam bentuk besi elemental):
  • Anemia defisiensi besi berat: 4-6 mg Fe/kg/hari diberikan dalam 1-2 dosis terbagi. 
  • Anemia defisiensi besi ringan hingga sedang: 3 mg Fe/kg/hari diberikan dalam 1-2 dosis terbagi. 
  • Profilaksis: 1-2 mg Fe/kg/hari dapat diberikan hingga maksimum 15 mg/hari 

Efek Samping Fero Sulfat:
  1. Gastrointestinal: iritasi saluran cerna, mual, nyeri epigastrik, konstipasi, diare (tablet pelepasan terkendali dapat memperburuk diare pada pasien dengan inflammatory bowel disease) 
  2. Catatan: jika efek samping muncul, dosis dapat diturunkan; sebagai alternatif dapat diberikan garam besi yang lain, namun umumnya perbaikan gejala baru muncul seiring dengan penurunan dosis. 
  3. Insiden efek samping pada penggunaan fero sulfat tidak lebih besar dibanding dengan garam besi lainnya (dibandingkan pada jumlah besi elemental yang sama). 

Peringatan dan atau Perhatian Fero Sulfat:
  1. Penggunaan suplemen besi terus-menerus selama lebih dari 6 bulan harus dihindari, kecuali pada pasien dengan pendarahan yang berkelanjutan, menorrhagia, atau kehamilan berulang. 
  2. Hindarkan dari jangkauan anak-anak karena penggunaan suplemen besi pada anak-anak dapat memicu keracunan akibat overdosis. 
  3. Juga hindari pemakaian suplemen besi pada penderita yang terinfeksi HIV karena dapat meningkatkan patogenisitas beberapa organisme, jika terapi dengan suplemen besi dibutuhkan pada pasien yang terinfeksi HIV, sesuaikan dosis dengan kondisi pasien. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
  1. Antasida: penyerapan besi dihambat oleh garam magnesium (dalam bentuk magnesium trisilikat)
  2. Antibakteri: besi oral menurunkan absorpsi dari siprofloksasin, levofloksasin, moksifloksasin, dan ofloksasin
  3. penyerapan besi oral diturunkan oleh tetrasiklin
  4. Bifosfonat: besi oral menurunkan penyerapan bifosfonat.
  5. Garam kalsium: penyerapan besi oral terganggu oleh adanya garam kalsium.
  6. Dopaminergik: besi oral menurunkan penyerapan entacapone, levodopa
  7. Eltrombopag: besi oral dapat menurunkan penyerapan eltrombopag (berikan dengan jeda minimal 4 jam).
  8. Metildopa: besi oral mengantagonis efek hipotensi dari metildopa.
  9. Mycophenolate: besi oral menurunkan penyerapan mycophenolate.
  10. Penisilamin: besi oral menurunkan penyerapan penisilamin.
  11. Hormon tiroid: besi oral menurunkan penyerapan levotiroksin (berikan secara terpisah, minimal 2 jam).
  12. Trientine: Penyerapan besi oral dihambat oleh trientine.
  13. Zink: besi oral mengganggu penyerapan zink.
Interaksi Dengan Makanan:
Meskipun sediaan besi paling baik penyerapannya saat perut kosong, sediaan besi dapat diminum segera setelah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan Fero Sulfat:
  • Tablet salut selaput 200 mg, 300 mg 
  • sirup 150 mg/5 mL. 
  • Bentuk sediaan lain: tablet salut gula, kap tabs salut selaput, kap tabs salut gula, kapsul, kapsul lunak, drops. 

Penyimpanan Fero Sulfat:
Mudah teroksidasi, simpan pada wadah yang tertutup rapat dan kedap udara.

Pustaka:
- MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
- ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: