Manfaat Kapulaga Sabrang bagi kesehatan

Manfaat Kapulaga Sabrang bagi kesehatan-Kapulaga sabrang (Elettaria Cardamomum L Maton) adalah sejenis rempah yang penting untuk pelbagai jenis masakan di Asia dan juga banyak digunakan untuk bahan obat tradisional (jamu). Berasal dari Asia Selatan, jenis kapulaga ini diduga menyebar secara liar.
Manfaat Kapulaga Sabrang bagi kesehatan
I. Aspek Botani
A. Nama Latin: Elettaria cardamomum (L.) Maton.
Nama Daerah: Echte kardemom, Lange kardemom, Cardemome, Gewurzkardemom, Lesser cardamom. Indonesia: kapulaga sabrang.

B. Klasifikasi botani
  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
  • Sub Kelas: Commelinidae
  • Ordo: Zingiberales
  • Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
  • Genus: Elettaria
  • Spesies: Elettaria cardamomum (L.) Maton

C. Ciri morfologi
Tumbuhan kapulaga berumbi akar dengan tinggi antara 2-3 cm. Daunnya lonjong berujung runcing dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm. Kapulaga yang diperdagangkan terdiri atas kapsul kering, berisi tiga, berbentuk lonjong atau bundar, berwarna abu-abu coklat. Biji-biji tersebut mempunyai rasa pedas, kamfer, berbau wangi, dan terasa dingin pada lidah jika dimamah.

Buahnya berada dalam tandan berbentuk bulat kecil, kadang berbulu dan berwarna kuning kelabu. Bila masak, buahnya akan pecah dan membelah berdasarkan ruang-ruangnya. Di dalamnya terdapat biji yang berbentuk bulat telur memanjang. Buah lonjong sepanjang 1 cm yang bersisi tiga itu dipetik kalau sudah montok, padat berisi, setengah matang. Warna hijaunya sudah berubah hijau muda. Tadinya hijau tua. Ketika berubah warna itulah baunya sangat sedap.

• Makroskopik
Buah kotak sejati, bentuk jorong atau bulat panjang, kadang-kadang hampir bulat, mengembung atau agak keriput, panjang 1 cm sampai 1,8 cm, lebar sampai lebih kurang 1,5 cm; pada permukaan terdapat 3 alur membujur yang membagi buah menjadi 3 bagian; permukaan luar licin atau bergaris-garis membujur, warna kecoklatan atau kuning muda kcoklatan; buah beruang 3, dipisahkan satu dengan yang lainnya oleh septum, dalam ruang terdapat 2 deret biji yang terletak dalam massa lengket dan menempel pada plasenta sumbu.

Biji berwarna coklat kemerahan muda atau coklat kemerahan tua; panjang 3 mm sampai 5 mm, lebar 2 mm sampai 3,5 mm; bentuk tidak beraturan, bersudut-sudut, permukaan biji berkerut-kerut. Biji diselubungi oleh selaput biji yang tipis, warna coklat muda atau tidak berwarna. pada irisan melintang terlihat kulit biji berwarna coklat kehitaman, perisperm berwarna putih, endosperm kekuningan, lembaga berwarna lebih pucat.

• Mikroskopik
Biji: Selaput biji terdiri dari jaringan bersel pipih, dinding tipis, parenkimatik, sangat mudah terlepas dari kulit biji. Testa dengan epidermis luar berdinding tebal tebal agak berlignin, warna coklat muda, coklat kekuningan sampai coklat kemerahan; sel berbentuk persegi empat, pada pengamatan tangensial sel tampak berbentuk memanjang.

Di bawah epidermis berturut-turut terdapat selapis sel parenkim pipih, kscil, dinding tipis, berisi zat berwarna coklat kekuningan sampai coklat; selapis sel yang besar, bentuk persegi, dinding tipis, berisi minyak atsiri, sel berwarna jernih, lapisan sel ini pada tempat tulang biji selnya mengecil. Kemudian terdapat satu jaringan yang terdiri dari beberapa lapis sel kecil, berdinding tipis dan berwarna coklat.

Kulit buah: epikarp terdiri dari sel berbentuk pipih, dinding tipis, warna coklat muda sampai coklat kekuningan, kutikula tipis. Mesokarp terdiri dari sel-sel besar, parenkimatik, bentuk polygonal, dinding tipis dan tidak berwarna.

Serbuk: Warna kelabu kekuningan. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis luar kulit biji yang berdinding tebal berbentuk memanjang; fragmen lapisan sel yang mengandung minyak atsiri; fragmen sklerenkim palisade yang terlihat tangensial berbentuk polygonal; fragmen perisperm yang penuh dengan butir pati kecil.

D. Kegunaan dan Manfaat
Biji, yang diambil dari tumbuhan sebelum buah masak benar, dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dalam dunia obat-obatan biji yang telah dikeringkan dinamakan semen cardamomi. Selain bijinya, yang digunakan untuk obat adalah bagian akar, buah, dan batangnya.

Kegunaan Masing-Masing Bagian Tumbuhan:
  1. Kejang perut dan rematik: Semua bagian tumbuhan ini termasuk akarnya direbus selama lebih kurang lebih seperempat jam dengan disaring, airnya diminum. 
  2. Demam dan panas: Batang direbus selama lebih kurang seperempat jam kemudian disaring. airnya diminum. 
  3. Batuk: Buah dikunyah. 
  4. Mual: buah direbus dan dimakan. 
  5. Bau Badan: rimpang direbus secukupnya dan diminum airnya. 
  6. Radang amandel, gangguan haid, obat kumur, influeza, radang lambung, sesak nafas, badan lemah (sebagai tonikum): Buah direbus, makan dan masih banyak yang lainnya. 

E. Aktivitas Farmakologi yang sudah Diteliti
Efek Farmakologis: Tanaman ini memiliki sifat rasa agak pahit, hangat. penurun panas, anti tusif, peluruh dahak dan anti muntah.

II. Aspek Kimia dan Budidaya
A. Senyawa Kimia yang Terkandung di dalamnya
Rimpang dan akar segar mengandung minyak essensial sekitar 0,1% yang berisi 1,8-cineol.
Biji kapulaga yang dikeringkan mengandung 2-4% minyak essensial, yang terutama terdiri dari:
• 1,8-cineol (hingga 70%)
• β-pinen (16%)
• α-terpineol (5%), dan
• humulen (3%)

Kapulaga juga memiliki aroma bau sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise. Aroma sedap ini berasal dari kandungan minyak atsiri pada kapulaga. Minyak atsiri ini mengandung lima zat utama, yaitu:
  • borneol (suatu terpena) yang berbau kamper seperti yang tercium dalam getah pohon kamper 
  • alfa-terpinilasetat yang harum seperti bau jeruk pettigrain 
  • limonen yang juga harum seperti bau jeruk keprok 
  • alfa terpinen yang harum seperti jeruk sitrun 
  • cineol yang sedap agak pedas menghangatkan seperti minyak kayu putih. 

B. Aspek Budidaya
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan rimpang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tumbuhan ini diperpanjang dengan potongan rimpang yang masih memiliki beberapa akar atau dengan penyebaran biji yang dimasak secara lenggang dipersemaian terlindungi terhadap hujan dan sinar matahari dan yang dibuat lembab secara konstan.

Untuk perkecambahan biji diperlukan waktu 1-3 bulan; di daerah yang tinggi diperlukan waktu yang lebih lama. Kalau bibit telah memiliki 3 helai daun maka mulailah ia ditanamkan. Penanamannya supaya dikerjakan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan pada rimpang dan akar. Menilik keadaannya waktu tanamnya dapat berlangsung kalau orang telah yakin akan curah hujan yang cukup. Jarak tanam berbeda 6 hingga 12 kaki hal itu bergantung kepada keadaan tanah. Pada umur 3 tahun tanaman mulai memberi hasil sedikit, pada umur 4 tahun hasilnya bertambah dan mulai berumur 5 tahun ia memberikan produksi penuh.

Daftar Pustaka
Heyne, K., (1988), Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid 1, Terjemahan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta, 589-591.
DitJen POM Depkes RI, (1979), Materia Medika Indonesia, Jilid III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 16-18

Subscribe to receive free email updates: