Ergotamin

Ergotamin merupakan oksitoksik golongan alkaloid ergot. ergotamin meningkatkan kontraksi uterus dengan nyata, menimbulkan vasokonstriksi perifer dan merusak endotel kapiler. Ergotamin juga efektif menghilangkan gejala migren.
Ergotamin

Indikasi:
Serangan migren yang akut dan sakit kepala vaskuler yang sejenis.

Kontra Indikasi:
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen, kerusakan sirkulasi perifer, penyakit penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, hipertensi berat, insufisiensi hati dan ginjal, kehamilan, laktasi, sepsis.

Dosis dan Cara Pemakaian:
Sebaiknya diberikan pada awal serangan.
Dosis awal 2-3 tablet. Bila setelah 1/2 jam keluhan belum reda dapat diberikan 1 tablet tiap 1/2 jam asal tidak melampaui dosis maksimum/hari

Efek Samping Ergotamin:
Mual, muntah, parestesia, kesakitan dan rasa lemas pada anggota tubuh, vasokonstriksi perifer dapat terjadi pada penderita yang peka atau setelah pemberian jangka lama.

Peringatan dan atau Perhatian Ergotamin:
  1. Jangan diberikan sebagai pencegahan. 
  2. Hindari penggunaan yang terlalu sering dan jangka lama. 
  3. Bila timbul gejala baal atau kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki, obat harus dihentikan 

Interaksi Dengan Obat Lain:
Penambahan metoklopramid akan mempercepat absorpsi ergotamin karena mempercepat pengosongan lambung. Selain itu meringankan mual dan muntah akibat ergotamin.

Interaksi Dengan Makanan:
Pemberian 1 mg ergotamin bersamaan dengan 100 mg kafein akan meningkatkan kecepatan absorpsi dan kadar puncak plasma dalam ergotamin sebesar 2 kali, namun bioavailabilitasnya tetap dibawah 1%.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan Ergotamin:
Tablet 1 mg.

Penyimpanan Ergotamin:
  • Simpan dalam wadah tertutup baik, tidak tembus cahaya, 
  • simpan di tempat dingin. 

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: