Cisplatin

Cisplatin merupakan metal inorganik. Cisplatin membunuh sel pada semua siklus pertumbuhannya, menghambat biosintesis DNA dan berikatan dengan DNA membentuk ikatan silang (cross linking).
Cisplatin
Indikasi:
digunakan untuk Pengobatan kanker saluran urin, testis dan ovarium.

Kontra Indikasi:
  1. Hipersensitifitas dengan cisplatin, komponen lain yang mengandung platinum, atau komponen lain dari sediaan (reaksi mirip anafilaktik pernah dilaporkan)
  2. riwayat insufisiensi ginjal,
  3. myelosupresi,
  4. gangguan pendengaran dan kehamilan.

Dosis dan Cara Pemakaian Cisplatin:
Berdasarkan protokol individu.
  • Verifikasi beberapa dosis cisplatin melebihi 100 mg/m2 per terapi.
  • Anak-anak (unlabeled use):
  • Jadwal dosis intermiten: 37-75 mg/m2 sekali sehari setiap 2-3 minggu atau 50-100 mg/m2 selama 4-6 jam sekali setiap 21-28 hari.
  • Jadwal dosis harian: 15-20 mg/m2/hari untuk 5 hari setiap 3-4 minggu.
  • Sarkoma osteogenetik atau neuroblastoma: 60-100 mg/m2 pada hari 1 setiap 3-4 minggu.
  • Kekambuhan tumor otak: 60 mg/m2 sekali sehari untuk 2 hari berturut-turut setiap 3-4 minggu.
  • Transfusi sum-sum tulang sel darah: Infus berkelanjutan: dosis tinggi: 55 mg/m2/hari untuk 72 jam
  • dosis total = 165 mg/m2

Dewasa:
  • Kanker saluran urin tahap lanjut: 50-70 mg/m2 setiap 3-4 minggu.
  • Kanker leher dan kepala (unlabeled use): 100-200 mg/m2 setiap 3-4 minggu.
  • Malignan pleural mesotelioma dalam kombinasi dengan pemetrexed (unlabeled use): 75 mg/m2 pada hari pertama setiap siklus 21 hari.
  • Kanker ovarium metastatik: 75-100 mg/m2 setiap 3-4 minggu.
  • Intraperitonial ovarium ritonial: Cisplatin pernah diberikan secara interperitonial dengan natrium tiosulfat sistemik untuk kanker ovarium, dosis dinaikkan sampai 90-270 mg/m2 pernah diberikan dan dipertahankan selama 4 jam sebelum pembilasan (draining).
  • Kanker testis: 10-20 mg/m2/hari untuk 5 hari diulang setiap 3-4 minggu.
  • Dosis untuk kerusakan ginjal: Industri menganjurkan bahwa pengulangan terapi cisplatin tidak diberikan sebelum tercapainya serum kreatinin < 1.5 mg/100 mL dan/atau BUN < 25 mg/100 mL.

Petunjuk berikut ini digunakan pada beberapa klinisi, menurut Kintzel, 1995:
  • Clcr 46-60 mL/menit: pengurangan dosis sampai 25%
  • Clcr 30-45 mL/menit: pengurangan dosis sampai 50%
  • Clcr < 30 mL/menit: pertimbangkan penggunaan obat alternatif
  • Clcr 10-50 mL/menit: berikan 75% dari dosis.
  • Clcr < 10 mL/menit: berikan 50% dari dosis.
  • Hemodialisis: sebagian dibersihkan dengan hemodialisis: Berikan dosis posthemodialisis.

Efek Samping Cisplatin:
  1. SSP: Neurotoksisitas, periferal neuropati pada dosis dan tegantung durasi.
  2. Dermatologi: Alopesia ringan.
  3. GI: Mual dan muntah .
  4. Hematologi: Myelosupresi
  5. Sel darah putih: Ringan,
  6. Platelet: Ringan,
  7. Onset: 10 hari,
  8. Nadir: 14-23 hari,
  9. Recovery: 21-39 hari.
  10. Hepatik: Peningkatan level enzim.
  11. Ginjal: Nefrotoksik (gagal ginjal akut dan insufisiensi ginjal)
  12. Otis: Ototoksisitas, manifestasi ditunjukkan dengan seringnya frekuensi hilangnya pendengaran
  13. Ototoksisitas biasanya terjadi pada anak-anak
  14. GI: Diare.
  15. Lokal: Iritasi jaringan.
  16. reaksi anafilaksis, aritmia, pandangan kabur, bradikardi, kebutaan serebral, anemia hemolitik, peningkatan enzim hati, alopesia ringan, mulut kering, optik neuritis, papiledema
  17. SSP: Periperal dan automatik neuropati, ototoksisitas.
  18. Endokrin dan metabolik: Hipokalemia, hipomagnesemia.
  19. GI: Hetogenik tinggi.
  20. Renal: Gagal ginjal akut, peningkatan serum kreatinin, azotemia.
  21. Miscelleeous: pasien tumor transien, kelainan tumor autoimun.

Peringatan dan atau Perhatian Cisplatin:
  1. Zat berbahaya gunakan dengan peringatan untuk penanganan dan disposal.
  2. Dosis > 100 mg/m2 sekali setiap 3-4 minggu jarang digunakan dan harus diverifikasi sesuai prosedur.
  3. Semua pasien harus menerima cukup hidrasi, dengan atau tanpa diuretik sebelum diberikan dan selama 24 jam setelah pemberian cisplatin.
  4. Penyesuaian dosis pada perbaikan ginjal.
  5. Kumulatif toksisitas ginjal dapat terjadi parah.
  6. Pasien lanjut usia mungkin sensitif dengan nefrotoksisitas, tentukan dosis dengan hati-hati dan monitoring sedetail mungkin.
  7. Toksisitas tergantung dosis termasuk myelosupresi, mual dan muntah.
  8. Ototoksisitas terutama pada anak-anak dengan manifestasi tinnitus atau kehilangan frekuensi pendengaran dan ketulian.
  9. Serum magnesium, seperti halnya elektrolit lain, harus dimonitor sebelum dan sesudah selama 48 jam setelah terapi cisplatin.
  10. Pada pemberian infus berturut-turut, turunan taksan (doksetaksel, palcitaksel) harus diberikan sebelum pemberian cisplatin (turunan platinum lainnya-carboplatin)

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Vial 50 ml; Vial 10 mg/10 mL.

Penyimpanan dan Stabilitas:
  • Simpan vial pada suhu kamar, 15-25° C, hindari cahaya matahari langsung, larutan jangan disimpan beku karena dapat menyebabkan terjadinya endapan.
  • Stabilitas larutan tergantung pada konsentrasi ion klorida dan harus disimpan pada larutan natrium klorida (setidaknya NaCl 0.3%).
  • Larutan dalam NaCl, D5/0,45% NaCl atau D5/NaCl sampai mencapai konsentrasi 0.05-2 mg/mL stabil selama 72 jam pada 4-25°C.
  • Larutan infus harus mempunyai konsentrasi NaCl akhir > 0.2%.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.
loading...

Subscribe to receive free email updates: