Co-amoxiclav

Co-amoxiclav adalah obat antibakteri. Co-Amoxiclav merupakan antibakteri kombinasi oral yang terdiri antibiotika amoksisilina dan penghambat beta-laktamase, kalium klavulanat (garam kalium dari asam klavulanat).

Co-amoxiclav
  • Amoksisilina adalah antibiotik semisintetik dengan spektrum aktivitas antibakteri luas yang mempunyai efek bakterisidal terhadap berbagai macam bakteri gram-positif dan gram negatif.
  • Asam klavulanat adalah suatu beta-laktam, yang struktur kimianya mirip dengan golongan pinisilin, mempunyai kemampuan menghambat aktivitas berbagai enzim beta-laktamase yang sering ditemukan pada berbagai mikroorganisme yang resisten terhadap golongan pinisilin dan sefalosporin.
Indikasi:
  1. Digunakan untuk pengobatan otitis media, sinusitis, dan infeksi yang disebabkan oleh kuman lain yang dapat menginfeksi saluran napas bawah, kulit dan jaringan serta saluran kemih
  2. dengan spektrum sama dengan amoksisilin ditambah dengan efek penghambat beta-lactamase yang diproduksi oleh b. Catarrhalis, h. Influenzae, n. Gonorrhoeae, dan s. Aureus (non mrsa).
  3. Efek yang lebih luas dari kombinasi ini menjadi sangat berguna bila terjadi resistensi amoksisilin dan pasien tidak dapat menerima terapi alternatif lainnya.

Kontra indikasi:
Pasien yang diketahui alergi terhadap antibiotika golongan penisilin.

Dosis dan cara pemakaian:
  • Dosis umum untuk dewasa: untuk penggunaan tablet yang mengandung 250 mg amoxicilllin dan 125 mg asam klavulanat: satu tablet 250 mg, setiap 8 jam atau untuk penggunaan tablet yang mengandung 500 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat: satu tablet 500 mg setiap 12 jam.
  • Untuk infeksi yang lebih parah dan infeksi saluran pernafasan: dosis umum untuk dewasa adalah tablet 500mg yang mengandung 500 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat
  • satu tablet 500 mg setiap 8 jam atau tablet 875 mg yang mengandung 875 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat adalah satu tablet 875 mg setiap 12 jam.
  • Untuk dewasa yang mengalami kesulitan menelan adalah suspensi oral yang mengandung 125 atau 250 mg amoxicillin/5 ml (untuk penyesuaian dosis 500 mg dalam bentuk tablet), atau suspensi oral yang mengandung 200 mg/400 mg amoxicillin/5ml (untuk penyesuaian dosis 875 mg dalam bentuk tablet).
  • Dosis umum untuk sediaan aksi diperpanjang untuk pengobatan sinusitis: untuk pasien 16 tahun atau lebih adalah 2 tablet yang mengandung 1 gram amoxicillin dan 62,5 mg asam klavulanat setiap 12 jam selama 10 hari.

Efek samping:
  1. Gastrointestinal: perut terasa tidak nyaman, buang air besar lembek, mual, muntah.
  2. Genitourinari: vaginitis
  3. Vaginal mycosis: cholestatic jaundice, flatulensi, sakit kepala, disfungsi hepatik, peningkatan waktu prothrombin, thrombocytosis.
  4. Efek samping lain seperti pada antibiotika ampicillin: agitasi, agranulositosis, peningkatan alkaline phosphatase, anafilaksis,
  5. Anemia, angioedema, ansietas, perubahan perilaku, peningkatan bilirubin, lidah kehitaman, bingung, kejang-kejang, kristaluria, pusing, enterocolitis, eosinofilia, eritema multiforme,
  6. Exanthematous pustulosis, exfoliative dermatitis, gastritis, glossitis, hematuria, hemolytic anemia, hemorrhagic colitis, insomnia, hiperactif, interstitial nephritis, leukopenia, mucocutaneous candidiasis, pruritus, pseudomembranous colitis, serum sickness-like reaction, sindroma
  7. Stevens-johnson, stomatitis, peningkatan serum transaminase, thrombocytopenia, thrombocytopenic purpura, pewarnaan gigi, nekrolisis epidermal toksik.

Peringatan dan atau perhatian: ( - )

Bentuk dan kekuatan sediaan:
  • Tablet: 375 mg (amoksisilin 250 mg + asam clavulanat 125 mg), 625 mg (amoksisilin 500 mg + asam clavulanat 125 mg), 1 g (amoksisilin 875 mg + asam clavulanat 125 mg)
  • Suspensi, tiap 5 ml: amoksisilin 125 mg + asam clavulanat 31,25 mg, amoksisilin 250 mg + asam clavulanat 62,5 mg

Penyimpanan:
  • Obat dalam bentuk suspensi harus dikocok dahulu sebelum digunakan.
  • Suspensi harus disimpan dalam kulkas dan bisa tahan hingga 10 hari.
  • Lebih dari 10 hari, obat sebaiknya tidak digunakan lagi/dibuang.

Pustaka:
- MIMS indonesia edisi 15 tahun 2014.
- ISO Indonesia volume 46 tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: