Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V)

Nama Generik: Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V)
Golongan: Antiinfeksi. Antibakteri. Penisilin

Indikasi Fenoksimetil Penisilin:
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap penicillin meliputi infeksi saluran pernafasan, otitis media, sinusitis, kulit, dan saluran kemih; profilaksis pada demam rheumatoid.

Kontra Indikasi Fenoksimetil Penisilin:
Hipersensitif terhadap penisilin atau komponen lain dalam sediaan.

Dosis dan Cara Pemakaian Fenoksimetil Penisilin:
Dosis Oral: Infeksi Sistemik:
  • Anak < 12 tahun, 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam; dosis maksimal 3 g/hari.
  • Anak > 12 tahun dan dewasa: 125-500 mg setiap 6-8 jam.
  • Profilaksis pneumococal:
  • Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.
  • Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari.
  • Profilaksis demam reumatoid kambuhan:
  • Anak < 5 tahun, 125 mg dua kali sehari.
  • Anak > 5 tahun, dan dewasa, 250 mg dua kali sehari.
  • Penyesuaian dosis untuk gagal ginjal:
  • ClCr <10 mL/menit; diberikan 250 mg setiap 6 jam.
Pemberian obat:
  • Oral: Diberikan dalam keadaan perut kosong untuk meningkatkan absorbsi obat.

Efek Samping Fenoksimetil Penisilin:
  1. Gastrointestinal: diare sedang, muntah, mual, atau kandidiasis.
  2. (Kejadian jarang dan dapat hilang dengan sendirirnya); akut interstisial nephritis; konfusi; anemia hemolitik; positif coombs test.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Digunakan secara hati hati pada pasien gagal ginjal (penyesuaian dosis); riwayat kejang atau hipersensitif terhadap sefalosporin.
  2. Dieksresi kedalam air susu ibu.
  3. Hati-hati jika terjadi reaksi hipersensitifitas pada anak.
  4. Data masih terbatas; hati-hati jika timbul reaksi hipersensitifitas setelah pemberian obat.
  5. Pada penggunaan lama: dapat mempengaruhi hasil pengukuran fungsi Ginjal

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Serbuk Oral Suspensi.
  • Tablet 250 mg, 500 mg

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Sediaan tablet dan serbuk oral suspensi: disimpan pada suhu 15-30°C.
  • Setelah mengalami pencampuran, obat disimpan dalam lemari pendingin (2-8°C), jangan digunakan setelah 14 hari.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: