Dekstrometorfan

Dektrometorfan memiliki aksi pusat pada pusat batuk di medula. Walaupun struktur berhubungan dengan morfin, dektrometorfan tidak memiliki sifat analgetik dan memiliki sedikit aktivitas sedatif. Senyawa dextromethorphan bekerja dengan menekan dorongan untuk batuk yang berasal dari otak kita.
Dekstrometorfan

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat dibawah ini
Indikasi Dekstrometorfan:
  1. Penekan batuk tidak produktif.
  2. Memiliki aksi sentral pada pusat batuk di medulla.

Kontra Indikasi Dekstrometorfan:
  1. Pasien dengan resiko gagal respiratori mengembang. 
  2. Serangan asma akut. 
  3. Hipersensitif terhadap dekstrometorfan. 
  4. Diberikan bersama dengan monoamin oksidase inhibitors. 

Peringatan dan atau Perhatian Dekstrometorfan:
  1. Perhatian pada pasien dengan bronkitis, emfisema, atau kondisi lain dimana terjadi batuk persisten atau kronik yang banyak menghasilkan sputum. 
  2. Terapi dekstromethrofan untuk batuk yang disertai dengan gejala lain (demam, kulit kemerahan, sakit kepala, mual dan muntah) harus dibawah supervisi dokter. 

Efek Samping Dekstrometorfan:
Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:
  1. Mengantuk. 
  2. Pusing. 
  3. Mual dan muntah. 

Dosis dan Cara Pemakaian Dekstrometorfan:
  • Dekstrometorfan HBr bekerja antara setengah jam dosis oral dan mengerahkan efek hingga 6 jam. 
  • Dosis dewasa: Obat ini diberikan secara oral 10-20 mg tiap 4 jam atau 30 mg tiap 6-8 jam, dosis maksimum 120 mg sehari. 
  • Dosis anak: Usia 6-12 tahun, 5-10 mg secara oral setiap 4 jam atau 15 mg secara oral setiap 6-8 jam, dosis maksimum 60 mg/hari. 
  • Usia 2-6 tahun, 2.5-5 mg secara oral setiap 4 jam atau 7.5 mg secara oral setiap 6-8 jam, dosis maksimum 30 mg/hari. 

Interaksi Dengan Obat Lain:
  1. Efek fatal saat berinteraksi dengan MAOI, dektrometorfan dimetabolisme utama dengan sitokrom P450 isoenzim CYP2D6, kemungkinan interaksi dengan penghambat enzim ini termasuk amiodarone, haloperidol, Propafenon, kuinidin(antiaritmia), tioridazin sebaiknya diingat.
  2. Linezolid dapat menyebabkan gejala seperti sindrom serotonin.
  3. fluoxetin dapat menyebabkan halusinasi bila berinteraksi dengan dekstrometorfan.

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
  • Larutan dekstrometorfan 20 mg dalam 7 ml, 
  • sirup 10mg/5ml, sirup dengan kandungan dektrometorfan 1% dalam 5 ml, 
  • tablet salut gula dengan kadar dekstrometorfan HBr 15mg. 

Stabilitas dan Penyimpanan:
Disimpan di wadah kedap udara.

Pustaka:
- MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
- ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: