Etoposid

loading...
Etoposid adalah obat anti kanker. Etoposid membentuk kompleks tersier dengan topoisomerase II dan DNA sehingga menganggu penggabungan kembali DNA yang secara normal dilakukan oleh topoisomerase.
Etoposid-mipa-farmasi.com

Indikasi:
Pengobatan untuk tumor testikular refraktori, pengobatan kanker paru jenis sel kecil (SCLC)

Kontra Indikasi:
Hipersensitif terhadap etoposid dan zat lain dalam sediaan.

Dosis dan Cara Pemberian:
Anak-anak (penggunaan tidak pada label):
  • I.V: 60-120 mg/m2/hari untuk 3-5 hari setiap 3-6 minggu.
  • AML: Induksi remisi: 150 mg/m2/hari untuk 2-3 hari untuk 2-3 siklus.
  • Intensifikasi atau konsolidasi: 250 mg/m2/hari untuk 3 hari, 2-5 periode terapi.
  • Tumor otak: 150 mg/m2/hari untuk hari ke-2 dan ke-3 dari lama pengobatan.
  • Neuroblastoma: 100 mg/m2/hari selama 1 jam pada hari 1-5 dari siklus, ulangi siklus setiap 4 minggu.
  • Kondisi BMT regimen digunakan pada pasien dengan rabdomyosarcoma atau neuroblastoma
  • I.V. infus berkelanjutan: 160 mg/m2/hari untuk 4 hari.
  • Kondisi regimen untuk alogenik BMT: 60 mg/kg/dosis sebagai dosis tunggal.
Dosis dan Cara Pemberian pada Dewasa:
1. Kanker paru-paru (kombinasi dengan obat kemoterapi lain yang sudah disetujui):
  • Oral: Berdasarkan kurangnya bioavailabilitas, dosis oral harus 2 kali dosis I.V., sekitar 50 mg sekali satu hari.
  • I.V: 35 mg/m2/hari untuk 4 hari atau 50 mg/m2/hari untuk 5 hari setiap 3-4 minggu.
  • IV PB: 60-100 mg/m2/hari untuk 3 hari (dengan cisplatin)
  • CIV: 500 mg/m2/hari selama 24 jam setiap 3 minggu.
2. Kanker testikular (kombinasi dengan obat kemotrapi lain yang disetujui).
  • IV PB: 50-100 mg/m2/hari untuk 5 hari diulang setiap 3-4 minggu.
  • I.V: 100 mg/m2 setiap 2 hari untuk 3 dosis yang diulang setiap 3-4 minggu.
3. BMT/ leukimia relaps (unlabeled uses):
  • I.V.: 2.4-3.5 g/m2 atau 25-70 mg/kg diberikan selama 4-36 jam.
4. Penyesuaian dosis untuk kerusakan ginjal. Petunjuk yang direkomendasikan oleh produsen:
  • Clcr 15-50 mL/menit: Diberikan 75% dari dosis normal
  • Clcr < 15 mL/menit: Data tidak tersedia, perhatikan pengurangan dosis selanjutnya Aronoff, 1999:
  • Clcr 10-50 mL/menit: Diberikan 75% dari dosis normal.
  • Clcr < 10 mL menit: Diberikan 50% dari dosis normal.
5. Hemodialisis: Dosis pelengkap tidak diperlukan.
6. Peritoneal dialisis: Dosis tambahan tidak diperlukan.
7. CAPD efek: Tidak diketahui.
8. CAVH efek: Dosis untuk Clcr 10-50 mL/menit (Aronoff, 1999)
9. Dosis untuk kerusakan hati:
  • Bilirubin 1.5-3 mg/dL atau AST 60-180 unit: kurangi dosis sampai 50%.
  • Bilirubin 3-5 mg/dL atau AST > 180 unit: kurangi sampai 75%.
  • Bilirubin > 5 mg/dL: Jangan diberikan.

Efek Samping Etoposid:
  1. Kardiovaskular: Hipotensi
  2. Dermatologi: Lesi pada kulit resembling Stevens-Johnson syndrome, alopesia.
  3. Endokrin dan metabolik: Metabolik asidosis.
  4. GI: Mual hebat dan muntah, mukositis.
  5. Hepatik: Hepatitis.
  6. Miscellaneous: Malignansi sekunder, etanol intoksikasi.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Zat berbahaya perlu penanganan untuk sitostatika yang benar.
  2. Myelosupresi hebat dengan infeksi atau pendarahan pernah terjadi.
  3. Pengobatan harus dihentikan untuk platelet < 50.000/mm3 atau jumlah neutofil total (ANC) <500/mm3 dapat menyebabkan reaksi anafilaksis manifestasi dengan rasa dingin, demam, takikardi, bronkospasmus, sesak nafas dan hipotensi.
  4. Pada anak-anak, penggunaan konsentrasi yang lebih tinggi dari yang dianjurkan, memungkinkan reaksi anafilaksis terjadi.
  5. Infus harus dihentikan dan pengobatan anafilaksis harus diberikan segera.
  6. Harus diarutkan; jangan beri I.V. bolus.
  7. Infus selama kurang lebih 30-60 menit; hipotensi sering terjadi pada infus cepat.
  8. Dilakukan penyesuaian dosis pada pasien dengan kerusakan ginjal dan hati.
  9. Formula injeksi mengandung polisorbat 80, jangan diberikan pada bayi prematur.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan Etoposid:
  • Kapsul
  • Larutan Injeksi.

Penyimpanan dan Stabilitas Etoposid:
  • Penyimpanan dalam suhu kamar
  • Terlindung cahaya.
  • Etoposid oral disimpan dalam lemari es.
  • Stabilitas larutan 0.2 mg/mL pada D5% atau NS adalah 96 jam, dan larutan 0.4 mg/mL pada D5% atau NS adalah 24 jam.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: