Chloroquine phosphate

Chloroquine phosphate penyerapan melalui usus cepat dan sempurna, kemudian tertimbun dalam jaringan hati, sebagian kecil pada organ yang mengandung melanin seperti kulit dan mata, juga dalam eritrosit yang mengandung parasit. Konsentrasi puncak dalam plasma dicapai melalui pemakaian per oral dalam 3 jam ( antara 2-12 jam). chloroquine dimetabolisme lambat oleh de-etilation menjadi monodesetil dan bisdesetilchloroquine, diikuti de alkilation. Aktifitas sebagai antimalaria dan profil farmakokinetik dari desetilchloroquine serupa dengan senyawa utamanya / induk. chloroquine dieliminasi lambat, senyawa utama dan metabolitnya dapat terdeteksi dalam darah pada 56 hari dengan eliminasi waktu paruh sekitar 10 hari, chloroquine dikeluarkan melalui urine tanpa mengalami perubahan.
Chloroquine phosphate
Indikasi:
Digunakan untuk profilaksis malaria yang disebabkan oleh P. Malariae, P. Ovale, P. Vivax, dan strain tertentu dari P. Falciparum. Terapi kuratif malaria yang disebabkan oleh P. Malariae, P. Ovale, P. Vivax, dan strain tertentu dari P. Falciparum. pengobatan amoebiasis ekstraintestinal.

Kontra Indikasi:
  1. Pasien yang hipersensitivitas dengan senyawa amino quinolin (chloroquine;hydroxychloroquine).
  2. Kontra indikasi pada pasien dengan gangguan retinal
  3. Segera hentikan Chloroquine phosphate jika terjadi gangguan penglihatan.

Dosis dan cara Pemakaian:
  • Untuk dewasa dan anak: Diberikan penuh 25 mg chloroquine untuk 3 hari.
  • Regimen dibagi menjadi 10 mg basa/kg pada hari 1 dan ke 2, dilanjutkan 5 mg/kg pada hari ke 3 (misal 1500 mg untuk dewasa 60 kg).

Efek Samping Chloroquine phosphate:
  1. Efek okular: Gangguan penglihatan: Pandangan kabur, sulit berakomodasi pernah dilaporkan terjadi
  2. Gangguan penglihatan parah bisa terjadi jika chloroquine digunakan jangka panjang dengan dosis lebih dari 150 mg perhari,
  3. Efek pada sistem syaraf: Sakit kepala ringan dan berat, fatigue, kecemasan, ansietas, apatis, iritabilitas, agitasi, agresivitas, kebingungan, perubahan personalitas, depresi dan stimulasi fisik bisa terjadi ketika menggunakan chloroquine.
  4. Efek kardiovaskuler: Hipotensi dan perubahan ECG (jarang) ketika chloroquine digunakan sebagai profilaktik maupun terapi malaria.
  5. Penggunaan jangka panjang pada pasien LE/RA menyebabkan terjadinya AV blok derajat III Kardiomyophati (jarang) pada penggunaan jangka panjang.
  6. Efek lokal: Nyeri dan abses pada tempat suntikan.

Peringatan dan atau Perhatian:
  1. Chloroquine phosphate jangan digunakan pada pasien psoriasis karena klorokiun dilaporkan dapat menyebabkan eksaserbasi porfiria.
  2. Penggunaan pada pasien dengan gangguan hati, alkoholisme atau obat-obat hepatotoksik.
  3. Penggunaan pada pasien gangguan kejang, defisiensi G6PD
  4. 4 aminoquinolin dapat menyebabkan hemolisis dan gangguan ginjal.
  5. Penggunaan pada pasien dengan gangguan pendengaran, hentikan segera jika terjadi.
  6. Retinophaty (irrevesibel dan neurophaty/myophaty) pada penggunaan jangka lama.
  7. Hentikan segera jika terjadi penurunan luas pandang atau kelemahan otot bertambah selama terapi
  8. Dapat menyebabkan perubahan elektrokardiografi AV block dan cardiomyopathy.
  9. Chloroquine phosphate dapat menyebabkan perubahan reaksi hematologi termasuk agranulocytosis, aplastik anemia dan thrombocytopenia

Bentuk dan Kekuatan Sediaan:
Tablet: 150 mg, 250 mg,

Penyimpanan:
Dalam wadah tertutup baik.

Pustaka:
-MIMS Indonesia Edisi 15 Tahun 2014.
-ISO Indonesia Volume 46 Tahun 2011-2012.

Subscribe to receive free email updates: