Etonogestrel

Etonogestrel adalah obat Kontrasepsi. Etonogestrel menghambat fertilitas dengan menghambat pelepasan LH (luteinizing hormone) salah satu hormon reproduksi yang penting untuk terjadinya ovulasi. Etonogestrel juga meningkatkan viskositas mukus cervix, sehingga menghambat lewatnya spermatozoa dan merubah lapisan uterus untuk mencegah implantasi telor yang sudah dibuahi kedalam endometrium. Setelah Implanon ditanam secara subdermal, etonogestrel dengan segera diabsorpsi kedalam sirkulasi dan bioavailabilitasnya 100 %.
Etonogestrel

Indikasi Etonogestrel:
Mencegah perempuan agar tidak hamil. Terutama digunakan oleh perempuan yang menyusui dan yang tidak mentolerir estrogen atau yang kontraindikasi terhadap estrogen.

Kontra Indikasi Etonogestrel:
  1. Riwayat trombosis atau kelainan tromboemboli 
  2. Tumor hepar (jinak atau ganas) atau penyakit hati aktif 
  3. Pendarahan genital abnormal yang belum didiagnosa 
  4. Karsinoma payudara (pasti atau dicurigai) atau riwayat kanker payudara 
  5. Hipersensitivitas terhadap komponen Implanon 
  6. Hamil 

Dosis dan Cara Pemakaian Etonogestrel:
  • Implanon adalah kontraseptif implant subdermal single-rod non-biodegradable yang melepaskan progestin sintetik etonogestrel. 
  • Satu batang (rod) di implant di bagian dalam lengan atas sekitar 6-8 cm diatas lipatan siku secara subdermal setiap 3 tahun. 
  • Ukurannya panjang 4 cm, diameter 2 cm, mengandung 68 mg etonogestrel. 

Efek Samping Etonogestrel:
  1. Pendarahan yang tidak teratur (misalnya sering, banyak, atau pendarahan lama, spotting) 
  2. Acne 
  3. Sakit kepala 
  4. Depresi 
  5. Berat badan bertambah 
  6. Emosional labil 

Peringatan dan atau Perhatian Etonogestrel:
  1. Gunakan secara hati-hati pada pasien dengan hipertensi, gangguan jantung atau ginjal, asma, epilepsi, migrain, diabetes, riwayat depresi atau kondisi lain yang bertambah parah dengan retensi cairan. 
  2. Tidak boleh diberikan untuk pasien dengan pendarahan vagina yang diagnosanya tidak diketahui, atau pasien dengan riwayat atau resiko tinggi penyakit arteri dan secara umum hindari penggunaan pada gangguan hati terutama yang parah. 
  3. Tidak boleh digunakan sebagai kontrasepsi pada pasien dengan karsinoma payudara. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
  1. Obat-obat yang menurunkan keefektifan kontrasepsi: Karbamazepin, rifampisin, griseofulvin, mikofenolat mofetil, oxcarbazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, topiramat, acitretin, amprenavir, darunavir, felbamat, nelfinavir, nevirapin.
  2. Obat-obat yang menaikkan konsentrasi kontrasepsi: atazanavir, flukonazol, rosuvastatin.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Implant, 68 mg

Penyimpanan:
  • Etonogestrel implant (Implanon): 25°C (boleh antara 15-30°C). 
  • Lindungi dari cahaya; cegah cahaya matahari langsung. 

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: